BAWANG

Tabloid-DESA.com JAKARTA – Kementerian Pertanian memperkirakan pasokan cabai dan bawang merah pada November dan Desember 2016 akan mengalami surplus. Hal ini merujuk pada pasokan cabai besar dari sentra produksi di seluruh Indonesia yang mencapai 91.270 ton pada November 2016 serta melampaui kebutuhan konsumen di kisaran 75.761 ton sehingga pasokan berlebih atau surplus 15.509 ton.

“Begitu pula dengan pasokan bawang merah pada November 2016 diperkirakan surplus 21.305 ton, karena pasokan dari sentra produksi mencapai 103.667 ton di atas kebutuhan konsumen sekitar 82.362 ton,” kata Direktur Jenderal Hortikultura, Spudnik Sujono, Senin (7/11).

Dirjen Hortikultura menambahkan bahwa surplus produksi cabai dan bawang merah diperkirakan terjadi pula pada Desember 2016, seperti cabai besar akan surplus 16.475 ton karena pasokan mencapai 92.947 ton sementara kebutuhan konsumen hanya 76.472 ton. Kebutuhan bawang merah Desember 2016 sekitar 82.897 diantisipasi pasokan yang mencapai 101.897 ton sehingga masih surplus hampir 20 ribu ton.

Hal serupa terjadi terhadap kebutuhan cabai rawit merah pada November dan Desember 2016. Pasokan untuk November 68.816 ton, kebutuhan 53.810 ton sehingga surplus 15.006 ton. Sedangkan kebutuhan pada Desember 2016 diperkirakan 54.346 ton, pasokan mencapai 78.167 ton sehingga kelebihan pasokan cabai rawit merah mencapai 23.821 ton.

“Kelebihan pasokan cabai dan bawang merah terjadi sejak Oktober 2016, khususnya cabai besar surplus 1.010 ton sementara pasokan mencapai 76.771 ton dibandingkan kebutuhan konsumen sekitar 75.761 ton,” kata Dirjen Hortikultura yang didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Yazid Taufik dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi.

Pasokan cabai rawit merah Oktober 2016 mencapai 62.456 ton mampu memenuhi kebutuhan konsumen hingga 53.810 ton dan kelebihan pasokan hampir 9.000 ton, sementara bawang merah pada Oktober 2016 juga surplus 29.246 ton karena pasokan mencapai 111.708 ton sementara kebutuhan hanya 82.462 ton.

Peran Kelompok Tani

Dirjen Hortikultura menilai pencapaian surplus produksi tersebut berkat dukungan mitra pemerintah di sentra produksi cabai dan bawang merah di seluruh Indonesia, khususnya pada saat kebutuhan konsumen meningkat di hari besar keagamaan dan hari libur nasional, dengan menggandeng mitra dari kelompok tani cabai dan bawang merah di seluruh Indonesia, karena peranan mereka sangat vital untuk memangkas rantai pasok yang menjadi pemicu kenaikan harga di pasar.

Menurutnya, kelompok tani mitra dinamai champion yang akan berfungsi menjadi penghubung antara petani dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Toko Tani Indonesia (TTI), maupun retail swasta sehingga dapat mengantisipasi kiprah dari para tengkulak.

Sentra produksi cabai yang akan menjadi pusat  berada pada tujuh kabupaten di tiga provinsi yakni Cianjur, Bandung, Sumedang dan Garut di Jawa Barat; Magelang dan Temanggung (Jawa Tengah); dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) yang akan memasok minimal 10 ton per hari dengan harga maksimal Rp22.000 per kg.

Sementara sentra produksi bawang merah yang akan menjadi champion berada pada delapan kabupaten di empat provinsi antara lain Garut, Majalengka dan Cirebon di Jawa Barat; Brebes dan Pati (Jawa Tengah); Nganjuk dan Malang (Jawa Timur); dan Bima (Nusa Tenggara Barat) dengan patokan harga Rp32.000 per kg sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 63/2016.

Comments

By admin

Leave a Reply