Warnai Bulan Kemerdekaan, Paskibra SMPN 2 Indralaya OI Tampil Keren Saat Upacara, Ratna: Berjuang Ukir Prestasi Dari Hari Ke Hari

PASKIBRA: Dengan wajah-wajah ceria para petugas upacara foto bersama dengan Kepala SMPN 2 Indralaya Ratna Agustina, SPd,  Pengurus Dewan Pendidikan dan Dewan Pembina IGI Kabupaten OI, Sarono P Sasmito, SPd, para wakil kepala sekolah dan guru lainnya sesaat setelah menggelar upacara bendera.   

 

TABLOID-DESA.COM, INDRALAYA  OI– SENIN, 7 Agustus 2023 pagi mentari mulai menyembul ke permukaan bumi. Cahayanya mulai menyaput mengusir kegelapan malam  sebagai pertanda hari mulai berganti. Saat penulis mulai memacu kendaraan masuk ke ruas jalan Tasik Indralaya Ogan Ilir Sumsel, sebuah jalan masuk dari Jalintim menuju Muara Penimbung hingga tembus ke Pelabuhan Dalam Pemulutan,  tampak warga mulai hilir mudik dengan keperluan masing-masing.

Anak-anak berseragam SD, SMP hingga SMA dan SMK tampak melintas kesana kemari menuju sekolah masing-masing. Saat penulis sampai di SMPN 2 Indralaya di Desa Tunas Aur Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumsel siswa siswa berseragam SMP itu mulai berhamburan. Wajah ceria dan celoteh mereka dengan dialeg dusun yang masih kental.

“Dek pukul berapa sekolah ini mulai upacara hari Senin?” sapa Tabloid Desa.

“Jam setengah delapan pak,” jawab mereka dengan aksen Bahasa dusun setempat.

Jarum jam terus bergerak penunjuk waktu itu belum menunjukkan pukul 07.00 WIB saat Tabloid Desa memulai masuk halaman sekolah. Diiringi oleh pria bernama Ali Sobri, SPdI yang ternyata Guru dan Pembina OSIS di sekolah itu.

“Ya beginilah keseharian saya tiap hari melaju dari Cinta Manis Lubuk Keliat menuju sekolah ini. Ada suasana hati semangat dan gembira tiap hari bertemu siswa,” ujarnya saat kami berdua ngobrol di loby sekolah itu.

Alhamdulillah, hari itu karena ada komitmen untuk menjadi Pembina Upacara, diriku sampailah pada Lembaga Pendidikan ini. Sebuah sekolah yang telah berusia Panjang karena merupakan SMPN kedua setelah SMPN 1 Indralaya dibangun. Mungkin tak terlalu banyak kalangan yang mengetahui kalau ternyata di Desa Tunas Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel terdapat Lembaga Pendidikan yang sudah cukup berumur dan telah berhasil meraih segudang prestasi.

Para siswa dan guru terus berdatangan ke sekolah yang  telah berdiri sejak  tahun 1984 ini. Persiapan untuk menggelar upacarapun mulai dilakukan. Kepala Sekolah Ratna Agustina, SPd dibantu Waka Kesiswaan Silasri, SSi, Ali Sobri, SPdI dan para guru lain mulai sibuk mengatur dan mengarahkan peserta didik untuk membentuk barisan masing-masing.

 

Dengan sigap cekatan dan tangkas para petugas pengibar bendera merah putih tampak menunaikan tugasnya dengan baik dan percaya diri yang tinggi.

Ketua Dewan Pendidikan dan Dewan Pembina IGI Kabupaten OI Sarono, P Sasmito, SPd bertindak sebagai Pembina Upacara sedang melakukan penghormatan kepada bendera merah putih.

 

Seperti sekolah-sekolah lainnya, setiap Senin,  SMPN 2 Indralaya juga melaksanakan kegiatan upacara  bendera sebelum kegiatan belajar mengajar  dimulai.  Senin 7 Agustus 2023 sekolah inipun  kembali melaksanakan upacara bndera di lapangan upacara SMPN.2 Indralaya. Ada yang berbeda dari hari Senin sebelumnya, kalau biasanya yang bertindak selaku Pembina upacara adalah ibu Kepala Sekolah atau guru-guru lainnya hari itu hadir praktisi Pendidikan di OI yang juga Ketua Dewan Penddikan dan Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia (IG) Kabupaten OI, Sarono P Sasmito, SPd.

Peserta upacara terdiri atas seluruh siswa kelas 7.8 dan 9.serta dewan guru dan staf TU. Saat itu yang  bertugas menjadi petugas upacara kebetulan giliran kelas IX.C.yang melaksanakan semua rangkaian acara upacara bndera dengan penuh semangat dan disiplin yang tinggi meskipun cahaya matahari pagi mulai menyengat.

