Bekali Keterampilan Pemulasaraan Jenazah, Dinas Kesra Pemkab Musi Rawas Gelar Pelatihan di Desa Sidoharjo

HAL URGEN: Pemulasaraan jenazah sebagai hal yang sangat penting, maka diperlukan pembekalan yang dilaksakan oleh Dinas Kesra Kabupaten Musi Rawas di Desa L Sidoharjo. Tampak peserta foto bersama. 

 

TABLOID-DESA.COM, TUGUMULYO MUSI RAWAS –Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Termasuk manusia di dalamnya. Akan tetapi sesuai tuntunan agama untuk proses pemakaman jenazah manusia harus melewati berbagai tahapan. Untuk keperluan itu Pemkab Musi Rawas menggelar kegiatan Pembinaan Pemulasaran Jenazah, tingkat kabupaten Musi Rawas, dengan tema “Pengenalan Teori dan Praktek Pemulasaran Jenazah Sesuai Syariat Islam “. Digelar di masjid Jamik Istiqomah desa L Sidoharjo Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Kamis (04/09/2025).

 

 

Hadir dalam acara tersebut Bupati Musi Rawas diwakili oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yusnaini A.Md, Ketua TP PKK kabupaten yang diwakili oleh staf ahli Yeni Agus beserta anggota, Dharma Wanita Nanik Okta, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Camat Tugumulyo diwakili oleh kasi Kesos Minarsih,SM, ustadz Rahmat Alpan,M.Pd.I, Ketua TP PKK sekecamatan dan lurah, beserta seluruh peserta.

Kegiatan pembinaan Pemulasaran Jenazah yang diselenggarakan oleh Kesra Kabupaten Musi Rawas merupakan bentuk peduli  pemerintah untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh masyarakat agar dapat melaksanakan kewajiban Fardu kifayah dalam merawat jenazah, sesuai dengan tuntunan agama Islam untuk memuliakan jenazah dan memastikan semua hak jenazah terpenuhi.

Acara dipandu oleh Hairudin Berlian yang diawali dengan pantun, “Dari Petung pergi ke Megang Sakti ,membawa beras dan Rambutan,mari kita dukung program ibu bupati,Musi Rawas Mantab berkelanjutan”. Selanjutnya dibuka dengan melafazkan basmalah lalu  pembacaan kitab suci Al-Qur’an oleh Yahya , doa dikholifai oleh Syarifudin.

 

Kasi Kesos Minarsih, SM   menyampaikan ucapan terimakasih kepada  penyelenggara kegiatan  hingga terlaksana dengan tertib dan lancar, serta kepada seluruh peserta yang hadir , yang telah memenuhi undangan untuk bisa  mengikuti kegiatan ini sampai selesai.

Dengan adanya kegiatan ini harapannya sebagai generasi penerus kita semua bisa mengerti dan paham cara -cara memuliakan jenazah,  sehingga dapat diterapkan di tengah-tengah masyarakat ketika ada orang yang meninggal terkhusus keluarga dan masyarakat umumnya.

 

Ustad Rahmat Alpan, dalam tausiahnya menyampaikan sesuai dengan tema Pemulasaran Jenazah menurut syari’at Islam.

Menghormati jenazah atau memuliakan jenazah menurut syari’at Islam termasuk Fardu kifayah yaitu kewajiban yang dilaksanakan apabila sudah dilaksanakan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban tersebut, namun apabila tidak ada seorangpun yang melaksanakannya, maka seluruhnya akan berdosa.

Berbeda dengan Fardu ain yang merupakan kewajiban individu seorang muslim tanpa kecuali untuk bisa diwakilkan. Ada empat  kewajiban dalam memuliakan jenazah yaitu: memandikan, mengafanni, mensholatkan dan menguburkan.

Apabila ada yang meninggal maka segeralah untuk melaksanakan kewajiban itu,jangan sampai ditunda.

Marilah kita dalam pelatihan ini memperaktekkan dalam mengafani jenazah, untuk lebih benar lagi sehingga nanti dalam melaksanakan kewajiban kita ,kita merasa tidak ada yang terbebani .

Jikalau ada orang yang meninggal dengan berbagai bentuk tidak boleh pula kita paksakan, kita tetap berusaha menurut syari’at Islam, namun kita juga tidak boleh  mempersulit, kita berserah diri kepada Allah SWT dengan rahasia -rahasiah Allah yang terbaik, ujarnya tersenyum haru akan kebesaran Allah SWT.

 

Salah seorang pengurus  PKK kabupaten Susi Sastika , memperagakan cara-cara membagi kain kafan untuk bisa menjadi pakaian jenazah mulai dari baju, celana, mukenah.

Kalau bisa ukurannya bagus besar biar bisa tertutup dan kalau masih lebih kita manfaatkan untuk daleman jilbab supaya semua dasar itu tidak ada yang tertinggal, ujarnya.

Susi Sastika sangatlah terampil dan membuat pakaian dari kain kafan dengan sangat simpel dan semuanya menjadi rapih dan tidak ada yang terbuang dan tersisa.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga akan sangat bermanfaat ketika proses pemulasaraan jenazah tersebut diperlukan pada waktunya.

Laporan Wartawan: Hosiaroba

Editor: Sarono P Sasmito