Tabloid-Desa.com, JAKARTA – Penyebaran Covid-19 di Indonesia dinilai relatif terkendali. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menghapuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun 2022. Pemberian vakisn tetap dilakukan, Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster kedua bagi masyarakat yang sudah dapat diberikan kepada masyarakat umum secara gratis.
Meski pemerintah tidak lagi membatasi aktivitas masyarakat, pemantauan perkembangan kasus penyebaran penyakit tetap dilakukan. Data yang dilansir Tim Penanganan Covid-19 pada 01 Januari 2023 menunjukkan angka infeksi harian sebanyak 366 kasus, termasuk tujuh kematian. Dua hari kemudian, Selasa 3 Januari 2023, angka infeksi harian naik hampir 100 persen menjadi 652 kasus dan 13 kematian.
Angka penularan tercatat masih lebih dari 500 kasus per hari pada 6 Januari 2023 dengan total 519 kasus. Penurunan berlanjut dan pada awal minggu keempat Januari terdapat 119 kasus, dengan tujuh kematian.
Dalam pengambilan keputusan penghapusan PPKM, pemerintah menyampaikan perlunya masyarakat selalu mengutamakan program kesehatan. Gunakan masker terutama di dalam ruangan atau di keramaian.
Pemerintah selalu mendorong warga untuk mengambil tanggung jawab yang besar dan kolektif untuk melakukan praktik sehat. Karena untuk membendung wabah corona, dengan mengurangi kecepatan penyebarannya.
Berdasarkan banyak penelitian, mencuci tangan secara menyeluruh dapat mengurangi risiko penyebaran virus, termasuk virus corona, hingga 35%. Mengenakan masker, sebaliknya, dapat mengurangi risiko tertular virus corona hingga 45% jika menggunakan masker kain dan 75% jika menggunakan masker medis.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya vaksinasi untuk selalu meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan, tingginya tingkat imunitas masyarakat terhadap virus SARS-COV-2 menjadi salah satu alasan di balik pencopotan PPKM tersebut.
Berdasarkan kajian Juli 2022 yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu, tingkat imunitas penduduk Indonesia mencapai 98,5 persen. Tingkat kekebalan penduduk Indonesia mencapai 87,8 persen pada Juli 2022, bahkan lebih tinggi dibandingkan Desember 2021.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa tingginya imunitas tersebut merupakan hasil dari program vaksinasi. Saat ini, tidak kurang dari 448 juta dosis vaksin telah diberikan kepada penduduk Indonesia. Menurut laporan terbaru, total penduduk Indonesia yang menerima dosis pertama vaksin pada Kamis (29 Desember 2022) sebanyak 204.014.895 orang atau 86,94% dari total penerima vaksin.
Sementara itu, 74,47% individu sasaran menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, yaitu. 174.755.560 orang. Vaksin booster ketiga diberikan kepada 68.492.422 subjek atau 29,19%. 1.165.775 orang menerima vaksin dosis keempat yaitu H. hanya 5,06% dari target penerima vaksin yaitu. H. tenaga medis dan lanjut usia atau lebih dari 60 tahun. Tidak diperlukan tiket
Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah menunjukkan efektivitas vaksin tersebut dalam memperlambat penyebaran virus penyebab Covid-19 di tanah air, serta meningkatkan ketahanan masyarakat Indonesia. memberikan dosis kedua vaksin Covid-19 kepada masyarakat.
“Usia diatas 18 tahun bisa mendapatkan second boost tanpa harus menunggu tiket/undangan. Pendaftaran masih dilakukan secara manual sambil menunggu persiapan Pcare dan PeduliLindend.” Hal itu disampaikan Muhammad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jakarta.
Aturan terkait tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua Bagi Masyarakat yang diperintahkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada 20 Januari 2023. perlu dicatat bahwa sesuai dengan surat edaran Covid-19 – suntikan kedua vaksin dapat diberikan kepada masyarakat umum (18 tahun ke atas) mulai 24 Januari 2023.










