Pemudik Lebaran Melonjak, Infrastruktur Jalan Dipersiapkan

jalan-lintas-timur-sumatera-skema-kpbu-tingkatkan-kenyamanan-dan-keselamatan-jalur-mudik-palembang-jambi-

Tabloid-DESA.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah pemudik Lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang. Untuk mengantisipasi masa mudik lebaran, pemerintah menyiapkan infrastruktur jalan jalur mudik lebaran.

Sekaligus hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna jalan menjelang Lebaran 2023. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah pemudik Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah/2023 Masehi mencapai 123,8 juta orang.

Jumlah ini naik sebesar 47 persen secara nasional dibandingkan tahun lalu. Bahkan, pengguna sepeda motor diprediksi akan mencapai 25,13 juta orang atau 20,3 persen dari total prediksi pemudik tahun ini.

Kemacetan di jalan nasional maupun tol kerap terjadi di masa mudik hari raya, khususnya puncaknya pada liburan Idul Fitri. Tersendatnya arus lalu lintas bisa disebabkan melonjaknya arus kendaraan di waktu yang sama. Bisa juga akibat kondisi infrastruktur jalan yang buruk, disebabkan jeleknya kualitas aspal, penyempitan jalan karena ada perbaikan, jembatan ambruk, hingga longsor.

Persiapan Jalan Jalur Mudik

Untuk itu, memasuki Ramadan dan menjelang masa mudik Lebaran 2023, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga turut mengambil peran dalam mendukung operasional dan kemantapan kondisi jalan. Dukungan ini dilakukan di jalan nasional/arteri maupun jalan tol yang menjadi jalur-jalur utama pemudik.

Kementerian PUPR terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Antara lain seperti Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta kementerian/lembaga lain yang terkait demi kesiapan dan kenyamanan pelayanan jalan nasional maupun jalan tol.

Demi mendukung kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan, Kementerian PUPR menyiapkan beberapa upaya. “Pertama melalui dukungan kondisi operasional dan kemantapan jalan serta tempat istirahat dan pelayanan (TIP/rest area). Kemudian dukungan operasional manajemen lalu lintas, serta dukungan untuk kenyamanan pengguna jalan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian.

Kementerian PUPR juga melakukan dukungan operasional manajemen lalu lintas melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri dan BUJT. Kolaborasi antarinstansi ini menyangkut layanan transaksi tol, layanan konstruksi, serta penyediaan aplikasi “Tol Kita” untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai kondisi lalu lintas, prakiraan cuaca, call center, peta jalan tol, CCTV jalan tol, lokasi gerbang in/out alternatif, nomor kontak pelayanan jalan tol, dan info rest area.(*)

 

sumber indonesia.go.id