Tim Karhutla Korem 044/Gapo Lakukan Patroli

Bagikan:

patroli 1

Tabloid-DESA.com MUARA PADANG – Dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2017, Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari jajaran Korem 044/Gapo dipimpin langsung oleh Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP melakukan patroli lahan yang rawan kebakaran sekaligus meninjau lahan pertanian di wilayah Muara Padang Banyuasin, Minggu (16/7).

Patroli yang menggunakan sepeda motor Trail ini diikuti selain personel dari Korem 044/Gapo juga dari Dinas Pertanian Prov. Sumsel dan dibantu dari PT. Adira TBK, dengan sasaran patroli adalah Desa-Desa yang ada di wilayah Kec. Muara Padang Banyuasin yang disinyalir rawan terhadap kebakaran.

Patroli 4

Danrem 044/Gapo menyatakan bahwa patroli ini dilakukan dengan pendekatan kepada masyarakat guna pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, sosialisasi dan penyuluhan, kemutakhiran data, kehadiran petugas di tingkat tapak dan sinergitas antar lembaga dan masyarakat desa.

“Patroli ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, apalagi Sumsel tidak lama lagi akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, apabila ada kebakaran bisa batal” terangnya.

Selain melakukan patroli Karhutla, Danrem 044/Gapo beserta rombongan juga melakukan peninjauan lahan pertanian yang baru dibuka atau dicetak seluas 1200 Ha yang ada di Desa Muara Padang, pada kesempatan ini rombongan berkesempatan menanam padi perdana secara simbolis jenis IP200 seluas 50 Ha dilahan tersebut.

Program cetak sawah baru ini merupakan salah satu program Nawacita yang digulirkan Presiden RI Jokowi, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan pihak TNI melakukan pendampingan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

patroli 3

Pada kesempatan tersebut, Danrem 044/Gapo juga memperkenalkan kepada seluruh petani diwilayah Muara Padang tentang hasil temuan Korem 044/Gapo berupa cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan yang diberi nama Bios 44.

Menurut Danrem, ide awal munculnya Bios 44 adalah dalam rangka mencegah kebakaran di lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumsel, kali ini Bios 44 telah berkembang yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktifitas pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan digunakan untuk mengurai tanah tandus bekas tambang menjadi lahan subur.

Bagikan: