GULA2Tabloid-DESA.com JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memastikan akan kebutuhan stok dan distribusi untuk gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi yang berjalan dengan lancar serta lebih baik.

Diungkapkan langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menginspeksi gudang PT Panen Indah Lestari di Jakarta, Kamis (27/4). Enggartiasto menjelaskan stok gula di gudang Perum Bulog dan perusahaan swasta mencapai 800 ribu ton, sedangkan tingkat konsumsi 250 ribu ton.

Pada Juni, lanjut dia, ketersediaan gula akan bertambah seiring dengan masa panen. “Stok aman, distribusi lancar. Tidak ada alasan naik. Masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ucap Enggartiasto.

Dirinya juga mengatakan para distributor wajib memberikan laporan terkait dengan informasi gudang, mulai lokasi, kapasitas, hingga persediaan yang ada. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pengawasan distribusi.

“Sekarang sudah ada puluhan produsen dan distributor yang melaporkan gudang mereka. Kalau ada yang tidak melaporkan dan saat kami periksa ada bahan pokok, akan kami tutup. Kami anggap itu penimbunan dan ilegal,” tegasnya.

Direktur Panen PT Indah Lestari Eddy Sutan Dinata mengatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan harga gula di pasaran. “Walaupun keuntungan berkurang, kami berkomitmen membantu pemerintah,” tuturnya.

Pejabat eselon I Kemendag saat ini disebar ke berbagai wilayah untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda memantau sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Arlinda menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan terhadap 13 jenis bahan pokok, seperti daging sapi, ayam potong, beras, gula, dan cabai, harga masih stabil.

“Dari keseluruhan titik yang dipantau tidak ditemukan indikasi lonjakan harga. Diharapkan, harga terus stabil kendati memasuki Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pedagang juga mengatakan stok barang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Arlinda.

Lampaui HET

GULA

Sekjen Kemendag Karyanto Suprih saat di Pontianak, Kalimantan Barat, mendapati pasar ritel modern Carrefour di Pontianak menjual gula pasir di atas harga eceran tertinggi (HET). Diketahui, HET gula pasir ialah Rp12.500 per kilogram. Di sana, gula pasir dijual dengan harga Rp9.500 dalam kemasan 0,5 kg.

“Tidak boleh menjual gula pasir lebih tinggi daripada HET. Merek apa saja, tidak boleh itu. Kalau mau jual (dalam kemasan) 0,5 kilogram. Totalnya harus Rp12.500 per kilogram juga,” jelas dia.

Temuan itu dia dapati saat mengunjungi pasar swalayan Carrefour di Pontianak. Karyanto meminta pengelola menarik produk itu dari penjualan. Jika tidak, mereka bakal dikenai sanksi hingga ancaman pencabutan izin operasional.

Padahal, sudah ada nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan distributor gula, minyak goreng, serta daging beku.

Manager Carrefour Divisi Pontianak, Dedy Eko Prasetyo, berdalih belum mengetahui ketentuan HET gula pasir untuk kemasan 0,5 kilogram. Namun, dia berjanji segera menarik produk tersebut.

Sementara itu, dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag Lasminingsih mendapati harga barang kebutuhan pokok relatif stabil.

Comments

By admin

Leave a Reply