Turun 98 Persen Angka Kematian Bayi di Sumsel

# BPS Sumsel Rilis Long Form SP2020

Tabloid-DESA.com, PALEMBANG – Pembangunan bidang kesehatan yang ditandai dengan peningkatan jumlah puskesmas di Indonesia sebesar 17,75 persen menyebabkan penurunan tajam risiko kematian anak. Di Sumatera Selatan, angka kematian bayi turun tajam hingga 89 persen selama 50 tahun terakhir.

Ketersediaan sarana prasarana medis yang didukung oleh tenaga medis dan non medis mengakibatkan banyak bayi dan ibu yang terselamatkan selama proses persalinan.

Berdasarkan rilis  Kepala BPS Sumsel, Zulkipli melalui Statistisi Madya BPS Sumsel, Eko Tris Darmanto live streaming BPS Sumsel terkait  Long Form SP2020, Senin (30/1) siang menyebut, kebijakan transmigrasi yang dibuat pemerintah pada puluhan tahun silam memberikan dampak pada penyebaran penduduk termasuk kebijakan program Keluarga Berencana (KB) dinilai efektif dalam  untuk menekan angka  kelahiran.

Di Sumsel, lanjut Eko, selama 50 tahun (periode 1971-2022) di Sumsel, angka kematian anak menurun hampir 89 persen.

“Angka kematian bayi (IMR) menurun signifikan dari 25 per 1000 kelahiran hidup pada Sensus. Penduduk 2010 menjadi 16,78 per 1.000 kelahiran hidup pada Long Form SP2020,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan pelayanan dan infrastruktur kesehatan, peningkatan persentase bayi yang divaksinasi lengkap, dan peningkatan rata-rata lama pemberian ASI menjadi faktor kelangsungan hidup bayi.

Berdasarkan long form SP2020, TFR Sumsel adalah 2,23 yang berarti rata-rata perempuan melahirkan sekitar 2 anak selama masa reproduksinya, meskipun ada juga yang melahirkan 3 anak.

“Angka Kematian Ibu (AKI) hasil Long Form SP2020 di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 175 yang artinya terdapat 175 kematian perempuan pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup,” tutup Eko.

Perlu dicatat bahwa jumlah penduduk provinsi Sumatera Selatan telah berubah selama 50 tahun terakhir dalam hal jumlah, distribusi dan struktur demografi. Hal ini dipengaruhi oleh peristiwa kependudukan yang terjadi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (mobilitas penduduk).*