raskin

Tabloid-DESA.com INDRALAYA – Warga Desa Pinang Nibung Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir berharap pengambilan beras miskin (raskin) tidak dipungut biaya alias gratis. Pasalnya menurut warga setempat setiap kali dalam pengabilan raskin pihak panitia pembagian raskin memintah uang kepada mayarakat penerima perkarungnya 5 ribu rupiah sampai sepulu ribu rupiah. 

“Ya kita dimintai uang 10 ribu perkarung oleh petugas pembagian raskin, harga tersebut awalnya ditetapkan namun diberi 5 ribu petugasnya tak keberatan, oleh karena sudah menjadi kebiasaan setiap kali pengambilan harus pakai uang ada yang beri 10 ribu dan ada juga yang beri 5 ribu, kita tidak tau uang tersebut digunakan untuk keperluan apa yang jelas setau kami beras yang satu karungya 10 kg ini dari pak Jokowi gratis tanpa ada biaya,” ujar salah satu warga Pinang Nibung kepada wartawan yang namanya minta untuk dirahasiahkan yang juga didampingi warga lainya.

Kades Pinang Nibung Asmawi terkait permasalahan tersebut saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut, namun menurut dia pemberian uang dari warganya itu sudah kesepakatan bersama bukan atas inisiatif atapun ditetapkan panitia pembagian raskin.

“Kita tidak menyangkal terkait uang yang dipersoalkan warga namun uang ini diberikan warga secara sukarela bukan ditetapkan, kalau memang warga tidak punya uang, ya tidak ada apa-apa silakan ambil, raskin ini kan gratis, uang yang diberikan warga secara sukarelah tersebut biasanya digunakan untuk beli minum dan snak saat pembagian raskin, saya kira hal ini wajar-wajar saja tidak melanggar aturan pemerintah,” ungkapnya, Jumat (17/11/2018) seperti dikutip oganpost.com.

Terpisah sebelumnya, Camat Sungai Pinang, Mustakimah ketika dimintai tanggapannya menyangkut permasalahan ini menyebutkan kalau uang yang diberikan warga tersebut ditetapkan jelas itu menyalahi aturan.

“Kita pihak kecamatan belum mengetahui kabar ini, jika uang yang diberikan warga di tetapkan, itu tidak diperbolehkan, kalau sukarela berapa saja warga mau memberi ia itu legal-legal saja tidak ada unsur punglinya,” jelas Mustakimah.

Comments

By admin

Leave a Reply