PATIN

Tabloid-DESA – Provinsi Sumatera Selatan menggarap potensi ekspor ikan patin karena produksi sudah menembus peringkat dua nasional atau setelah provinsi di Kalimantan, kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Galamda Israk.

“Selama ini produk olahan ikan patin kering (ikan asap) asal Sumsel hanya untuk memenuhi permintaan beberapa kota di Indonesia yakni Jambi, Riau, DKI Jakarta dan Lampung, tapi jika dibuat sesuai standar sebenarnya bisa diekspor,” kata Galamda di Palembang, Rabu (23/11) dikutip sumsel.antaranews.com.

DKP Sumsel mengamati potensi juga ada pada produk ikan patin kaleng yang saat ini sedang dalam uji kelayakan sebagai makanan kemasan.

Menurut jika produk ini mendapatkan izin untuk dipasarkan maka Sumsel akan memaksimalkan potensi sebagai daerah penghasil ikan patin kedua di Indonesia, setelah Kalimantan.

Produksi ikan patin di Sumsel mencapai 250 ribu ton per tahun yang disumbangkan dari petambak yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel, terutama dari Banyuasin dan Ogan Ilir.

“Percobaan-percobaan sedang dilakukan, karena ikan patin ini memiliki karakteristik tersendiri. Ikan ini banyak lemaknya, jadi sangat berbeda dengan ikan sarden yang tidak masalah jika dikalengkan,” ujarnya.

Sumsel telah menjajaki peluang mengeskpor ikan patin ke Eropa karena sejumlah negara-negara Eropa menyukai ikan berdaging putih, tebal dan gurih.

“Saat ini, pemerintah sedang berupaya membuka pintu perdagangan yakni bagaimana caranya agar ikan patin ini bisa masuk ke negara-negara Eropa. Target DKP Sumsel, setidaknya ada satu negara yang sudah bisa ditembus pada akhir tahun ini,” tuturnya.

Menurutnya, jika nantinya ada negara yang berminat maka Sumsel menyanggupi berapapun permintaan dari konsumen.

Hal ini karena Sumsel memiliki luas perikanan umum dan daratan terluas di Indonesia yakni mencapai 2,5 juta hektare, meliputi Sungai Musi beserta anak sungai, rawa, dan danau.

Kemudian, luas perikanan ini belum ditambah dengan luas perikanan budi daya, seperti tambak dan kolam.

Volume ekspor produk kelautan dan perikanan Sumsel mencapai 1,65 juta ton pada 2014, dan ditargetkan meningkat hingga 1,67 juta ton pada 2015. Sementara nilai ekspor mencapai 14,46 juta dolar pada 2015, dan ditargetkan meningkat menjadi 15 juta dolar pada 2016.

Comments

By admin

Leave a Reply