Herman Deru Apresiasi Gojek Terus Berinovasi Berikan Kemudahan Untuk Masyarakat 

# Buka Festival Swadaya Gojek

Tabloid-DESA, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi langkah dan terobosan yang dilakukan Gojek Palembang dalam memberikan perhatian kepada mitranya.

Salah satunya melalui Festival Swadaya Gojek “biso diandalke” dengan tema mitra Gojek hebat yang digelar di Kantor Gojek Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Jum’at (11/11).

“Pemerintah sangat berterima kasih karena aplikator ini menjadi salah satu sarana terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat. Terobosan dan program yang dibuat tentu sebagai bentuk perhatian kepada mitranya,” kata Gubernur Herman Deru, saat membuka Festival Swadaya tersebut.

Menurutnya, meski awalnya kehadiran transportasi online seperti gojek sempat mengalami pro dan kontra, namun gojek tetap mampu bertahan dan justru semakin melebarkan sayapnya.

Hal itu terjadi lantaran adanya dukungan yang besar dari masyarakat.

“Awal berdirinya gojek ini, kita ketahui memang sempat terjadi pro dan kontra. Penolakan dari ojek pangkalan dan taksi konvensional sempat terjadi. Tapi suka tidak suka, zaman menuntut untuk berkembang. Maka transportasi online yang memberikan kemudahan itu disambut baik oleh masyarakat dari berbagai tingkatan,” terangnya.

Namun, Herman deru menuturkan, berkembangnya gojek bersama ribuan mitranya di Sumsel khususnya di Palembang, harus disikapi dengan bijak.

Dimana, pihak aplikator harus penuh kehati-hatian dalam mengeluarkan kebijakan. Pasalnya, ketika aplikator mengeluarkan kebijakan yang dirasa memberatkan akan menimbulkan gelombang yang sangat terasa di dlam gojek.

“Sebab itu, upayakan jika akan membuat kebijakan harus duduk bersama dengan mitra yang tergabung. Rangkul mitra dalam memutuskan sesuatu. Sehingga kebijakan yang dibuat bermanfaat bagi semua pihak,” paparnya.

Terkait kebijakan suspend dan pemotongan untuk para mitra, Herman Deru terus mengupayakan agar hal itu dapat diminimalisir.

“Saya sering mendengar keluhan terkait suspend dari para driver. Termasuk juga potongan tarif yang diberlakukan aplikator kepada para driver. Kita upayakan agar pemotongan itu disesuaikan dengan daerah masing-masing,” tuturnya.

Sebab, dia menilai, setiap daerah memiliki tantangan dan tingkat ekonomi berbeda.

“Kita setuju aturan di pusat, tapi tarif lokal harusnya tetap diatur daerah. Karena tantangan di setiap daerah tidak sama. Ini yang kita inginkan dan sedang kita upayakan. Mudah-mudahan regulasi yang dibut dapat bermanfaat bagi semua pihak,” tegasnya.

Dia berharap, berbagai terobosan yang dilakukan gojek dapat terus menerus dilakukan.

“Mudah-mudahan ini berkesinambungan karena kita saling pengertian,” ujarnya.

Kepala Distrik Gojek Palembang Rizky Utama mengatakan, festival swadaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pihak gojek kepada mitranya.

“Ini merupakan program unggulan dari gojek. Program ini merupakan bentuk perhatian kepada mitra,” katanya.

Program tersebut, lanjutnya merupakan hasil kerjasama gojek dengan pihak ketiga.

“Program ini merupakan kerjasama dengan Kita Bisa dan Yayasan Umi. Kita menfasilitasu medical check up untuk driver dan masyarakat secara gratis. Selain itu, ada juga sembako untuk para driver,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Operasional Gojek Palembang Vita Yulia Ramadona, Kepala Cabang BPJSTK Palembang Moch Faisal, dan sejumlah pejabat dilingkungan pemprov Sumsel.*