• Sen. Agu 15th, 2022

Antisipasi Bencana Alam, Herman Deru Siagakan Personil dan Peralatan

Byadmin

Nov 17, 2021

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Guna mengantisipasi terjadinya bencana alam dimusim penghujan dibutuhkan kesiapan yang matang. Karena itu Pemerintah Provinsi Sumsel bersama 17 Kabupaten/kota melakukan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi yang dipusatkan di  Pelataran Venue Shooting Range Jakabaring Sport City  (JSC) Palembang, Selasa (16/11).

Dalam apel tersebut bertindak sebagai pimpinan apel, Gubernur  H Herman Deru berkesempatan memeriksa pasukan satgas  bencana  Kabupaten/kota yang tergabung dalam kesiapsiagaan personil dan peralatan bencana di Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam amanatnya  Gubernur Herman Deru menyebut,  kondisi geografis   Sumsel dengan dataran tinggi (Pegunungan) dibagian barat  yang meliputi Kota Pagar Alam,  Kabupaten Lahat, Kabupaten  Muara Enim dan Kabupaten OKU Selatan rawan terjadi  bencana alam  seperti tanah longsor, banjir bandang dan angin puting beliung. Sedangakan Sumsel dibagian timur didominasi dataran rendah  dan perairan yang meliputi  Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten  Ogan Komering Illir, Kabupaten  Ogan Ilir dan Kota Palembang. 

“Dengan kondisi tersebut  berpotensi  terjadinya banjir akibat  luapan  sungai dan genangan saat hujan  akan terjadi. Selain itu kawasan tersebut juga rawan  diterpa angin puting beliung,” jelasnya.

Herman Deru menyebut serangkaian bencana alam tersebut sudah menjadi hal yang biasa, namun dampak yang ditimbulkan perlu penanganan yang serius. Sebab kadang kala bencana alam  sampai merobohkan rumah tempat tinggal dan sarana-prasarana umum. Bahkan ada yang sampai merenggut korban jiwa.

“Untuk itu seluruh masyarakat yang bermukim diwilayah yang berpotensi terjadinya bencana dampak dari musim penghujan patut untuk lebih waspada,” harapnya.

Herman Deru  memprediksi  di akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 wilayah Sumsel masuk dalam   musim penghujan, dimana curah hujan yang tinggi akan berpengaruh terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Akibat pengaruh pasang surut, beberapa waktu   lalu telah terjadi   bencana banjir bandang di Kabupaten Empat Lawang dan  Ogan Komering Ulu yang mengakibatkan beberapa unit rumah roboh dan  jembatan gantung putus serta merusak badan jalan,” jelasnya.

Lebih jauh Herman Deru merinci sepanjang   2021 tercatat  138 kali kejadian bencana  yang terjadi di Sumsel. Dari jumlah tersebut  yang terbanyak kebakaran rumah penduduk  yakni   92  kejadian. Selanjutnya  banjir 15 kejadian,   tanah longsor 6 kali, angin puting beliung 20  kali kejadian, sedangkan banjir bandang 5 kali kejadian  yang kesemuanya menyebabkan   4.874 KK atau  2.673 jiwa  terdampak.

“Saya sambut baik digelarnya apel pagi ini. Saya intruksikan  seluruh   personil penanggulangan bencana  untuk selalu siap siaga  termasuk sigap dalam melakukan evakuasi,” pungkasnya. 

Dilain pihak  Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, H Iriansyah dalam laporannya  menyebutkan jika berkaca pada perakiraan cuaca  perlu waspada disaat memasuki  musim penghujan di akhir tahun 2021  untuk wilayah  Sumsel.

“Adanya potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa wilayah di Sumsel, karena itu   perlu pencegahan dan kesiapsiagaan, berupa penyiapan personil dan mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana,” jelasnya.

Dia menyebut setidaknya ada  850  personil yang akan disiapsiagakan dalam antisipasi dampak bencana.  Kesemuanya  dilengkapi   sarana prasarana  dari masing-masing dinas/instansi dan stakeholder terkait. 

“Mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana untuk membantu penyaluran  bantuan berupa  pertolongan  untuk penyelamatan dan evakuasi sebagai bentuk  minimalisir kerusakan sarana prasarana maupun jatuhnya  korban jiwa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Sedangkan  bencana yang ditimbulkan dari  hidrometeorologi  meliputi  bencana  banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang.

Nampak turut hadir dalam apel kesiapsiagaan bencana kali ini,  Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H, Kepala Pengadilan Tinggi Agama Palembang Drs. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H, Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K, M.H, Bupati Oku Timur H. Lanosin Hamzah, S.T, Bupati Muratara H.Devi Suhartoni, Wakil Bupati Lahat Haryanto.*