STUDY

Tabloid-DESA.com SEMARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba terus bergerak untuk melakukan akselerasi dalam mewujudkan salah satu Program Prioritas Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi dalam mewujudkan visi Muba Maju Berjaya 2022, yaitu mewujdukan Muba Smart Regency. Guna mempelajari sistem manajamen Smart City, Kali Dinkominfo Muba didampingi Staf Ahli Bupati Muba Bidang Pembangunan Ali Badri dan Staf Khusus Bupati Muba Bidang Infrastruktur, Investasi dan City Branding Joyce Sandra mengunjungi Pemerintah Kota Semarang, kamis (23/11).

Kunjungan ini diterima oleh Kepala Dinkominfo Semarang yang diwakili oleh Kepala Bidang Layanan Electronical Government Taufik Hidayat di Pusat Informasi Publik Dinkominfo Kota Semarang.  Menurut Taufik, Pemerintah Kota Semarang sudah mendeklarasikan dan menerapkan konsep Smart City sejak tahun 2013 dan saat ini Kota Semarang terpilih menjadi 1 dari 25 kota se-Indonesia dan diundang mewakili Indonesia untuk studi Smart City ke Benua Eropa.

“Keseriusan dan komitmen untuk terus mewujudkan pengembangan berbagai inovasi yang berfokus pada peningkatan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan masyarakat dan pelalu usaha inilah yang menjadi kunci keberhasilan Semarang Smart City. Konsep SMART yang diterapkan dalam berbagai sistem pelayanan online di Kota Semarang meliputi unsur Systemic (terhubung sistem), Monitorable (dapat dipantau), Accessible (mudah diakses), Reliable (dapat dipercaya), serta Time Bound (batasan waktu) telah menempatkan Kota Semarang naik kelas dalam indeks persepsi korupsi hingga peringkat ke-3 di 2015.  Bukan hanya itu saja tingkat kepercayaan dan kepuasan publik meningkat dan investasi Kota Semarang pun melesat naik”, ujar Taufik.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan mengatakan bahwa hal-hal positif terkait penerapan smart city di Semarang perlu dicontoh. “Sistem disini sudah terintegrasi dan saling dukung antara satu perangkat daerah dengan lainnya, kemudian sistem disini secara keseluruhan dapat dipantau secara online oleh kepala daerah, perangkat daerah terkait ataupun masyarakat melalui smartphone. Kita perlu belajar dan mencontoh Dinkominfo Semarang dalam pengelolaan smart city, khususnya dalam hal manajemen Sumber Daya Manusianya,” ujar Ali Badri.

Sedangkan menurut Kepala Dinkominfo Muba Akmal Edy melalui Sekretarisnya Dicky Meiriando mengatakan bahwa secara infrastruktur sebenarnya Muba tidak kalah dibandingkan Semarang. “Kita sudah punya jaringan fiber optik sendiri yang telah menyambung ke seluruh perangkat daerah, kiya sudah bangun data centre room dan saat ini kita sedang membangun command centre room. Hanya saja sistem yang kita miliki belum terintegrasi antar satu perangkat daerah dengan perangkat daerah lain. Disini sudah terintegrasi dengan baik sehingga semua pelayanan secara online telah berjalan optimal. Untuk itulah kita kesini untuk mempelajari strategi Dinkominfo Semarang melakukan hal tersebut, sehingga nantinya bisa dilakukan juga di Muba”, jelas Dicky Meiriando.

Terpisah Staf Khusus Bupati Muba bidang Infrastruktur, Investasi dan City Branding mengatakan pembangunan infrastruktur Semarang Smart City yang didanai lewat program Corporate Responsibility (CSR) perlu dilakukan juga di Muba.

“Kita disini berkesempatan meninjau Pusat Informasi Publik, Semarang Digital Kreatif dan Wifi Area yang dibangun dengan dana CSR, hal seperti ini patut dicontoh. Kita juga berharap kedepan perusahaan yang berada di Muba dapat mendukung Program Muba Smart Regency melalui dana CSR-nya,” ujar Joyce Sandra.

Comments

By admin

Leave a Reply