Tabloid-Desa.Com, Bengkulu–Nama kain batik dari Bengkulu ini, Besurek, berasal dari bahasa Melayu Bengkulu yang berarti “bersurat” atau “tulisan”.“ Tulisan” atau “Surat” inilah yang menjadi ciri khas Batik Besurek, di mana kain ini dihiasi dengan motif-motif tulisan kaligrafi Arab. Hal ini pun membuat kain khas Bengkulu memiliki keterkaitan dengan perkembangan Islam di bagian barat Indonesia.
Ilmu-ilmu yang menghasilkan kebudayaan Batik Besurek ini dihasilkan oleh perpaduan pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17, di mana seiring waktu terciptalah warisan kebudayaan khas Bengkulu yang juga memiliki ciri khas kebudayaan Indonesia.

Catatan sejarah lainnya menyatakan bahwa kain besurek di Bengkulu bermula sejak hijrahnya pahlawan Pangeran Sentot Alibasyah beserta keluarga dan pengikut-pengikutnya ke Bengkulu. Hal ini berasal dari para pemakai dan perajin kain khas ini yang sebagian besar berasal dari keturunan Pangeran Sentot Alibasyah.
Saat ini, perajin batik tulis Kain Besurek yang menggeluti seni membatik ini tergolong langka karena derasnya produksi batik yang menggunakan mesin cetak atau printing yang beredar di pasaran, tentunya dengan harga yang jauh lebih murah. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa perajin yang tetap berproduksi mempertahankan keaslian batik melalui proses pembuatan batik, yaitu batik tulis dan handprint.
Salah satu perajin batik besurek yang kami temui di kediamanya adalah Ibu Nji Sumaryatin, beliau menuturkan: “Kami mulai membatik pada tahun 1989, ditawari sama Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, untuk menghudupkan batik besurek, dengan modal awal 2 jt rupiah yang dipinjam dari Bank, dengan nama usaha Ben’ s Collection, tapi sekarang sudah berganti nama Tin’s Griya Batik Besurek, untuk pemasaran kami masih agak kesulitan karena harganya yang cukup mahal, ini karena bagan bakunya kami beli dari luar yaitu dari Pulau Jawa, sementara di opasaran banyak dijual kain batik besurek handprint dan printing dengan harga yang jauh lebih murah.

Sedangkan untuk bantuan peralatan membatik itu kami dapatkan pada tahun 2015 dan 2016, berupa mesin jahit, mesin obras serta peralatan membatik. Bantuan ini dari Kementerian Perindustrian melalui Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Ptovinsi Bengkulu, pada zaman Ibu Herma Dewi Kabid Industri Kecil dan Menengah, waktu itu banyak sekali kami mendapat fasilitasi seperti: mengikuti pameran di dalam maupun di luar Provinsi, diikutkan dalam pelatihan, serta sering mendapat pesanan untuk seragam-seragam panitia Bengkulu Expo dan lain-lain. Sekarang ini kami masih tetap memproduksi batik besurek tulis dan handprint, tetapi sudah tidak sebanyak dulu, karena pesanan juga sudah tidak begitu banyak, dan yang kerja juga sudah turun drastis. Kami masih mendapat binaan dari PT. Pelindo.

Untuk harapan ke depan mudah-mudahan perajin batik besurek ini lebih bisa merasakan apa yang diberkan dari pemerintah, berupa fasilitasi dan perhatian, seperti bantuan untuk pemasaran” Ujarnya.
Masih menurut Nji Sumaryatin, bahwa, sekarang ini bantuan dari Pemerintah Daerah masih ada yaitu, berupa fasilitasi merek dan pemasaran melalui e-smart.
Melalui tulisan ini kami harapkan Batik Besurek Bengkulu lebih dikenal masyarakat luar Provinsi Bengkulu, selain menyediakan bahan kain batik besurek disini juga tersedia baju batik besurek yang sudah siap pakai. Bila ada yang berminat silakan hubungi langsung owner Tin’s Griya Batik Besurek yang beralamat di Jalan Ciliwung Bawah No.4 RT/RW:01/01 Kelurahan Lempuing Kecamatan Rstu Agung, Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu Telp/WA:
0823-7226-2730.
Teks/Foto: Ir. Herma Dewi, MAP
Editor: Sarono P Sasmito










