Kumpulkan Berbagai Elemen, Pemerintah Desa Tambahasri Gelar Konsolidasi dan Sosialisasi Wujudkan Kondisi Nihil Stunting Tahun 2026

SOLID: Kondisi itulah yang terwujud dalam konsolidasi dan sosialisasi untuk mengeliminir kasus Stunting di 2026. Berbagai elemen masyarakat bersiap bahu membahu untuk mewujudkan program tersebut.

TABLOID-DESA.COM. TUGUMULYO MUSI RAWAS —Berbagai langkah terus dilakuan untuk kondisi SDGs. Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Konsolidasi Data Sustainable Development Goals (SDGS), e-Human Development Worker (EH DW), Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL), Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyaraka (EPPGM) dan Pendataan Keluarga yang dilaksanakan di gedung serbaguna Desa Q1 Tambahasri Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Kamis (07/08/2025).

PEMBINAAN TERITORIAL: Camat Tugumulyo Sujadmiko dan Kepala Desa Q1 Tambahasri Subagio sebagai pemimpin wilayah kecamatan dan desa sinergi dalam membina dan membangun wilayah untuk kesejahteraan warganya.

Hadir dalam acara tersebut Camat P.Sujatmiko,S.SP,MSi dan staf Kanarun, Kepala Desa Tambahasri Subagio beserta staf dan jajarannya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa Hani Winhartanto, pendamping lokal desa Topik Hidayat, KUA M.Zulkarnain, petugas kesehatan puskesmas L Sidoharjo Magdalena,Am.Keb, Korlab BKKBN Afifah Izzati, Bety Lianasari, Bidan Desa Uci Widi Astuti,Am.Keb, KPM, kader posyandu dan masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan setiap tahun oleh pemerintah desa mengajak semua elemen pemerintah kecamatan dan untuk membahas masalah-masalah yang ada di desa dan mencari solusinya mengenai kesehatan, seperti stunting.

Masalah stunting bukan masalah biasa, tapi masalah serius yang harus ditangani, stunting adalah di mana kondisi gagal pertumbuhan pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari usianya, kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, faktor lingkungan dan kurangnya perhatian untuk kesehatan.

SERIUS DAN ANTUSIAS; Para narasumber dan peserta tampak serius salam mengikuti kegiatan sosialisasi dan konsolidasi cegah stunting.

Acara dipandu oleh Hosiaroba diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Musi Rawas Mantab dirigen Dian Astuti, doa oleh M. Zulkarnain

Kepala Desa Subagio mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada peserta yang hadir.

Semoga apa yang disampaikan oleh narasumber di kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua dalam membangun desa.

Camat P Sujadmiko memberikan arahan-arahan sekaligus membuka acara dengan mengucapkan basmalah, acara Konsolidasi data SDG’S, ENDS, ELSIMIL, EPP GBM  dan Pendataan Keluarga sekaligus membuka acara.

Dalam arahannya Sujadmiko mengucapkan terimakasih kepada yang hadir, baik narasumber maupun peserta, karena acara ini sangat berkaitan dengan kesehatan yang merupakan anugerah tiada terhingga. Dengan kondisi sehat maka  kita bisa hadir di sini mengikuti acara ini, sehat untuk generasi-generasi yang akan datang terkhusus desa Tambahasri sesuai progam bupati Musi Rawas Mantabkan sehingga bisa menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Utuk itu , harapan kita semua dengan adanya kegiatan ini, kita dapat merubah pola hidup bersih dan sehat, memulai dari penanganan resiko sampai sampai bebas dari resiko, itu tentunya kita semua harus kerjasama yang baik dari semua elemen sehingga kita semua memahami permasalahan terjadinya stunting, setidaknya menurunkan angka stunting.

Acara dilanjutkan dengan musyawarah Rembuk stunting yang dibuka oleh ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang diwakili oleh BPD perwakilan perempuan Hosiaraba, menyampaikan permasalahan kita pada musyawarah ini membahas berbagai hal tentang SDGS, EHDW, ELSIMIL, EPPGBM dan pendataan keluarga yang nantinya akan  dirumuskan untuk dibawakan ke Musrembangdes. Untuk itu kepada seluruh peserta silakan mengusulkan apa yang akan diajukan dalam penanganan atau solusinya dalam penurunan angka stunting.

Hani sebagai pendamping desa juga merupakan  narasumber  menyampaikan tentang kegiatan apa itu SDGS,EHDW, ELSIMIL,EPPGBM,dan pendataan keluarga.

Untuk mengerti apa yang menjadi permasalahan di desa kita akan mendengarkan laporan dari Kader Pembangunan Manusia (KPM) Ratna Juwita, mulai dari jumlah penduduk,calon pengantin,ibu hamil,ibu kekurangan Energi Kronis (KEK),jumlah balita  sampai tentang anak yang stunting.

Hani juga menyampaikan kepada pemerintah desa bahwasanya ada program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting),mari bersama-sama mencari kesepakatan siapa yang bisa menjadi orang tua asuh stunting, bisa bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha yang ada di desa ,karena program itu adalah salah satu untuk penurunan angka stunting, ujarnya tersenyum.

Magdalena,Am.Keb mewakili petugas kesehatan puskesmas L Sidoharjo yang membawahi desa Tambahasri menyampaikan bahwasanya angka stunting di Desa Tambahasri sudah mengalami penurunan. Untuk itu mari kita jaga supaya angka itu kalau bisa habis ,marilah kita bersama-sama saling menjaga dan selalu bekerja sama dengan pemerintah desa harus memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak yang stunting,misal pemberian makanan tambahan (PMT).

EKSPRESIF: Salah seorang nara sumber saat memberikan materi dengan penuh ekspresif

Korlab BKKBN Afifah Izzati ,juga menyampaikan angka-angka yang menjadi sasaran stunting baik dari sanitasi dan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi dan juga melaporkan bawa dari BKKBN sudah memberikan bantuan berupa makanan kepada sasaran stunting.

Sedangkan pihak dari Kantor Urusan Agama M.Zulkarnain juga menyampaikan bawa calon pengantin (catin) kalau belum ada surat kesehatan yang dikeluarkan oleh puskesmas jangan diberikan izin untuk mendapatkan NA dari pemerintah desa atau KUA.

Dari acara rembuk stunting maka ada beberapa usulan yang akan diajukan sebagai solusi dalam penurunan angka stunting yaitu :Bantuan septic tank yang ada di dusun 2, bantuan ibu hamil untuk yang kurang enegi kronis(KEK), untuk diadakannya pelatihan kepada sasaran stunting,adanya pemeriksaan stunting di Puskesmas sebelum ke KUA, diadakan pelatihan,sosialisasi pembinaan pola asuh anak, sosialisasi pencegahan penyakit menular,dan bantuan dapur stunting. Melalui gerakan tersebut diharapkan tahun 2026 dan tidak ada lagi kasus stunting di Tambahasri.

Laporan Wartawan: Hosiaroba

Editor: Sarono P Sasmito, S.Pd