Fesyen modest merupakan gaya berbusana yang mengedepankan unsur kesopanan, diciptakan untuk menutup sebagian besar bagian tubuh manusia dengan tetap memperhatikan unsur keindahan. Franka yang merupakan tokoh terkemuka dalam gerakan fesyen modest dunia mengatakan, modest lahir dari kebutuhan wanita yang membutuhkan busana tertutup, karena itu desain baju yang menekankan fungsi sangat diperlukan, ia juga berpesan bahwa aspek estetik busana dalam kreasi jangan sampai mengalahkan fungsinya.
Agar fesyen modest Indonesia berkembang, paduan elemen Nusantara dalam fesyen modest perlu dilakukan dengan proporsional agar warisan budaya bisa tampil dalam produk yang komersial dan tidak dinikmati secara eksklusif oleh masyarakat Indonesia saja, namun juga sesuai dengan konsumen dunia secara luas.
Franka berpendapat bahwa Styling atau penataan gaya di Indonesia terkadang terlalu ramai sehingga tidak relevan dengan pasar fesyen modest global yang ada.
Franka juga mengingatkan bahwa harga (pricing) harus kompetitif dengan yang ada di pasar sehingga Indonesia dapat melakukan penetrasi pasar lokal dan global dengan baik. Busana yang ditampilkan dalam fashion show sebaiknya adalah busana yang siap dijual, sehingga semua usaha yang dilakukan dalam fashion show akan berdampak secara langsung pada ekonomi dan nama besar jenama. Sudah saatnya fesyen modest menjadi penggerak ekonomi secara nyata.
Franka melihat bahwa yang dibutuhkan fesyen modest Indonesia saat ini adalah kreasi produk yang komersial namun memiliki identitas, melakukan usaha marketing yang tidak hanya berdampak pada reputasi jenama namun juga penjualan.
Franka melihat bahwa buku panduan ini masih perlu dilengkapi dan diperdalam, serta sebaiknya difokuskan pada pemasaran dan penjualan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri fesyen modest Indonesia. Franka meyakini bahwa para kreator fesyen modest harus memahami pasar lebih baik dan menggabungkan estetik dan fungsi ke dalam produk yang komersial.

Indonesia Kaya Motif
Jeny merupakan seorang desainer fesyen senior yang sudah menjalani bisnis fesyen modest selama lebih dari 15 tahun. Menurutnya, salah satu cara agar dapat berinovasi dalam pengembangan motif adalah menggabungkan dua motif yang berbeda, misalkan penggabungan antara motif Dayak dengan motif Paisley, dengan cara ini dapat dihasilkan motif baru yang kontemporer tanpa menggunakan motif sakral yang ada di Indonesia.
Menurut Jeny, gaya khas atau signature style merupakan poin yang sangat penting untuk selalu ditunjukan di dalam setiap koleksi. Hal tersebut menjadi pembeda antara desainer, menunjukan identitas dan keunikan setiap desainer.
Agar tetap selalu relevan dan inovatif, kolaborasi dan jejaring kreator sangat penting. Banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk menjadi lebih relevan, misalnya mendengarkan ide dari mahasiswa yang sedang magang bersama kreator, dan selalu aktif di komunitas fesyen modest.
Menurut Jeny, industri akan selalu bergerak ketika aset di dalamnya selalu aktif dan terkoneksi. Jeny menyarankan kreator untuk tetap dalam pakem modest, namun diharapkan untuk selalu inovatif dalam mencari sesuatu yang unik yang berbeda dengan kompetitor.
Kreator harus memiliki kemampuan untuk mengenal sasaran pasar, selalu konsisten, fokus, aktif dan kreatif, mampu membaca selera dan keinginan pasar serta dapat menganalisa tren global. Selain itu, Jenama harus aktif terus mengikuti pameran, dan fashion show agar terus eksis dalam pasar.
Menurut Jeny, banyak kesempatan yang terbuka dalam pengembangan busana olahraga modest fesyen, karena masih sedikit pesaingnya. Jeny menilai buku panduan ini sudah sangat lengkap, mendalam, serta relevan dengan kebutuhan kreator fesyen modest Indonesia. (*)












