Pemdes Tambahasri Gelar Kegiatan Posyandu ILP: Pembagian Vitamin, PMT Hingga Penyuluhan Tentang Penggunaan Obat

PERBAIKI DERAJAT KESEHATAN: Ratusan warga desa Tambahasri dari berbagai usia  tampak bersemangat hadir dalam kegiatan Posyandu ILP yang memberikan aneka layanan kesehatan.

TABLOID-DESA.COM, TUGUMULYO MUSI RAWAS—Demi terus menjaga kesehatan warga, Pemerintah Desa Tambahasri secara  rutin menggelar kegiatan posyandu setiap bulan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Tambahasri Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Rabu (20/09/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebur petugas kesehatan Puskesmas L Sidoharjo (PKL) Juru Imunisasi (Jurim) Edi Sukamto, Amd.Kep, Poningsih, S. Kep, Sumali, S. Kep. Ners, Marmini, Am. Keb, Apt. Jella Iranda, S. Farm, Nuraini, Am. Kep,bidan desa Uci Widiastuti, Amd. Keb, seluruh kader posyandu, peserta posyandu balita, lanjut usia (Lansia), Posyandu Remaja (Posrem).

CERIA: Tampak ibu-ibu dan anak cucunya ceria saat mendapatkan layanan kesehatan.

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang ditetapkan oleh pemerintah seiring waktu sudah berjalan walaupun belum maksimal karena terkendala oleh waktu dan tempat. Kegiatan  posyandu bulan Agustus juga bersamaan dengan pembagian vitamin. Warna biru untuk anak yang berusia 6 bulan sampai 11 bulan sedangkan yang merah diberikan kepada anak-anak yang berusia 12 bulan sampai 5 tahun. Ada juga makanan tambahan (PMT) berupa bubur kacang hijau untuk semua peserta dan susu.

KOMPAK: Kader Posyandu dan tenaga kesehatan lainnya kompak dalam melayani warga.

Semua kader posyandu tetap semangat menjalani tugas-tugasnya, bekerja menurut tugasnya masing-masing ada yang di meja pendaftaran,di meja penimbangan, tensi, meja pelayanan dan meja penyuluhan semuanya bekerjasama saling membantu dan selalu kompak dalam kegiatan posyandu untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tambahasri.

KESEHATAN BALITA: Tampak seorang balita sedangkan mendapatkan layanan kesehatan. 

Muslim ,dusun 5 yang siaga sekali mendampingi istrinya Sarohzatun yang baru mempunyai anak pertama Chalista Hanum Aurora berumur dua bulan, lahir dengan berat badan 2,5 kilogram dan sekarang sudah 4,7 kilogram dan mendapatkan imunisasi DPT, sangat senang sekali dengan pelayanan yang ada di posyandu.

Bukan hanya ibu-ibu yang rajin memantau perkembangan anak, tapi Muslimin ketika ditanya Tabloid Desa, merasa senang sekali ketika mengantar langsung si buah hati untuk mendapatkan pelayanan dari posyandu.

Petugas kesehatan Puskesmas L Sidoharjo Apt.Jella Iranda, S. Farm, pada kesempatan ini memberikan sosialisasi tentang Gerakan Masyarakat Menggunakan Obat, Penggunaan P3K untuk balita dan orang tua dan Beyond Use Date (masa simpan obat) dan cara Bijak Gunakan Antibiotik.

PENYULUHAN: Memberikan bekal pemahaman kesehatan dan berbagai seluk beluk lainnya.

Jella Iranda menyampaikan  tips penggunaan obat yang tepat yaitu gunakan obat sesuai aturan pakai yang terdapat pada lebel atau etiket obat. Obat antibiotik harus dikonsumsi sampai habis, hindari dosis ganda, cek tanggal (waktu kadaluwarsa obat sebelum digunakan), jika lupa menggunakan obat, segera gunakan ketika ingat, tinggalkan minum obat jikalau waktu sudah mendekati minum obat selanjutnya, simpan obat sesuai petunjuk dalam kemasan yang ada, biasanya disimpan di tempat yang sejuk dengan tutup yang baik dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Kegiatan Posrem pelayanan bagi anak-anak dan remaja.

Bijak gunakan Antibiotik, yaitu menggunakan antibiotik harus dengan resep dokter, tidak gunakan antibiotik berdasarkan resep lalu, jika sakit lebih dari tiga hari hubungi dokter, jikalau batuk, pilek tidak perlu antibiotik cukup istirahat dan makan bergizi, dan terlalu sering minum antibiotik dapat menimbulkan penyakit menjadi kebal terhadap obat yang mengakibatkan pengobatan menjadi lama dan lebih sulit dilakukan.

Jella Iranda juga menyampaikan Beyond Use Date yaitu batas waktu penggunaan produk  obat setelah kemasan primernya dibuka atau dirusak.

Seperti Puyer/kapsul sediaan racikan batas waktunya maksimal 6 bulan setelah diracik, sirup, suspensi dll sediaan menggunakan air batas waktunya tidak lebih dari 14 hari, salep, krim, Gel sediaan tropikal/dermal batas waktu penyimpanan 30 hari, sediaan sirup kering penggunaan maksimal 7 hari setelah diencerkan dan sediaan Insulin penggunaan kemasan belum dibuka ikuti ED kemasan simpan pada suhu 2′-8’C dan kemasan yang sudah dibuka maksimal 28 hari setelah pertama digunakan simpan pada suhu ruang.

Untuk itu pemberian obat apa pun itu sudah ada aturannya semua. Jadi jangan sampai menyalahi aturan tanpa resep dokter, karena penggunaan obat yang kurang tepat akan menimbulkan keracunan dalam tubuh kita, bukan menyembuhkan tapi menambah masalah baru, ujarnya tersenyum.

Laporan Wartawan: Hosiaroba

Editor: Sarono P Sasmito