#PrayForCianjur : Kawasan Gempa Cianjur Termasuk Kawasan Kerawanan Tinggi Gempa Bumi

Bagikan:
gempa bumi cianjur bmkg

Gempa magnitudo (M) 5,6 yang melanda Kabupaten Cianjur Jawa Barat, pada Senin 21 November. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebaran pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya.

Menurut Badan Geologi, kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Badan Geologi akan mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana guna melakukan pemetaan dampak gempa bumi dan memberikan rekomendasi teknis guna membantu pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi lokasi bencana.

Gempa susulan terjadi mencapai lebih 100 gempa. Hingga Senin malam pukul 24.00 WIB, BMKG stasiun Bandung mencatat ada 97 kali gempa susulan.

“Update susulan gempa bumi Cianjur 5.6 magnitudo, hingga pukul 22 November 2022 pukul 00.00 WIB, terjadi 97 gempa dengan terbesar tinggi getaran 4.2 dan terkecil 1.5 magnitudo,” ujar kepala Stasiun BMKG Bandung, Teguh Rahayu dalam keterangan pesan singkatnya, Selasa (22/11/2022), yang dikutip dari Tribun Jabar.

Lalu dari 00.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari tadi, BMKG Wilayah 2 melalui Twitter resminya menyebut terjadi sembilan kali gempa susulan.

Terbaru, pada Selasa (22/11/2022) pukul 05.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 115 gempa.
Korban dan Kerugian

Gempa magnitudo (M) 5,6 yang melanda Cianjur , menyebabkan, setidaknya 162 orang meninggal dunia. Sebanyak 326 warga pun tarcatat mengalami luka-luka, dari yang luka sedang hingga berat.

Sementara itu kerugian material ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah akibat begitu banyaknya rumah-rumah yang rusak. Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 itu juga membuat sedikitnya 13.784 orang mengungsi. Adapun rumah dan bangunan yang rusak akibat gempa Cianjur mencapai lebih dari 2.000 unit.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kami juga mengimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa susulan,” kata Rahayu.

“Jika akan ada warga yang tetap tinggal di dalam rumah, direkomendasikan untuk diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbuhnya.

Bagikan: