GEBRAKAN KONSOLIDASI NASIONAL: Sebagai tindaklanjut konsolidasi nasonal yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Konsolidasi daerah untuk mendukung pelaksanaan program prioritas digelar di BPMP Provinsi Sumsel. Tampak Wakil Menteri Prof. Atip Latipulhayat, SH, LL.M, Ph.D dan Kepala BPMP Sumsel H Tajudin Idris S.Si, MT saat diwawacarai para wartawan didampingi oleh para pejabat dalam lingkup dunia pendidikan.
TABLOID-DESA.COM, INDRALAYA OGAN ILIR—- Membuktikan komitmen untuk serius dalam mewujudkan pendidikan bermutu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Konsolidasi Daerah Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas di Gedung Garuda BPMP di Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan, 24-26 Februari 2026.
Pada momen pembukaan acara tersebut hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar Menengah Prof. Atip Latipulhayat, SH, LL.M, Ph.D, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondia bony, SE, S.Kom, M.Si, MPd, Kepala BPMP Sumsel H Tajuddin Idris S.Si, M.T. Inspektur Investigasi Irjen Kemedikdaamen Dr. Yunita Arifin, SH, MH, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Dra. Ohorella Erma, M.Kom, Kepala Balai Bahasa, Kepala Badan Akreditasi Nasional (BAN) PDM, para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota Se-Sumsel, berbagai mitra strategis yakni Muhammadiyah, BMPS, PGRI, IGI, wartawan media cetak dan online dan ratusan peserta lainnya.



KOKOHKAN VISI MISI DAN PERSEPSI: Suasana acara saat Wamen, Direktur Sekolah Menengah Atas dan Kadisdik Sumsel memberikan sambutan dan arahan. Sementara audiens menyimak dengan fokus.
Acara yang dipandu oleh Pirdaus MPd dan Emilda diawali dengan melafalkan basmalah oleh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Usai itu dilanjutkan dengan Laporan oleh Direktur Sekolah Menengah Atas, Winner Jihad Akbar S.Si, Mak.
Menurutnya kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi nasional yang dihadiri oleh para kepala dinas pendidikan provinsi se-Indonesia.
“Untuk kegiatan di Sumsel berlangsung 24 sampai 26 Februari. Mungkin bapak ibu peserta sudah menginap di BPMP Sumsel. Wismanya dijamin bersih oleh Pak Tajudin,” ujarnya menyapa ratusan peserta yang hadir.
Sedangkan rangkaian acara yang diikuti berbagai stakeholder tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan program prioritas. Selain itu juga dibahas tentang Dukungan pemantauan dan pengawasan tentang revitalisasi pembangunan fisik, digitalisasi pembelajaran, Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, Pembelajaran Mendalam dan Koding.
Semua bahasan tersebut dimaksdukan untuk menyelaraskan pemahaman tentang semua program prioritas dan perwujudannya untuk memajukan pendidikan kini dan mendatang.

SOLID: Ratusan stakeholder yang hadir solid untuk berkonsolidasi mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
Usai itu dilanjutkan dengan sambutan Kadisdik Sumsel Mondiabony yang mengucapkan terima kasih atas kegigihan Kepala BPMP Sumsel Pak Tajudin Idris yang tak kenal lelah untuk terus melakukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan dinas pendidikan Provinsi Sumsel dan kabupaten kota sehingga berbagai kegiatan terlaksana dengan baik.
Terima kasih juga kepada para kepala Disdik 17 kabupaten kota di Sumsel yang hadir. Semoga melalui kegiatan ini dapat menyamakan menyamakan persepsi kita bersama dalam banyak seperti 8 standar mutu pendidikan, bantuan revitalisasi yang sangat bermanfaat.
Momen sambutan yang lebih banyak dimanfaatkan untuk curhat oleh Mondia itu diantaranya masih banyak PR yang harus dicarikan solusi. Diantaranya tentang guru yang tidak masuk di P3K dan paruh waktu, tidak adanya lagi pengangkatan guru honor, P3K dan paruh waktu yang tidak sesuai dengan penempatan, pelantikan kepsek di Sumsel yang juga belum tuntas. Tentang SPMB tahun 2026 ada perbaikan baik SMK, SMA sudah terkendali tetapi masih butuh perbaikan.
Curhat yang juga diperhatikan oleh Wamen Prof Atip dan semua hadirin tersebut. Kemudian gayung bersambut ketika Wamen Prof Atip memberikan sambutan dan arahan.
Pejabat di Kabinet Prabowo menguraikan tujuan spesifik dari konsolidasi daerah. Pertama kita membangun persamaan komitmen untuk mewujudkan program prioritas di pendidikan.
“Harus ada kesepahaman karena penyelenggaraan pendididkan ada Undang Undang yang selaras antara pusat, propinsi dan daerah haruss sefrekwensi agar ada kejelasan yang sama waktu di lapangan,” ujarnya menegaskan
Di samping itu semua stakeholder harus sama persepsi dalam menghadapi permasalahan yang ada di dunia pendidikan, harus diprioritaskan. Untuk itu revitalisasi itu sangat penting ini program Presiden Prabowo dan temuan apapun yang terjadi harus diselesaikan.
Di samping itu revitalisasi harus transparan agar tidak ada kesalahan dalam penggunaannya dan untuk 2026 harus ada tindakan agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan karena itu amanah.
Anggaran pendidikan ada anggaran 20 persen dari APBN untuk itu laporan harus sesuai dengan fakta di lapangan jangan hanya laporan tertulis. Misal berkaitan dengan Dapodik digunakan oleh stakeholder dan gaji guru datanya harus akurat jangan gurunya sudah tidak ada lagi tapi masih dibayar gajinya. Harus diadakan perbaikan oleh operator.
Namun operator harus dibayar agar tidak memasukan data sesukanya. Sedangkan para kepala dinas harus dapat memprioritaskan sekolah yang sangat membutuhkan untuk dibangun atau renovasi.
Sedangkan program yang lainnya misal TKA harus diperhatikan dan untuk metode mendalam belum dilaksanakan di kelas. Idealnya ada contoh sekolah yang seharusnya sudah menerapkan pembelajan mendalam tetapi masih dengan metode yang lama. Padahal kita membutuh metode mendalam terbaik yang diharapkan anak-anak bisa berimajinasi sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

NASIONALISME TETAP BERSEMAYAM: Dengan mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diharapkan jiwa nasionalis tetap bersemayam pada hadirin.
Idealnya sesulit apapun materi kalau dijelaskan oleh guru yang sudah memahami pembelajaran mendalam akan jadi mudah dan menarik, tegas guru besar asal Tasikmalaya Jawa Barat ini.
Para peserta sangat antusias memperhatikan uraian yang diberikan Wamen. Usai pembukaan para peserta kemudian mengikuti berbagai materi yang diberikan oleh para nara sumber baik dari Pusat maupun Provinsi Sumsel.
Kepala BPMP Sumsel Tajudin Idris mengharapkan semua hal yang dilakukan oleh BPMP Sumsel memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik di Sumsel maupun skala nasional.
Foto: Dok. BPMP Sumsel
Teks: Sri Yanti, MPd
Editor: Sarono P Sasmito












