Tag Archives: Siskeudes

Herman Deru Optimis Implementasi Aplikasi Siskeudes Ciptakan Pengelolaan Keuangan Lebih Transparan dan AkuntabEL

Tabloid-DESA.com Palembang – Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri pembukaan Bimbingan Teknis Implementasi Pendalaman Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0.4 Kabupaten OKUT Tahun 2022, Rabu (11/5) di Hotel Wyndham. 

Melalui bimbingan ini Herman Deru berharap pengelolaan keuangan desa di Sumsel dan khususnya di Kabupaten OKU Timur  yang sudah baik selama ini semakin lebih baik, transparan dan akuntabel.

Menurut Herman Deru semua bimbingan yang dilakukan pada pengelolaan keuangan desa ini adalah untuk mengimplementasikan UU Nomor 6 Tahun 2014 beserta regulasi dan turunan  Peraturan Menteri sampai dengan Pergub dan Perbup. 

“Kenapa OKU Timur  spesial karena sangat minim terjadi penyalahgunaan? karena sebelum 2014 kita sudah mulai gunakan stimulan percepatan infrastruktur desa (Spides) jadi sudah tidak heran lagi apalagi saat itu belum ada aplikasi seperti ini,” jelasnya. 

Iapun mengapresiasi Pemkab OKU Timur  telah menggelar bimbingan ini  dengan menggandeng pihak terkait seperti BPKP dan lainnya. Sehingga pengelolaan keuangan desa ini tetap dalam koridornya. 

“Saya apresiasi sekali atas bimbingannya dan upayanya meluruskan mens rea. Karena dengan niat baik dan perencanaan yang baik produk yang dihasilkan juga akan baik,” terangnya. 

Lebih jauh Herman Deru berharap nantinya semua Desa dalam pengelolaan keuangan desa wajib menggunakan aplikasi ini sehingga dalam pengelolaan dana desa akan lebih transparan dan dilapangan nanti akan terhindar dari perbuatan yang berhubungan dengan hukum. 

Pelatihan ini dilaksanakan karena adanya perubahan aplikasi Siskeudes terbaru versi 2.0 yang menyesuaikan Permendagri Nomor 20 tahun 2018 yang merubah Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa secara otomatis aplikasi Siskeudes tersebut berubah. 

“Mudah-mudahan dengan aplikasi yang terbaru ini nantinya para perangkat desa dapat lebih mudah dalam melakukan semua kegiatan pengelolaan keuangan desa dengan komputerisasi,” jelas Herman Deru. 

Iapun  berpesan agar peserta kegiatan yang digelar selama 3 hari ini dapat  mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga hasil pelatihan ini bisa diterapkan dan diimplementasikan dilapangan. 

Seperti diketahui bahwa Dana yang diberikan oleh pamerintah ke Desa  harus dikelola dengan transparan, akuntabel, partisifatif, tertib dan disipilin anggaran. 

Agar adanya tranparansi dan akuntabel dalam pengelolaan Dana Desa, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang terdiri dari Inspektorat Kementerian/Lembaga/Pemda keuangan Desa akan mengawal keuangan desa yang lebih akuntabel sesuai dengan amanat Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Untuk mendorong akuntabalitas pengelolaan keuangan desa maka BPKP mengembangkan aplikasi tata kelola keuangan desa melalui Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). 

Aplikasi Siskeudes merupakan alat bantu yang diperuntukkan untuk pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa mulai tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban secara komputerisasi dan semua desa akan diwajibkan untuk menggunakan aplikasi ini. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPKP Provinsi Sumsel Buyung Wiromo Samudro, Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.*

Percepatan Implementasi Aplikasi Siskeudes di Kabupaten Muba Melalui Workshop

siskeudes4Tabloid-DESA.com SEKAYU – Sebanyak 227 Kepala Desa beserta Perangkat Desa dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hari ini, Senin (29/10/2018) memenuhi Opproom Pemkab Muba dalam rangka mengikuti Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
Continue reading Percepatan Implementasi Aplikasi Siskeudes di Kabupaten Muba Melalui Workshop

Mendes PDTT: Tidak Ada Lagi Alasan Tak Gunakan Siskeudes

SISKEUDES

Tabloid-DESA.com TASIKMALAYA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meresmikan kawasan perdesaan Panca Mandala di Kelurahan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai Desa Broadband Terpadu (DBT). Kemudahan akses internet diharapkan akan memudahkan penggunaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Continue reading Mendes PDTT: Tidak Ada Lagi Alasan Tak Gunakan Siskeudes

Siskeudes dan Pembangunan Keuangan Desa 

MOU22

Tabloid-DESA.com – Keberadaan sistem keuangan desa atau siskeudes yang diterapkan sejak tahun 2015 lalu, diharapkan dapat membantu Kepala Desa memudahkan tata kelola seluruh sumber penerimaan yang diperoleh pemerintahan desa. Meski saat ini masih dalam tahapan pengelolaan dana desa, namun cita-cita besarnya adalah setiap desa mampu mengelola pendapatannya secara terbuka dan profesional. 

Continue reading Siskeudes dan Pembangunan Keuangan Desa 

Pak Kades, Ini Tanggung jawab mu

 

Kartun Dana Desa

Tabloid-DESA.com – Kepala desa merupakan top leader atau pemimpin utama sebuah desa. Kades di pilih oleh masyarakat setempat, lewat pemilihan umum kepala desa. Para warga memilihnya bukan karena Kades lebih kaya dari warga lain, tetapi kades dipilih karena dianggap mampu menjalankan pemerintahan desa. 

Karena warga memandang Kades, bukan hanya sekedar mampu mengajak, mendidik, dan membangun masyarakatnya saja. Tetapi seorang kades di mata warga lebih dari yang lainnya. Lebih pintar, lebih cakap, lebih berani, lebih beriman, bahkan lebih mampu secara finansial.

Perayaan kemenangan kades mungkin sudah dua tahun berlalu, tetapi acara yang sangat berkesan membuat banyak warga terus memperbincangkannya. Bukan sekedar lezatnya daging sapi bakar, dan sop dari empat sapi dan dua kerbau yang dibagikan pada hari tersebut. Namun, maraknya pembangunan yang terjadi didesa mereka. Ingatan warga masih melekat ketika musim hujan, bagaimana jalan-jalan desanya akan berlumpur dan sulit di lalui kendaraan bermotor. Kini, sebagian sudah diaspal dan para warga lebih tenang melalui jalanan yang mulus menggunakan sepeda dan mobil tua mereka.

Alangkah cemburunya warga desa sebelah, melihat perkembangan tersebut. Muncul sedikit penyesalan karena salah memilih seorang pemimpin yang “tidak becus” mengurus desa. Timbul keinginanan untuk pindah kedesa sebelah yang lebih maju, tetapi malu dengan keluarga besar. Usut punya usut, ternyata kepala desa tidak mampu menggunakan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah. Dua tahun terakhir, desa yang mereka tempati hanya membangun sebuah jalan setapak, yang nyaris tidak memberi efek bagi warga setempat. Karena jalan tersebut langsung menuju rumah Kades. Terasa hancur hati warga desa.

Selang beberapa bulan kemudian, warga kampung sebelah tersebut riuh. Lantaran beberapa orang aparat kepolisian membawa sang Kades, yang diduga telah salah menggunakan uang dana desa. “Syukurlah, memang dia layak menerimanya,” ujar salah satu warga yang sakit hati.

Sebenarnya, hal tersebut tidak perlu terjadi jika sang kepala Desa mampu berkomunikasi mengajak perangkat desa dan warganya bersama-sama bermusyawarah, memecahkan persoalan dan mencari solusi atas apapun yang sedang dihadapi. Gotong royong yang sudah melekat dalam diri masyarakat desa, menjadi dogma utama yang selalu dilakukan sebelum memutuskan sesuatu perkara. Sayangnya, kepala desa merasa mampu melaksanakannya sendiri, karena beberapa waktu lalu dia pernah ikut memborong pekerjaan pemerintah setempat. Akibat sikap sombongnya, kini sang Kades harus berhadapan dengan polisi, dan seluruh warga kampung sebelah merasa malu.

Berterus terang dan mengutamakan musyawarah, menjadi hal utama bagi kepala desa untuk membawa desanya agar lebih maju. Bukan hanya memusyawarahkan apa menjadi prioritas untuk dibangun menggunakan dana desa tersebut, tetapi juga berterus terang soal pendanaan yang diterima. Sang Kades adalah seorang pemimpin, sudah seharusnya tidak merasa silau dengan keberadaan uang negara untuk membangun desanya. Seharusnya, sang kades adalah tauladan warganya, dan seharusnya tetap menjaga harkat dan martabat diri dan keluarganya dari kesalahan fatal, yang berujung penjara.