Pisang Cavendish Bisa Tembus Pasar Internasional, Bumdesama dapat dilibatkan

Bagikan:
Menteri_Desa_PDTT_potensi pisang cavendish

Tabloid-DESA.com, JAKARTA – Pisang Cavendish adalah salah satu varietas pisang yang populer. Popularitas tersebut didapatkan karena bentuknya yang sedang dengan tekstur lembut dan kulit yang tipis. Pisang Cavendish ini berpotensi menembus pasar internasional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta diperluas skala ekonomi Pisang Cavendish agar bisa menembus pasar internasional.
Perluasan skala ekonomi pisang cavendish ini dilakukan dengan mengidentifikasi desa-desa potensial yg bisa dijadikan kebun pisang cavendish skala besar

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini juga meminta keterlibatan BUM Desa Bersama dalam budidaya

“Jadi nanti dimulai dari identifikasi desa di kawasan itu terus didata masyarakat yang sudah berminat itu di wilayah mana saja. Kalau sudah ada petanya nanti saya ke bupatinya. Sekaligus dengan kades (Kepala Desa) di wilayah itu langsung membentuk Bumdesma agar disiapkan alur kerjanya,” ujar Gus Halim, dalam keterangan pers, saat menerima audiensi Director Corporate Affair PT Great Giant Pineapple (GGP) Welly Soegiono di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Program tanam pisang Cavendish yang dilaksanakan pada tahun 2021 sukses diberbagai daerah. Bahkan di Ponorogo, Bali, dan Lampung telah diekspor ke berbagai negara. Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan rencana penanaman pisang Cavendish di Jember, Ponorogo, Bondowoso, dan Kawasan transmigrasi Mesuji, Lampung.

pisang cavendish, foto wikipedia

Director Corporate Affair PT Great Giant Pineapple (GGP) Welly Soegiono memaparkan jika pertumbuhan pisang bisa lebih digenjot jika petani miliki akses pupuk yang baik.

“Sebetulnya kalau pisang akan lebih cepat dan yang terlibat akan lebih banyak. Sekarang ini kan akses pupuk kita belum stabil. Kalau pun punya uang, pupuknya belum ada. Beli pun bisa jadi palsu karena memang belum tersedia,” terang Welly.

Sementara itu lanjut Welly, model kemitraan yang dipilih dalam penanaman pisang Cavendish adalah Creating Shared Value (CSV). Artinya bahwa perusahaan tidak hanya mencari keuntungan tetapi secara bersamaan memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Sebagai informasi, GGP terhitung sukses menggunakan model kemitraan CSV di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Produk yang dihasilkan oleh PT GGP meliputi nanas dalam kaleng, jus, konsentrat nanas, jambu, pepaya dan pisang Cavendish yang sudah berhasil mengkespor lebih dari 60 negara di dunia.

Hadir dalam audiensi tersebut Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PEID Harlina Sulistyorini, Kepala BPI Ivanovic Agusta, dan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Utama Aisyah Gamawati.
Mengenal Pisang Cavendish

Terlepas dari jenisnya, pisang memiliki kandungan sehat. Pisang adalah sumber serat, potasium, vitamin B6, vitamin C, berbagai antioksidan dan fitonutrien yang sehat.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pisang ini memiliki tekstur yang lembut, sehingga disukai sebagai makanan penutup ataupun diolah kembali menjadi jenis makanan lain. Misalnya olahan pisang goreng, pai, pudding, atau sebagai bahan tambahan untuk muffin dan kue.

Dalam pisang Cavendish terdapat 400 miligram potasium per 100 gramnya. Kandungan tersebut sebanding dengan kacang, daging, atau ikan yang dimasak. Jika dikonsumsi secara rutin, pisang jenis ini dapat membantu mengatur tekanan darah dan mengontrol aktivitas jantung. Itulah sebabnya mengonsumsi potasium dalam jumlah tinggi dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 27 persen. (TD)

Bagikan: