Tabloid-Desa.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan pentingnay Dana Desa yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian negara, pada Indonesia Fintech Summit (IFS) 2022, Kamis (11/11/2022).
Luhut menjelaskan bahwa Dana Desa memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian. Dampaknya antara lain pembangunan jalan, jembatan, air bersih, irigasi, dan fasilitas kesehatan terpadu. Dana Desa sangat efektif. Banyak yang tidak tahu Dan Desa memberi dampak besar.
Dalam data yang dipaparkan Luhut, Dana Desa yang terhimpun sejak 2015 mencapai lebih dari Rp460 triliun. Hasil dari penyaluran dana itu meningkatkan desa atau daerah mandiri dari 173 pada 2015 menjadi 3.269 pada 2021.
Selain itu, jumlah daerah tertinggal dan sangat tertinggal menurun dari 4 1.315 pada tahun 2015 menjadi 23.028 pada tahun 2021. Lalu orang miskin di desa orang miskin di desa tercatat menurun dari 17,89 juta pada Maret 2015 menjadi 15,37 juta orang pada 2021.
Luhut awalnya merasa heran, meskipun Covid-19 (pandemi) sudah berakhir, ekonomi Indonesia hebat mungkin karena industrialisasi maju dan harga komoditas. Ternyata karena Dana Desa yang hampir Rp500 triliun selama 7 tahun ini berdampak kepada 74 ribu desa seluruh Indonesia yang setiap tahun menerima kurang lebih Rp1 miliar. Itu yang membuat ekonomi Indonesai tetap hebat.
Luhut menjelaskan bahwa kegiatan ekonomi terjadi di setiap desa karena distribusi Dana Desa ke 74 ribu desa lebih, kisaran 1 miliar per tahun setiap desanya. “Jadi uang itu berputar di dalam, tanpa melalui kementerian, dia langsung dari Kementerian Keuangan turun ke pedesaan tadi,” ujar Luhut.
Manfaat Dana Desa adalah sebagai berikut: pembangunan jalan 308 km, jembatan 1,58 ribu meter, pasar desa 12,2 unit, lapangan olah raga 29.210 unit, air bersih 1,30 juta unit, irigasi 80 ribu unit, 42 ribu kegiatan BUMD, dan 42 ribu unit fasilitas kesehatan yang terintegrasi. (*)
*informasi dilansir dari cnnindonesia.com












