UMKM

Tabloid-DESA – Kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah harus memahami tren pasar masa kini yang dibanjiri dengan konsumen dari kelompok anak muda, kata Konsultan UMKM asal Palembang Muhammad Rofiq.

“Saat ini, ke depan dan nanti bisa dikatakan masanya anak muda. Jadi jual produk yang sesuai dengan selera anak muda. Saya yakin ini lebih memiliki prospek apalagi Indonesia sebentar lagi akan mendapatkan bonus demografi,” kata Rofik dalam acara seminar yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan Sumsel, Rabu (7/12) seperti dikutip sumsel.antaranews.com.

Ia memberikan contoh seperti yang telah dilakukannya yakni menjual martabak manis yakni “Martabak Kapten” yang gerainya di Jalan Kapten A Rivai Palembang.

Ide itu berawal lantaran martabak yang ada di Palembang hanya memenuhi kategori “enak” tapi dari sisi kemasan terkesan sangat ketinggalan zaman.

Jika sudah begini maka sulit untuk menyasar kelompok anak muda karena mereka menginginkan suatu produk yang baik secara kemasan agar bisa ber-“selfie” untuk dimasukkan dalam media sosial.

Untuk itu, Rofik sengaja memesan kemasan kotak martabak dari Jakarta yang sangat baik dari sisi kualitas dan tampilan.

“Sekarang coba cek, makanan mana yang paling tinggi permintaannya di Go-Food, maka jawabannya martabak kapten. Meski harga lebih mahal dari martabak yang sudah ternama di Palembang, tapi tetap saja laku karena orang mau mengunduh di facebook atau instagram-nya,” kata dia.

Namun, pelaku UMKM tak cukup hanya mampu membaca tren, tapi juga dituntut melihat peluang sebelum menciptakan usaha.

Untuk itu, pengusaha harus memenuhi lima komponen utama sebelum membulatkan tekad untuk berwirausaha yakni paham pasar, memiliki produk yang bagus atau laku, mental yang kuat, memiliki rule model yakni sosok yang menjadi inspirator, dan memiliki mentor yakni orang yang dijadikan tempat berkonsultasi.

Barang yang akan dijual setidaknya harus memenuhi tiga syarat yakni memenuhi konten, konteks dan jaringan.

“Semisal mau menjual pempek, saat ini banyak merek pempek. Harus dipilih mau di segmen mana, kemudian dibrandingkan melalui media sosial, dan yang tak kalah penting yakni bagaimana cara menjualnya. Untuk saat ini, pasar terbesar ada media sosial, jadi sedapat mungkin menyediakan cara pembelian secara online,” kata pengusaha sektor perumahan dan pendidikan ini.

Comments

By admin

Leave a Reply