Kesejahteraan hidup masyarakat desa dalam jangka panjang sangat tergantung dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Desa. Selain peningkatan kualitas kepala desa dan perangkat desa, juga memotivasi warga desa untuk terus belajar dan meningkatkan diri.
Untuk itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan terlibat langsung menyukseskan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa sesuai dengan perannya.
“Ini (RPL Desa) adalah investasi yang luar biasa dan sayang untuk dilewatkan. Ini juga akan menjadi investasi pembangunan di desa dalam meningkatkan kapasitas di desa,” tegasnya dalam keterngan tertulisnya, Selasa (13/9/2022).
Menurut Gus Halim, RPL Desa merupakan salah satu langkah Kemendes PDTT menjadikan entitas desa terdepan dalam pembangunan bangsa. Selain peningkatan kualitas kepala desa maupun perangkat desa, RPL Desa juga akan memotivasi warga desa untuk terus belajar dan meningkatkan diri.
“Harapannya RPL Desa bisa meningkatkan kualitas SDM. Saya yakin bukan hanya kepala desa, perangkat desa, atau pendamping desanya yang mau belajar tapi motivasi belajar di masyarakat akan bangkit juga. Karena para perangkat bisa menginformasikan kepada masyarakat sehingga tumbuh rasa ingin untuk belajar juga,” ujar Gus Halim.
Dengan adanya program ini, pengalaman kerja di desa, seperti sebagai kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, pengurus BUM Desa dapat disetarakan dengan materi kuliah di universitas dengan berbagai program studi, sehingga berkesempatan mendapat gelar sarjana S1 maupun doktor.
Sampai saat ini program tersebut telah dilaksanakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Bojonegoro. Menyusul UNY dan Unesa, Rektor Unnes Fathur Rokhman menyatakan siap melaksanakan RPL Desa dan telah memulai dengan beberapa program yang berkaitan langsung dengan warga desa.
“Kerja sama Unnes dengan desa dilakukan dengan berbagai pola. Misalnya Unnes Lantip yang merupakan kerja sama dengan sekolah, Unnes Prigel berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan desa, Unnes Giat dimana sebuah kerja sama dilakukan dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Unnes juga turut serta membangun desa binaan melalui program desa lingkar kampus,” kata Rektor Unnes Fathur Rokhman.
Perkuliahan RPL Desa oleh Unesa menggunakan metode Problem Based Learning, yang mana mahasiswa membahas project yang akan dilakukan sesuai permasalahan yang ada di desa, tidak lupa para dosen merekam jalannya perkuliahan melalui zoom sehingga terdapat bukti proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang dicapai.
Selain FGD dilaksanakan pula penandatanganan nota kesepakatan antara Kemendes PDTT dengan Unnes tentang Tridharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai dasar keduanya bekerjasama dengan tugas dan fungsi masing-masing. (TD)












