Penampilan Grup Jaran Kepang Turonnggo Agus Saputro Pukau Warga Payakabung Warsito: Perjakep Serius Pelihara dan Kembangkan Eksistensi Seni Adiluhung

ANTUSIAS: Para penonton tampak antusias saat menonton penampilan Grup Jaran Kepang Turonggo Agus Saputro dari Palembang yang tampil di Desa Payakabung Indralaya Utara Ogan Ilir Sumsel beberapa waktu lalu.

 

TABLOID-DESA.COM, INDRALAYA UTARA OGAN ILIR– Tak bisa dipungkiri minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan seni jaranan atau kudang kepang masih sangat kuat. Hal itu terbukti saat grup Jaranan Turonggo Agus Saputro dari Kota Palembang tampil di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir Sumsel, Kamis (6/6/2023) penonton tumpah ruah memadati kursi dan tenda yang disediakan, bahkan mereka rela berdiri di luar tenda hingga membentuk formasi melingkar dalam menonton.

 

Sarno SK sebagai pemimpin  rombongan Jaran Kepang Turonggo Agus Saputro foto bersama tim (bawah). Penampilan mereka memukau penonton (atas).

Penampilan seni jararan yang diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan Lounching Kerja Keras Bebas Cemas, Masuk Desa oleh BPJS Ketenagakerjaan itu dihadiri langsung oleh Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, SH, didampingi oleh Sekda Ir. H Muhsin, MT, Asisten II Nursamsu, SE, MSi, Kadisnaker, Kepala Dinas PMD Ahmad Lutfi, MSi, Camat Indralaya Utara Syaiful Anwar, SE, MSi, Kades Payakabung Paula Rosi, Kades Permata Baru Alamsyah, Kades Tanjung Baru Budi Harjaya, serta para kades se-Kabupaten OI yang sempat hadir. Turut hadir pula saat itu Pengurus Perhimpunan Seni Budaya Jaran Kepang (Perjakep) Propinsi Sumsel, Dr.Ir, Warsito, MAg, serta Sarono P Sasmito Devisi Humas dan Publikasi Perjakep Provinsi Sumsel,
Ketua Rombongan Grup Jaranan Turonggo Agus Saputro, Sarno SK saat diwawancarai di sela-sela penampilan mengemukakan, pihaknya membawa rombongan kurang lebih 50 personil. Mereka terdiri atas penari laki-laki dan perempuan, para pengrawit atau yang memainkan gamelan dan personil lainnnya sehingga penampilan mereka berjalan kompak.
“Penampilan kita ini menyuguhkan berbagai kreasi baik kreasi reog hingga penyajian lagu atau tembang yang diiringi gamelan campur sari,” ujar pria asal Boyolali Jateng didampingi Agil Santoso, putranya,
Para penari dan pemain jajaran itu masih tergolong usia muda, ada yang masih sekolah SMA, SMP ataupun yang telah tamat SMA dan satu dua pemain dan pengarah pertunjukan yang berusia dewasa seperti Pak Sarno dan kawan-kawan yang membunyikan pecut atau cemeti yang suaranya meledak-ledak.

 

 

 

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar , SH dan jajaran yang hadir foto bersama dengan Direktur Jamsostek Ketenagakerjaan (atas). Para Pengurus Perjakep Provinsi Sumsel Sarono P Sasmito, Yateno, Warsito dan Sarno, SK foto bersama sebelum grup tampil (bawah).

Saat ditanya mengenenai proses pembinaan ataupun melatih para pemain jajaran itu menurutnya dilakukan di Jalan Timor Gang Swama RT 2 Rw 1 Puncak Sekuning Bukit Besar Palembang. Dari sisi animo yang ingin bergabung sangat banyak bahkan over jumlahnya sehingga pihaknya menyeleksi calon pemain yang bisa bergabung. Prinsipnya diharapkan calon pemain itu menonton dulu pertunjukan, mempelajarinya baru bergabung dan dibimbing, tambahnya.
Para pengurus Perjakep yang hadir baik Warsito maupun Yateno mengaku sangat antuasis untuk terus mendukung keberadaan grup-grup jaran kepang ini. Karena selain seni budaya ini bernilai positif karena banyak makna filosofi di balik pertunjukannya. Juga dapat menjadi sarana menghimpun sesama perantau jawa di Sumsel ini.
“Adanya perhimpunan ini kita makin punya kesempatan luas untuk bertemu sederek atau dulur-dulur, sesame Jawa di perantauan ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Mas Warsito ini dan bekerja sebagai dosen di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

M Aji Atmaja beserta penari lain tampil memukau (atas). Mas Yateno dan kawan-kawan sedang membawakan lagu campur sari (bawah).

 

Sedangkan saat ditanya apa yang mesti pemerintah lakukan untuk mengapresiasi keberadaan para pelaku seni ini, baik Pak Sarno, Mas Warsito dan Mas Yateno mengharapkan pemerintah mengakomodasi keberadaan mereka. Misalnya dalam bentuk menyediakan panggung di lokasi-lokasi wisata seperti Punti Kayu dan lainnya untuk mereka tampil sebab masyarakat sangat antusias menonton pertunjukan mereka.
Menurut Sarno yang berusia 64 tahun di Palembang saat ini berdiri 39 grup jarang kepang yang di bawah koordinasi Perjakep Kota Palembang. Kiprah makin semangat dan kuat dengan hadirnya kepengurusan DPW Perjakep Provinsi Sumsel yang dipimpin oleh Letkol Mujari.
“Saya siap mendukung dan memberikan motivasi untuk mereka semua. Karena seni budaya jarang kepang ini memiliki banyak nilai positif,” ujar anggota TNI aktif yang pernah menjadi Perwira Penghubung (Pabung) Kodim OKI/OI ini.
Penampilan jaran kepang yang berlangsung hingga pukul 14.00 sore itu direspon sangat positif oleh penonton. Salah satu pemain yang penampilannya memukau baik karena parasnya yang ganteng maupun terampil dalam olah gerak dan komunikasi di mainkan oleh Muhammad Aji Atmaja. Dia ahli dalam salto dan gerakan-gerakan keras lainnya.
Sebagai bukti animo bahkan para penonton putri yang sangat terpukau meminta foto bersamanya. Septiani warga sekitar mengaku sangat terhibur dengan penampilan grup kuda kepang itu dan berharap tampil lagi di masa mendatang.

Teks/Foto/Editor: Sarono P Sasmito