Ratusan Triliun Dana Desa Selama 7 Tahun dan meningkat tahun 2023, Bagaimana Hasilnya ?

dana operasional desa penggunaan 2023

Lembaga ekonomi desa juga semakin bergerak, meningkatkan perekonomian warga desa, kata Mendes. Untuk meningkatkan ekonomi desa melalui BUMDes dan patungan, dana desa sebesar Rp 5,8 triliun telah dialokasikan sebagai Modal Badan Usaha Desa (BUM Desa) antara tahun 2015 dan 2022.

Hasilnya, PDTT Kementerian Desa mengindikasikan bahwa di 60.417 desa, pembagian manfaat BUMDesa menerima 1,8 triliun rubel dari pendapatan asli desa. Pada tahun 2014, baru terbentuk 8.189 BUM Desa. Kini, di tahun 2022, tak kurang dari 60.417 BUMD telah beroperasi. Tercatat pula 6.583 BUM Desa Bersama didirikan sebagai koperasi usaha desa.

Negara membayar anggaran desa Rp 470 triliun antara 2015 dan 2022 atau tujuh tahun terakhir. Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Migrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membagikan informasi tersebut kepada sejumlah wartawan di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (14/01/2023).

Menurut Halim, penyaluran dana ratusan triliun itu mulai terasa hasilnya bagi masyarakat di desa-desa di Indonesia. “Hasilnya sangat dirasakan oleh masyarakat di manapun, baik di kota, desa, di perbatasan, di pulau paling terpencil dan tertinggal. Intinya masyarakat sudah mulai merasakan manfaat dari dana desa,” kata Halim.

Selain itu, kata Halim, dana desa akan meningkat menjadi Rp 70 triliun pada 2023 dari sebelumnya Rp 68 triliun.
Tentu saja, keadaan ini memungkinkan penduduk desa menikmati hasil pembangunan. Bertepatan dengan peringatan 9 tahun lahirnya UU Desa, Halim mengajak perangkat desa, pendamping desa dan praktisi desa, serta masyarakat untuk meningkatkan peran aktif dalam pembangunan desa. Sehingga pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM di desa dapat terwujud sesuai harapan Presiden Joko Widodo.

“Dengan memperkuat sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi di desa, maka mewakili 84 persen pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” kata Halim.

Kedepan akan semakin banyak produk dari desa Indonesia seperti kopi, beras organik, kopra, rumput laut, vanilla, kacang mete, anyaman, pisang Cavendish, lada putih dan ikan koi yang kompetitif. kompetitif dan siap untuk berdagang di pasar internasional. (*)