Vanuatu Tak Lagi Kritik Indonesia di Forum PBB

Bagikan:

Tabloid-DESA.com, NEW YORK – Bicara dalam forum sidang majelis Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pemerintah Vanuatu kerap menyinggung masalah HAM yang terjadi di Papua. Namun kali ini Presiden Republik Vanuatu Nikenike Vurobaravu tidak menyinggung soal itu dalam Sidang Majelis Umum PBB yang digelar pada Jumat (23/9).

Tingkat kematian yang masih tinggi akibat pandemic Covid-19 menjadi sorotan dan isu utama yang disampaikan pada sidang umum kali ini, Vurobaravu berbicara soal kondisi Vanuatu yang kini perlahan bangkit setelah pandemi Covid-19.

Vurobaravu mengatakan situasi dunia juga makin menyulitkan, seperti inflasi, disrupsi suplai rantai makanan, dan naiknya harga minyak dunia akibat perang Rusia dan Ukraina.

“Hal ini meningkatkan krisis kemanusiaan yang saat ini sudah kita hadapi,” kata Vurobaravu.

Dia menuturkan saat ini masyarakat mengalami situasi sulit. Menurut Vurobaravu, akibat kondisi dunia sekarang, banyak keluarga kesulitan mendapatkan makan, membayar tagihan, dan sekadar memenuhi kebutuhan dasar.

“Kesulitan ini bisa kita hindari dengan melakukan diplomasi yang lebih cerdas dan kebijakan makro ekonomi yang lebih tepat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Vurobaravu juga banyak berbicara soal krisis iklim di dunia. Ia mengatakan, saat ini telah banyak terjadi gelombang panas, kebakaran hutan, badai parah, hingga kenaikan air muka laut. *

Bagikan: