BEDAH1Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98 Kodim 0418/Plg tahun 2017 tidah hanya membuat jalan, pengecoran jalan, rehab tempat ibadah maupun pembuatan MCK, tapi juga membantu bedah rumah warga kurang mampu di RT 01 RW 03 Kel. Bukit Baru Kec. Ilir Barat I Kota Palembang, Kamis (27/4).

Perasaan haru terlihat dari wajah Bapak Samsudin yang biasa disapa Bapak Ujang umur 67 tahun dan Isterinya Ibu Jubaidah umur 66 tahun serta ke 5 orang anaknya ketika melihat puluhan anggta TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 Kodim 0418/Plg bersama-sama warga lainnya memperbaiki rumahnya yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Ucapan puji dan syukur kepada Allah SWT terlihat tidak henti-hentinya diucapkan oleh Bapak Samsudin manakala melihat proses pengerjaan rumahnya oleh anggota TNI dan warga. Rasa haru yang dirasakan oleh Bapak Samsudin dan keluarga cukup beralasan karena impian untuk tinggal dirumah yang layak huni akhirnya tercapai, hal ini merupakan kehendak dari Allah SWT melalui kepanjangan tangan TNI. Diterangkan juga oleh Bapak Samsudin bahwa dirinya seperti melihat TNI turun dari langit karena tiba-tiba datang Bapak-Bapak TNI kerumahnya dan menyampaikan kalau rumahnya akan dibedah, awalnya Bapak Samsudin tidak percaya dengan penyampaian tersebut, namun kini menjadi kenyataan kalau rumahnya benar-benar dibedah oleh TNI.

BEDAH4

Bapak Samsudin merupakan sosok pekerja keras, dimana diusia yang tidak muda lagi harus tetap berjuang mencari nafkah keluarganya dengan menanam sayuran dikebun milik orang lain dan juga ia mencari ikan di sungai yang tidak jauh dari rumahnya dengan cara memancing dan menjala untuyk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari tangkapan ikan, Bapak Samsudin hanya dapat memperoleh penghasilan Rp 25.000,- sehari, sedangkan Ibu Jubaidah sebagai isteri tidak tinggal diam melihat perjuangan suaminya untuk dapat bertahan hidup dengan membantu menjual sayuran hasil tanamannya berupa kangkung dan pucuk singkong dikomplek perumahan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, namun hasil dari menjual sayuran tersebut tidak dapat diharapkan karena uang yang didapat hanya sebesar Rp 10.000,-.

Seharusnya seusia Bapak Samsudin dan Ibu Jubaidah tidak perlu lagi terlalu lelah mencari nafkah, namun karena kondisi kelima orang anak-anaknya sama juga kondisinya seperti Bapak Samsudin yang pekerjaannya serabutan, sehingga hal ini diputuskan oleh Bapak Samsudin dan isterinya untuk tidak merepotkan anak-anaknya.

BEDAH2

Diceritakan juga oleh Bapak Samsudin bahwa dari kelima orang anaknya yang yang tamat Sekolah Dasar hanya Jailani, sedangkan yang lai seperti Rohati, Jailani, Roni, Asisa dan Sarhana hanya sampai dikelas 2 dan 3 Sekolah Dasar, hal ini karena Bapak Samsudin tidak mampu untuk membiayai Sekolah anak-anaknya.

Bapak Samsudin tinggal dirumah ukuran 5 X 6 meter yang  didirikan diatas air tersebut  lebih kurang sudah 20 tahun lamanya dan saat ini anak nomor 2 Bapak Samsudin yang bernama Jailani, umur 45 tahun masih serumah dengannya bersama isteri serta anak-anaknya, sementara rumah tersebut hanya mempunyai satu kamar tidur yang dibatasi oleh triplek bekas dan plastik. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana suasana didalam rumah tersebut, khususnya yang menyangkut dengan kesehatan.

BEDAH3

Namun kini wajah Bapak Samsudin beserta keluarga bisa tertawa karena rumah yang saat ini dibedah oleh Bapak-bapak TNI sebentar lagi selesai, sehingga tidur bisa nyenyak tanpa diganggu lagi oleh kebocoran atap rumah saat turun hujan.

Comments

By admin

Leave a Reply