Piawai Baca Momen, Ketua RW 02 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang Gelar Halal Bihalal Sekaligus Konsolidasi Kegiatan PKK

BERMAKNA GANDA: Halal bihalal ternyata selain jadi tradisi untuk saling memaafkan juga bisa bermakna ganda ketika ajang silaturahmi itu juga dijadikan wahana untuk sosialisasi berbagai program PKK. Sebagaimana yang tampak pada foto Ketua RW 02 Kelurahan Kebun Bunga Dra. Aseptianova, MPd dengan Lurah Kebun Bunga Shela Anggraini SIP MSi tampak foto bersama dengan warga pada momen itu.  

TABLOID-DESA.COM, PALEMBANG—Energik dan penuh inisiatif. Begitulah sosok Dra. Aseptianova Ketua RW 02 Kelurahan Kebun Bunga yang juga sekretaris TP PKK Kecamatan Sukarami Palembang. Memanfaatkan momen Idul Fitri 1447 H dan masih di bulan Syawal ini pihaknya menggelar acara Halal Bihalal di Gedung Serbaguna di Kelurahan Kebun Bunga, Jumat (10/4/2026).

Hadir pada momen tersebut Lurah Kebun Bunga, Shela Anggraini, SIP, Msi, Ketua RW 02 Dra. Aseptianova, M.Pd, Ketua RW 02 padanya masanya Drs. M Zazili Aziz, MPd, TP PKK Kecamatan, Sri Yanti, MPd,  Ketua Pokja 2, Sustri Maryani Ketua Pokja 1,  Kasi PMK Kecamatan Sukarami Wulan Fazeka, SE, M.Si, Pemimpin Redaksi Tabloid-Desa.Com dan Swarnanews.co.id. Sarono P Sasmito, Ustadz Kemas H Azhari Ilyas, Lc,   para ketua RT,  dan tokoh masyarakat, pengurus PKK Kelurahan Kebun Bunga, serta ratusan ibu-ibu warga setempat.

Acara dipandu oleh ibu Nani Suhartini diawali dengan melafalkan basmalalah. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK yang di pimpin oleh Ibu  Basarina.

 

DAMAI DAN FAMILIAR: Suasana acara ketika Lurah Kebun Bunga Shela Anggraini SIP, MSi (foto atas), Ustadz Kemas H Azhari Ilyas, Lc saat memberikan tausiyah (foto tengah) dan Ketua RW 02 Dra Aseptianova, MPd saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut. 

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua RW 02 Aseptianova. Wanita yang juga dosen di FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini, mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak ibu sekalian. Sedangkan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini selain halal bihalal karena waktunya suasana Idul Fitri 1447 H dan bulan Syawal. Di samping itu juga dijadikan momen untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi dalam mensukseskan kegiatan PKK.

“Kelurahan Kebun Bunga akan menjadi tuan rumah Lomba Administrasi  dan 10 Program Pokok PKK. Jadi kami mengimbau kepada seluruh RT untuk mengaktifkan Dasa wisma,” ujarnya santun.

Di samping itu dia mengharapkan semua RT untuk mendata semua warganya dengan  melihat kembali Kartu Keluarga (KK) masing-masing warganya,

Data ini sangat penting. Jangan tidak valid atau akurat. “Masa satu RT masih ditemukan hanya lima pasangan usia subur (PUS). Padahal warganya 70 KK lebih. Apakah berarti warganya lansia semua,” tambahnya.

Data ini sangat diperlukan misalnya untuk mensukseskan test IVA untuk mencegah kanker serviks atau leher rahim. Test IVA sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya ancaman ancaman kanker rahim. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Proses pengambilan tes IVA juga tidak sakit,” tegasnya.

Sementara itu Lurah Kebun Bunga Shela Anggraini dalam sambutannya bersyukur kepada  Allah SWT masih bisa menghadiri acara Halal Bihalal dan berjumpul dengan ibu-ibu  PKK Kecamatan Sukarami, Kelurahan Kebun Bunga dan warga RW 02.

Seperti yang diutarakan Ibu Nova, kami mohon ibu-ibu untuk berpartisipasi pada kegiatan Lomba Administrasi dan 10 Program Pokok PKK. Untuk itu masing-masing RT diharapkan  untuk menertibkan administrasi seperti KK, data Pasangan Usia Subur (PUS) dan  wanita Usia Subur (WUS) dan selalu mengajak warganya untuk memeriksakan kesehatan terutama tes IVA.

Usai itu dilanjutkan dengan tausyiah atau santapan rohani yang disampaikan  oleh Kemas H Azhari Ilyas Lc.

 

 

CERIA: Wajah-wajah ceria dari hadirin mencerminkan kondisi dan hubungan sosial Kebun Bunga Kelurahan Sukarami Palembang masih terjaga dengan baik dan harus dirawat dan dipelihara. 

Dimulai dengan mengutip makna sebuah ayat AlQuran yang menyebutkan “Sesama mukmin itu bersaudara”. Kemudian menguraikan adanya halal bihalal diawali pada masa Bung Karno dan di lanjutkan sampai sekarang. Saat itu Bung Karno ingin mengumpulkan seluruh elemen bangsa yang telah berjasa berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kemudian meminta saran dari KH Wahab Hasbullah salah seorang tokoh NU disamping Hasyim As’ari.  Oleh karena waktunya masih bersamaan dengan suasana Idul Fitri, maka untuk saling mengikat tali silaturrahmi dan saling memaafkan digelarlah pertemuan itu di Istana Negara.  Kemudian menjadi tradisi dan halal bihalal.

Tenyata kegiatan sosial dan agama ada anjuran dari Al-Qur’an dan hadits. Memang urusan agama lakum dinukum waliyadin tetapi dalam hubungan sosial harus terus terbina. Sedangkan makna secara harfiah halal adalah sesuatu yang tidak ada kekusutan di dalamnya. Jadi saat interaksi antara manusia mungkin ada salah dan khilaf. Oleh karena itu kita minta sesuatu yang belum halal agar  dihalalkan dan saat salah saling  maaf memaafkan.

“Jangankan satu RT atau kelurahan, adik beradik pun bisa konflik karena iri dengki dan lainnya.” ujarnya.

Kalau kita suudzon maka kita harus minta maaf. Sehingga konflik-konflik itu harus diurai atau dilepas sehingga tidak permusuhan lagi. Saat ini kita harus saling  membuka diri untuk saling memaafkan. Arahan Alquran kalau satu kaum saling memaafkan maka Allah SWT akan diturunkan keberkahan

Itulah di antara berbagai hikmah Halal Bihalal, tambah Ustadz yang ramah ini.

Usai memberikan tausyiah itu kemudian ditutup dengan doa. Lalu dilanjutkan dengan menikmati jamuan makan yang disiapkan oleh Ketua RW 02 dan warga. Suasana berlangsung dengan penuh keakraban dan suka cita.

Foto: Sri Yanti, M.Pd

Teks/Editor: Sarono P Sasmito