Pecahkan Rekor Internasional, Al-Ittifaqiah Indralaya Kirim 150 Santri ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir: Mudrik Qori:  Jadilah Duta Islam Moderat Untuk Membangun Umat di Tanah Air

BAHAGIA TAK TERPERI DAN INVESTASI DUNIA AKHIRAT: Capaian itulah yang dirasakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, masyarakat Sumatera Selatan dan Indonesia  ketika lembaga pendidikan ini  berhasil menorehkan kembali prestasi luar biasa dengan memberangkatkan 150 santri  kuliah Strata 1 di Universitas Al-Azhar  Kairo Mesir. Tampak mereka foto bersama menjelang momen keberangkatan tersebut. 

TABLOID-DESA.COM, IINDRALAYA OGAN ILIR –Seolah tak pernah henti dari menorehkan berbagai prestasi spektakuler.  Pondok Pesantren (Pon Pes) Al-Ittifaqiah Indralaya pimpinan Drs. KH. Mudrik Qori, M.A. yang bertengger sebagai salah satu dari 20 pondok pesantren berpengaruh di Indonesia, kembali memperkokoh posisinya sebagai lumbung kader ulama internasional.

SOSOK FENOMENAL DAN PERKADERAN YANG SUKSES: Tak pelak publik tanah air  makin meneguhkan pengakuan bahwa Drs. KH Mudrik Qori, MA adalah sosok yang berhasil mengantarkan Ponpes Al-Ittifaqiah ke berbagai puncak prestasi. Ini membuktikan bahwa strategi, managemen dan pola perkaderan yang beliau terapkan ke para ustadz, ustadzah dan para santri termasuk kehadiran H Muhammad Iqbal Direktur Haromain Al-Ittifaqiah makin mengokohkan eksistensi lembaga pendidikan ini.  

Tahun ini, pesantren kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan dan Indonesia  yang berciri khas pendidikan Al-Qur’an ini mencatatkan sejarah besar dengan memberangkatkan total 150 santri untuk melanjutkan studi strata satu (S1) di Universitas Al-Azhar, Mesir. Capaian itu juga menjadi bagian dari sinergi Global dengan Al-Azhar Kairo Mesir  dengan dua  Lembaga Kunci: Ma’had Azhari & Markaz Tathwir. Kondisi itu menjadikan kebanggaan luar biasa datang dari 39 santri berprestasi yang merupakan penghafal Al-Quran (Hafiz/Hafizah) 30 Juz.

Kelompok ini berhasil lulus ke Universitas Al-Azhar Mesir melalui jalur khusus penerapan kurikulum Al-Azhar yang telah diintegrasikan di Al-Ittifaqiah dengan pengawasan langsung Al-Azhar Mesir.

PRESTASI MENJADI MAGNET KUAT: Kondisi itulah yang menjadikan Ponpes Al-Ittifaqiah makin diminati khalayak luas dalam dan luar negeri untuk menitipkan putra-putrinya di lembaga pendidikan yang menjadi mencusuar Indralaya Ogan Ilir Sumsel Indonesia ini.

​Lebih istimewanya lagi, ke-39 santri ini berangkat dengan status berprestasi dan beasiswa pembinaan, sehingga tidak perlu lagi mengikuti program dauroh bahasa dan langsung kuliah, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kualitas hafalan dan pemahaman kitab kuning santri Al-Ittifaqiah diakui langsung oleh pihak universitas Islam tertua di dunia tersebut.

Ustadz Eko Adhi, M.Pd.I selaku Kepala Biro Kaderisasi dan Kerjasama Al-Ittifaqiah Indralaya menjelaskan, “Betul, Al-Ittifaqiah indralaya telah tersertifikasi dapat menerapkan kurikulum internasional di bawah pengawasan langsung Al-Azhar  Kairo Mesir. Lulusan berprestasi dari program ini langsung dapat melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar Mesir tanpa test apapun dan istimewanya lagi juga tidak perlu mengikuti pembinaan level bahasa, karena termasuk kelompok penerima beasiswa jalur prestasi.”

Istimewanya, selain jalur excellent tersebut, sebanyak 111 santri lainnya juga baru diberangkatkan melalui jalur kerjasama resmi antara Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya dengan Markaz Tathwir Al-Azhar (Pusat Pengembangan Pendidikan Bagi Calon Mahasiswa Asing).

Jalur reguler pada kerjasama ini diberi nama program Haromain al-Ittifaqiah. Program ini diwujudkan dengan pembinaan intensif selama 6 – 9 bulan sesuai kompetensi anak anak. Menurut Ust Iqbal Harun Lc selaku Direktur, bahwa program ini bertujuan memastikan sejumlah 111 santri memiliki kesiapan bahasa dan akademik yang matang sebelum terjun ke bangku perkuliahan di Kairo.

“​Penerapan standar kualifikasi internasional ini merupakan bagian dari komitmen Al-Ittifaqiah Indralaya dalam menjaga mutu lulusan agar mampu bersaing di kancah global, khususnya di Timur Tengah”, tambah  Ustad Iqbal.

​Wejangan Pimpinan Pesantren

PRIBADI YANG HUMBLE PENUH KETELADANAN: Kesan itulah yang melekat erat pada sosok KH Drs. Mudrik Qori, MA. Termasuk saat memberikan wejangan kepada salah satu santriwati yang akan berangkat ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.  

​Dalam acara pelepasan yang dilaksanakan secara dua tahap, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Drs. KH. Mudrik Qori, MA menyampaikan rasa syukur dan harunya. Beliau menekankan bahwa keberangkatan massal 150 santri ini bukanlah sekadar angka, melainkan bukti nyata dari konsistensi pesantren dalam mencetak generasi Rabbani.

​”Ini adalah amanah besar. Kami menitipkan nama baik bangsa dan almamater. Kepada para santri, jadilah duta Islam yang wasathiyah (moderat) dan kembalilah ke tanah air untuk membangun umat,” ujarnya saat memberikan wejangan di hadapan wali santri yang hadir.

PENGALAMAN FANTASTIS DAN TOREHAN SEJARAH: Bagi ke-150 peserta yang berangkat ke Mesir itu adalah pengalaman fantastis yang sangat berharga dan akan menjadi tapakan penting bagi kehidupan mereka  dalam mewarnai pendidikan di tanah air ke depan. Tampak saat mereka berada di Bandara Internasional Soetta Cengkareng Indonesia.  

​Dengan keberangkatan 150 santri ini, Al-Ittifaqiah semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pesantren di Indonesia yang paling aktif mengirimkan delegasi pelajar ke Mesir setiap tahunnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi pesantren lain di tanah air untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan jaringan internasional, tegas Ustadz Eko dengan nada optimis.

Teks/Foto: Ustad Eko Adhi, MPd.I

Editor: Sarono P Sasmito