SAPI3

Tabloid-DESA – Bupati OKI H Iskandar, SE mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian menekan ketergantungan impor daging dengan menggalakkan program Gertak Birahi yakni penyerentakan birahi.

Gertak birahi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sekelompok ternak yang mengalami birahi dalam waktu yang bersamaan sehingga memudahkan dalam proses perkawinan yang dilakukan dengan teknik inseminasi buatan (IB).

“Beberapa waktu lalu, kami disibukkan dengan kekurangan pasokan daging hingga harus impor dari luar. Ini artinya swasembada daging belum siap. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas peternakan di OKI,” kata H Iskandar, SE pada acara gertak birahi sapi, panen pedet dan gudel di Desa Tugu Jaya Kecamatan Lempuing, Selasa (6/12) pekan lalu.

SAPI2

Iskandar menjelaskan bahwa Kabupaten OKI ini memiliki potensi tinggi dibidang pertanian dan peternakan, baik dari segi lahan maupun pakan. Bupati OKI berkeinginan mengintegrasikan pertanian dan peternakan melalui program tiada tani tanpa ternak. Artinya, petani juga harus memiliki satu hewan ternak agar dapat meningkatkan pendapatan.

“Ada tiga kecamatan yang menerapkan program gertak birahi antara lain Lempuing, Lempuing Jaya dan Mesuji. Ya, seyogyanya petani memiliki satu hewan ternak dan itu bisa menambah pendapatan, disamping bercocok tanam padi,” jelas Iskandar.

Sementara itu, Kasubdid Kelembagaan dan Sumber Daya Kesehatan Kementerian Pertanian RI, Drh Irvansyah Batubara mengatakan, ke depan Kementan akan meningkatkan produktivitas sapi di dalam negeri dengan Gertak Birahi. Hanya saja, lanjut dia, yang perlu diperhatikan dalam program ini adalah kondisi sapi betina.

Dia menuturkan, untuk program ini dibutuhkan impor sapi indukan 30.000 ekor, dan sapi bibit 1.200 ekor. Dengan tingkat keberhasilan 20 persen diharapkan dalam setahun mendatang bisa diproduksi 1,6 juta ekor sapi.

“Dalam 3-4 tahun impor (sapi) bisa diselesaikan (dapay dikurangi),” kata Irvansyah.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan OKI, Aris Panani SP, M. Si mengatakan populasi ternak sapi di Kabupaten OKI hingga 2015 sebanyak 26.246 ekor dan kerbau sebanyak 10.337 ekor.

Untuk mewujudkan pembangunan peternakan ke arah yang diharapkan Pemkab OKI, lanjut dia, dilakukan upaya distribusi bibit ternak dan mengoptimalkan kawin suntik .

“Kita memiliki Paguyuban Inseminasi buatan atau paguyuban kawin suntik yang beranggotakan 34 inseminator dengan demikian kita berharap populasi sapid an kerbau di OKI dapat meningkat,” tuturnya.

Pada acara ini dilaksanakan panen 150 ekor pedet (anak sapi) dan 25 ekor gudel (anak kerbau) hasil gertak birahi dan kawin suntik tahun 2015. Pedet dan gudel ini berasal dari Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji dan Mesuji raya. Tidak hanya itu peternak yang berhasil memanen hewan peliharaan juga dilombakan serta mendapat hadiah uang jutaan rupiah, hewan merekapun di asuransi oleh kementerian pertanian dengan kuota 1.000 ekor sapi. Sekaligus penyerahan polis asuransi usaha ternak sapi untuk 175 ekor sapi betina Kecamatan Mesuji Raya dan lainnya.

Comments

By admin

Leave a Reply