Rivaldo Junius yang bertindak sebagai Pemimpin Upacara tampil penuh percaya diri. Baik Gerakan dan aba-aba yang dia kumandangkan membahana memenuhi ruang upacara. Pesertapun dengan sigap dan serius mengikuti perintah dan aba-abanya. Suasana upacara hari itu makin sempurna dengan penampilan 3 orang Paskibra yakni Riski Hahirromadhon sekaligus  komandan regu, Sefti Ramadhani dan Alpian Putra Pratama.

Tahap demi tahap upacara terus dilakukan dengan panduan MC . Mulai dari laporan masing-masing regu ke pemimpin upacara. Kemudian pemimpin upacara lalu mengambil posisi segaris dengan pembina upacara. Kemudian dengan sigap pemimpin upacara melaporkan kepada pembina upacara bahwa upacara siap dilaksanakan. Sarono P Sasmito yang bertindak sebagai Pembina Upacarapun kemudian menaiki tangga pembina upacara tepat berhadapan dengan tiang bendera.

 

TETAP BERDEDIKASI: Para guru SMPN 2 Indralaya foto bersama dengan Kepala Sekolah Ratna Agustina, SPd dan Pembina Upacara Sarono P Sasmito, SPd. Mereka terus akan mendedikasikan diri untuk mendidik siswa dengan sebaik-baiknya.  

Prosesi upacarapun berlangsung dengan khidmat. Sampai pada momen amanat pembina upacara Sarono menguraikan beberapa point penting berkaitan dengan pentingnya menggelar upacara. Pertama dengan upacara akan melatih kesigapan dan kebugaran fisik. Kedua menjadi hikmat atau pelajaran sesuatu yang teratur dan terorganisasi dengan baik maka akan dapat mencapai sesuai atau memenangkan dalam kompetisi kehidupan. Di samping itu juga mengajak dan memotivasi para dewan guru untuk tetap komitmen mengemban profesi ini dengan baik. Sebab mendidik tunas bangsa adalah andil guru untuk mempersiapkan wajah Indonesia masa depan.

Di samping itu pria yang juga Pemimpin Redaksi Tabloid-Desa ini berpesan kepada para siswa. Belajarlah dengan tekun selagi belia. Ukirlah atau rancanglah cita-cita yang akan diraih sejak dini. Dengan doa kerja keras dan semangat baja InsyaAllah dapat tercapai. Kemudian yang paling penting hindari pengaruh buruk dari luar yang dapat mempengaruhi siswa misalnya narkoba dan kebiasaan merokok. Semua itu berefek negative baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian. Upacara terus berjalan dan selesai dengan khidmat.

 

SUMBANG SARAN: Kepala SMPN 2 Indralaya Ratna Agustina, SPd dan para guru saat melakukan dialog dengan Sarono P Sasmito dan memberikan berbagai masukan untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk menindaklanjutinya.

Kepala SMPN 2 Indralaya, Ratna Agustina dan para guru lainnya kemudian beramah tamah dengan Pembina Upacara. Di sela jeda waktu masih sempat memberikan jamuan. Usai itu kemudian dilanjutkan pertemuan di ruang guru.

Ratna mengemukakan, sebagai kepala sekolah dirinya dan didukung penuh para wakil kepala sekolah dan dewan guru terus melakukan berbagai Langkah dan program untuk terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang ada. Kemudian tentu yang urgen adalah membekali siswa dengan berbagai keterampilan dan prestasi sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Dari segi sarana dan prasarana pihaknya ingin mewujudkan pembangunan mushola atau masjid untuk ibadah para siswa. Untuk keperluan itu dirinya berharap ada dukungan dari para orangtua siswa, dinas pendidikan OI atau kepala desa setempat Ketika ada dana dan memungkinkan tak menyalahi aturan. Pada sesi dialog beberapa guru mengemukakan, pentingnya peran orangtua di rumah untuk tetap membina dan mendidik karakter anak-anak. Sebab saat ini terjadi pergeseran sikap anak-anak cenderung susah dididik dan banyak mengabaikan sopan santun. Satu sisi guru tak bisa berbuat lebih. Ketika ada upaya mendidik dengan pola yang tegas justru akan menjadi korban dilaporkan ke polisi dan aparat penegak hukum lainnya. Untuk itu dia meminta agar pemerintah melindungi profesi guru. Sehingga tak terseret hukum saat berusaha mendidik siswa tanpa mencederai apapun.

Sementara itu Silasri, SSi sebagai waka kesiswaan juga mengharapkan peran orangtua agar mendukung penegakan disiplin yang dilakukan oleh sekolah. Sebab hanya dengan disiplin maka prestasi dan prestasi akan makin banyak bisa diraih. Jika itu terwujud maka SMPN 2 Indralaya akan makin gemilang di masa depan.

Foto: Dok Silasri, SSi

Teks/Editor: Sarono P Sasmito, SPd