restorasi3

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel terus akan menudukung upaya restorasi  hutan di Sumsel, sehingga kedepan hutan yang  selama ini telah rusak akan  kembali  berfungsi  sebagaimana sebelumnya.

Dukungan restorasi hutan di Sumsel tersebut diungkapkan langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat  bertemu dengan Presidential Director PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) Mangarah Silalahi.MSC. MT di Hotel Grand Inna, Kamis (24/1).

restorasi2

“Upaya restorasi hutan tidak cukup dengan hannya menanam saja namun harus didukung juga dengan  upaya pemeliharaan dengan cara  membuat pagar kawat duri,”  tegas Herman Deru

Dikatakan  Herman Deru, dirinya   termasuk salah satu orang  pecinta hutan dan hewan, maka dari itu ia tak ingin    ekosistem  yang ada di hutan mengalami kerusakan akibat tangan manusia yang melakukan pengrusakan. Kalaupun sudah terlanjur terjadi, dia meminta agar hutan yang telah rusak segera dikembalikan seperti semula.

“Kita akan segera lakukan peninjauan kawasan hutan di Sumsel yang selama ini telah dilakukan restorasi, bersama dengan tim tekhnis dari  pihak kehutanan dan pihak terkait lainnya,” tegas Herman Deru.

Sementara itu Presidential Director PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), Mangarah Silalahi, menegaskan PT REKI adalah perusahaan yang satu-satunya yang bergerak  merestorasi hutan rendah tropis.

Pihaknya telah melakukan restorasi hutan di Sumsel sejak tahun 2007, termasuk kawasan hutan yang ada  di Provinsi Jambi. Untuk Sumsel berada di Muba Sekitar 52 ribu hektar dalam Kabupaten Muba, sedangkan untuk Provinsi Jambi terletak di Sarolangun dan Batang Bari.

restorasi1

“Selain melakukan restorasi kita juga bertanggung jawabmerawat flora dan fauna yang ada di dalam hutan,” terangnya.

Taget utama  lanjut dia, melakukan restorasi areal hutan sehinga fungsi hutan dapat kembali sebagaimana peruntukannya.

“Sumsel kondisinya sudah begitu bagus, sudah ada keseimbangan,” katanya.

Dia berharap 10 tahun ke depan hutan yang telah direstorasi dapat kembali menjadi lahan bagi masyarakat yang memanfaatkan hasilnya seperti mengambil rotan dan madu. Namun tidak boleh menebang kayu.

“Kementerian kehutanan melarang menebang kayu namun boleh memanfaatkan hasil lainnya seperti rotan, madu serta membuat peternakan di tengah hutan, itulah yang diharapkan pemerintah,” tandasnya.

Comments

By admin

Leave a Reply