TABLOID DESA.COM, OGAN ILIR I Dari segi usia Pondok Pesantren Modern (PPM) Albasya ini bisa dibilang baru seumur jagung. Proses pendiriannya baru dilakukan empat tahun lalu. Kemudian terus melakukan berbagai persiapan dengan mendatangkan para santri untuk belajar tahfiz dan membuahkan hasil. Bahkan ada di antaranya dalam rentang waktu 10 bulan di lokasi ini berhasil menjadi hafizh 30 juz.
Kemudian setelah melalui perjuangan gigih dari para pengelolanya maka lembaga pendidikan bernuansa keIslaman ini telah memulai pendidikan formal dalam bentuk Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) serta Aliyah,
Ponpes yang didirikan oleh Almarhum Drs KH Bahauddin Asa dan Dra, Hj, Soldah ini saat ini dipimpin oleh Ustadz Kuntum Khoiru Bassa, SEI serta didukung penuh oleh kakak-kakaknya putra putri almarhum KH Bahauddin Bassa yakni Ustadz Dr. Ir H Fanshurullah Asa, MT, Ustad Drs. H Ahmad Aryus, dr Mujiarti Bassa dan anggota keluarga lainnnya.

Sebagai langkah serius dalam menghadapi momen ujian akhir semester ganjil yang akan berlangsung mulai 19 November mendatang, maka digelar rapat yang dihadiri oleh para pimpinan ponpes dan para dewan guru dan ustadz di ruang rapat ponpes di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir, Sabtu (12/11/2022).
Hadir pada momen yang berjalan penuh kekeluargaan tersebut Mudir PPM AlBasya Ustadz Kuntum Khoiru Basa, SE I, Kepala SMPIT Ustad Dwi Seta, Sarono, SPd, dr Mujiarti Basa, Ustadzah Nurul Hamida Yanti, Septiani, Amelia Rozalina, Disa Yumandan R, Dimas Elfatih, Azzam Abdjati R R, H. M. Afriyadi Lc, Muhammad Abdurrohman, Ambar Ratna Wati, dan M.Aidil Latief.
Momen rapat yang dikemas dengan santai tapi tetap serius serta berbalutkan suasana silaturahmi dan saling kenal mengenal ternyata mampu memicu semangat para SDM di PPM AlBasya untuk bertekad memberikan kontribusi terbaik dan sekuat tenaga dan pikiran masing-masing.
Ada nada haru yang menyeruak ketika masing-masing memperkenal diri sebelum membahas secara teknis persiapan yang dilakukan untuk menghadapi UAS tahun 2022 ini.
“Tak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini. Kita semua dipertemukan Allah dengan orang-orang hebat ini,” ujar Sarono P Sasmito yang juga hadir pada kesempatan itu.
Hal itu tergambar betapa dramatis rekam jejak Ustadz Kuntum yang dalam usia muda mempunyai obsesi luar bisa untuk terus menghidupkan dan memajukan Albasya. Bahkan hanya dengan kaki sebelah karena sebelahnya harus mengalami amputasi pasca kecelakaan perjalanan darat beberapa tahun silam. Pria ramah dan suka canda ini memiliki semangat luar biasa meski tak jarang harus pulang Jakarta-Payakabunguntuk mengurus perizinan pendirian pondok ini. Apa yang dilakukannya membuahkan hasil sehingga ponpes ini telah memiliki izin untuk beroperasional menyelenggarakan pendidikan dan merekrut para santri.
Pengakuan atas kegigihan Ustad Kuntum itu dikemukakan oleh Ustadzah dokter Mujiarti. Seorang dokter yang bukan hanya jeli dan skil dan tataran medis. Tetapi juga seorang yang peka bisa merasa yg tersirat di balik tersurat. Di saat banyak orang berpikir pragmatis dan berlomba mengejar materi dia justru selalu bertekad menghindarkan sesuatu yang haram dan subhat. Hal itu jugalah yang mendasarinya untuk bertekad turut memajukan ponpes yang dikekola oleh kakak-kakak dan adiknya ini.
Berikutnya ustadz Dwi Seta yang diamanahi sebagai Kepala Sekolah SMPIT ini juga memperkenal diri. Pria asal Tulungagung Jawa timur yang beroleh jodoh wanita Tanjungraja OI mengaku tergerak untuk ikut membangun dan memajukan ponpes yang dipimpin oleh Ustad Kuntum, sahabatnya saat nyantri Ponpes Gontor Ponorogo. Lalu memperkenal diri pula Ustadz Afriadi. Pria yang sangat menyukai filsafat ini ternyata berasal dari Rantaialai dan tamatan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Hadir juga Ustad Sarono yang memperkenalkan diri sebagai orang yang sangat menyukai aktifitas keagamaan karena terwarnai saat menjadi aktifitis HMI di masa perkuliahannya, Kemudian juga aktifitis di dunia media massa dan pernah berkecimpung di al-Ittifaqiah membidangi Humas dan Publikasi sejak tahun 1996.

Turut memperkenal diri pula para ustadzah muda yang masih mempunyai semangat menyala untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk operasional ponpes ini. Mereka adalah Ustad dan Ustadzah Nurul Hamida Yanti, Septiani, Amelia Rozalina, Disa Yumandan R, Dimas Elfatih, Azzam Abdjati R R, Muhammad Abdurrohman, dan Ambar Ratna, SPd. Ada juga Ustadz Aidil yang piawai dalam kepramukaan.
Menghadapi UAS ini maka segala hal yang berkaitan dengan persiapan soal-soal yang harus disusun oleh para guru dan Ustad tengah dipersiapkan. Termasuk juga persiapan ujian lisan untuk materi pelajaran pondok seperti Doa Setelah Sholat Fardu, Praktek Ibadah & doa sehari-hari , Muhadhoroh, Mufrodhat, Tajwid, Tahfidz dan Khutbah. Semua hal tersebut secara teknis telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Ustadz Kuntum mengharapkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Para santripun diharapkan dapat belajar dengan tekun dan berhasil memperoleh nilai terbaik pada ujian akhir semester ini sehingga nantinya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi pada lembaga pendidikan yang berkualitas dengan berbagai jurusan dan fakultas di tanah air.
Foto: Dok Ponpes Albasya
Teks/Editor: Sarono P Sasmito










