DMI Ogan Ilir Gelar Rakerda: Bedah Problem Memakmurkan Masjid dan Solusinya

MENEGUHKAN FUNGSI MASJID: Raker DMI Ogan Ilir makin meneguhkan langkah dan program untuk menjadikan masjid bukan sekedar tempat ibadah tetapi juga menjadi pusat segala kegiatan untuk membangun umat. Itulah program yang akan diwujudkan DMI OI dan para peserta tampak foto bersama dengan Bupati OI Panca Wijaya Akbar yang diwakili Staf Ahli bidang politik dan pemerintahan Ibnu Hardi.

TABLOID-DESA.COM, INDRALAYA OGAN ILIR—Demi terus menggerakkan aktifitas dan roda organisasi, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 di ruang Rapat Bapenda Ogan Ilir, Selasa  (3/12/2025).

Hadir pada momen itu, Ketua DMI OI ustadz H Susi Indrawanto, S.Pd.I, yang diwakili Medi Irawan, S.Si, MH, Bupati OI diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Ibnu Hardi, para pengurus DMI Kabupaten, Pengurus DMI seluruh kecamatan di OI, Para nara sumber  terdiri atas Demi Alfarizhi, S.Psi dari DPPAPPKB OI, M Reza Martadinata dari PLN, Sri Sukanti, ST dari BPJS Ketenagakerjaan, Drs Amir Hamzah dan Ahmad Maulidin, MPd dari Baznas OI serta  Sekretaris ICMI Sarono P Sasmito yang juga bertindak sebagai moderator.

Sebelum pelaksanaan Raker juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi tensi darah, kadar gula, kolesterol, pemeriksaan mata kerja sama Dinkes OI yang dilaksanakan Puskesmas Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Ogan Ilir.

Acara dengan MC Musfiroh SPd dimulai dengan pembukaan melafalkan basmallah dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan mars DMI yang dipimpin oleh Dirigen Ustad M Roni lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad Armedy.

Kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana Medi Irawan yang mengatakan, Raker DMI dengan tema: Membangun Kkemaslahatan umat untuk kesejahteraan masyarakat Ogan Ilir dan merupakan tindaklanjut atau follow upa kinerja DMI yang lalu dan menyusun program kerja DMI OI ke depan selaras dengan program kerja Bupati dan Wakil Bupati OI, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Melalui Raker ini diharapkan muncul berbagai masukan dan solusi untuk kemajuan organisasi serta menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat,” ujar pria yang dikenal sebagai aktifis di wilayah ini.

Tampak suasana saat pembukaan acara dan layanan kesehatan oleh Dinkes OI melalui para nakes Puskesmas Desa Talang Aur Desa Indralaya. 

Sementara itu Bupati OI diwakili Ibnu Hardi, dalam sambutan dan pengarahannya antara lain mengatakan, mengucapkan selamat melaksanakan Raker DMI OI, berharap DMI OI ke depan lebih berperan lagi dan berkolaborasi dengan Pemkab OI, DPRD, dan stakeholder lainnya sehingga peran masjid di Ogan Ilir menjadi pusat penyebar syi’ar Islam, ukhuwah dan silaturahim serta pembangunan umat.

Pada dasarnya Pemkab OI sangat mendukung program DMI OI. Dalam hal keuangan agar DMI OI berkolabarasi dengan instansi yang peduli DMI OI seperti Banksumselbabel, Baznas, BPJS Ketenagakerjaan dan lainnya. Makmurkanlah masjid dan pada saatnya dapat memakmurkan umatnya.

 

KOLABORASI BANGUN UMAT: Tiga pembicara dari Demi dari DPPAPPKB OI, Reza dari PLN, dan Sri Sukanti ST dari BPJS Ketenagakerjaan Palembang saat tampil sebagai nara sumber dalam diskusi panel yang dim0deratori Sarono P Sasmito.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimoderatori Sarono P Sasmito, pada sesi pertama tampil tiga nara sumber yakni Demi Alfarizhi yang membahas Optimalisasi Ketahanan Pangan Keluarga untuk sukses Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang memaparkan materi itu dengan puluhan tampila slide. Lalu dilanjutkan oleh Reza dari PLN yang membahas Program PLN untuk meningkatkan Layanan jamaah masjid. Pria muda ini juga menguraikan seluk beluk layanan PLN lengkap dengan tampilan slidenya. Termasuk membahas tarif harga listrik dari rumah tangga biasa maupun sosial seperti masjid.

Di sisi lain tampil juga pembicara dari BPJS Ketenagakerjaan Sri Sukanti, ST yang menguraikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan termasuk mereka yang menjadi pengurus DMI juga bisa ikut menjadi nasabah BPJS ketenagakerjaan dengan berbagai fasilitas layanannya.

Usai pemaparan ketiga nara sumber dibuka sesi tanya jawab yang memunculkan penanggap yakni Muzani yang menanyakan apa ada keselarasan antara program GATI dan MBG. Kemudian tentang tarif PLN ada yang mahal dan murah dari segi waktu. Mengapa pemadaman justru sering terjadi saat jam tarif murah sehingga konsumen dirugikan.  Lalu Armedy memberikan kiat agar anak sehat dan cerdas lebih banyak konsumsi udang, ikan gabus, belum, dan lain-lain yang kaya protein. Sedankan Kemas memberikan masukan pada pemateri pertama seharusnya banyak memasukan peran ayah sebagai pendidik dalam hal agama, misalnya membimbing anak-anak agar menunaikan shalat dan lain-lain jadi bukan hanya sekedar mengasuh. Sedangkan M Roni meminta agar kepengurusan klaim BPJS tidak dipersulit. Gusti M Ali menambahkan agar BPJS ketenagakerjaan jemput bola untuk melayani pengurus DMI Kabupaten OI. Semua pertanyaan dan tanggapan dijawab secara gamblang oleg ketiga nara sumber hingga istirahat shalat makan siang.

 

PEMBERIAN SERTIFIKAT: Dua pembicara dari BAZNAS Kabupaten OI memperoleh sertifikat dari pengurus DMI OI atas kesediaannya sebagai nara sumber.

Usai itu dilanjutkan sesi kedua moderator menghadirkan dua pembicara dari BAZNAS OI yakni Drs Amir Hamzah dan Ahmad Maulidin MPd yang membahas tentang dalil tentang wajib zakat, delapan asnab, hingga UPZ atau Unit Pengumpul Zakat. Usai itu dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memunculkan Gusti M Ali, Hajib, M Roni, Armedy, Ustad Suhaili, Ustad Muttaqin Anang Toha dan Dr Hasan Hery melengkapi memberikan tanggapan dan masukan untuk efektifitas BAZNAS dan perannya di tengah umat. Semua hal itu direspon oleh nara sumber dengan baik. Dan semua masukan itu dirangkum oleh notulis Ustad Komaruddin MSi yang nantinya akan menjadikan dasar untuk tindaklanjut Progam DMI tahun 2026.

Foto: Dok DMI Kabupaten OI

Teks/Editor: Sarono P Sasmito