Tabloid-DESA.com PALEMBANG –  Bersama enam Gubernur top lainnya se Indonesia, Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan paparan sebagai nominator calon pemenang ajang Innovative Government Award (IGA) 2021 secara virtual dari Griya Agung, Selasa (23/11) di hadapan tim penilai, Gubernur Herman Deru menjelaskan dua inovasi unggulan Sumsel yakni Songket dan Siikon. 

Sepanjang tahun 2021, Herman Deru memaparkan bahwa Sumsel telah menginput sejumlah 267 inovasi pada aplikasi IGA. Inovasi Daerah yang ada ini diseminasikan melalui program Inovatif yaitu :One Day One Innovation yang ditayangkan setiap hari dengan inovasi yang berbeda.  

Capaian tersebut didapat melalui proses yang sistematis, penuh kebersamaan bersama seluruh perangkat daerah sesuai urusan dan tupoksinya dimonitor langsung oleh Gubernur.  

Seluruh inovasi adalah unggulan. Dalam kesempatan ini kami akan tampilkan beberapa contoh: Pertama Inovasi Unggulan Urusan Lingkungan Hidup “SIPAKAR HUTAN/SONGKET” (Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu).  

Kondisi lingkungan Sumsel beresiko terjadinya kebakaran hutan/lahan karena banyak lahan gambut. Bencana kebakaran hutan dan lahan terus terjadi (berulang). Dengan penerapan inovasi Si Pakar Hutan/Songket penanggulangan kebakaran hutan dapat lebih mudah dicegah dan diatasi karena beberapa hal. Pertama Informasi titik panas bersifat near real time dan Up todate, kemudian proses koordinasi antar lembaga dalam pengambilan keputusan semakin mudah, lebih cepat dan makin akurat dan terIntegrasi, serta penggunaan sumber daya lebih Efisiensi dan Efektivitas. Dimana total kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 seluas 727.100 ha, turun menjadi 950 ha pada tahun2020. Aplikasi ini telah diinstal lebih dari 10.000 kali.  

Kemudian yang kedua adalah Inovasi Urusan Infrastruktur : SIIKON (Sistem Informasi Infrastruktur Konektifitas).  Pada awalnya, kegiatan infrastruktur masih bersifat parsial dan belum terintegrasi ke system sehingga sulit menentukan skala prioritas penanganan. Dengan menerapkan inovasi ini maka dapat diketahui kondisi jalan dan wilayah secara time series, tergambar jalan Nasional, Provinsi, Kab/Kota yang perlu diperbaiki, penggunaan anggaran lebih efektif danefisien, meningkatkan kualitas monitoring. Kondisi jalan mantap tahun   2018 : 61,22% menjadi 90,02% pada tahun 2020. 

Adapun manfaat penerapan inovasi di Sumatera Selatan antara lain jelas Herman Deru di antaranya adalah Digitalisasi sehingga pelayanan publik dan tata kelola menjadi lebih baik transparan dan mudah diakses. 

Kemudian penyederhanaan birokrasi sehingga pelayanan lebih cepat dan Peningkatan kualitas SDM.  “Sebelum ada aplikasi ini kita masih menduga-duga dimana apakah memang di titik itu terjadi karhutla atau tidak. Tapi dengan aplikasi ini masyarakat bisa melaporkan langsung,” jelasnya. 

Paparan Herman Deru soal inovasi songket dan infrastruktur ini pun mendapat respon positif dan pujian oleh tim penilai dariKemenkeu, Natalia. Menurutnya paparan Gubernur Herman Deru sangat singkat padat jelas dan mantap. Iapun berharap inovasi ini akan dapat lebih dikembangkan dimasa mendatang.  

Selain dari Kemenkeu, Herman Deru juga memaparkan dua inovasi andalan itu di hadapan beberapa tim penilai lainnya yakni Bappenas RI dan LAN. Sejumlah juri ini tampak cukup puas dengan paparan Herman Deru yang begitu tepat lugas.  

Plt Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro mengungkapkan bahwa pembukaan presentasi kepala daerah ini digelar Kemendagri dalam rangka penilaian dan pemberian penghargaan IGA 2021. 

Dalam kesempatan itu Suhajar juga tak lupa mengucapkan selamat kepada 7 provinsi dan sejumlah kabupaten  dan yang masuk menjadi nominator. Penghargaan ini jelasnya tak lain untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi guna mewujudkan salah satu fungsi kehidupan bernegara yakni pelayanan yang berkeadilan. Karenanya dalam rangka peningkatan kerja penyelenggaraan pemerintah perlu peningkatan inovasi.  “Kami tahu di lapangan Kepala Daerah bekerja dengan berat. Saya ingin aj

ak kita semua mencapai kemajuan itu. Yang mana kemajuan sebuah daerah ini sangat ditentukan oleh kemampuan kita mengubah organisasi pelayanan menjadi organisasi pelayanan publik yang efektif dan mencapai keinginan rakyat,” jelasnya. Dikatakan Suhajar bahwa 3 kunci sukses kemauan suatu daerah sangat bergantung pada beberapa hal. Salah satunya yang paling penting adalah kemauan kepala daerahnya.  “Makanya kami angkat topi pada  kepala daerah yang masuk nominasi, karena tanpa kemauan kepala daerah tidak akan adainovasi yang muncul,” jela Suhajar. 

Dalam penyampaian paparan tersebut, masing-masing Gubernur diberikan kesempatan 15 menit untuk memaparkan inovasi unggulan daerah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan dewan juri selama 15 menit.  

Gubernur Sumsel Herman Deru mendapatkan kesempatan kedua melakukan paparan setelah setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Wakil Gubernurnya. Setelah Gubernur Herman Deru pemaparan berturut-turut dilakukan oleh Gubernur NTB Zulkifliemansyah, Gubernur Sumbar Mahyeidi Ansyarullah, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Jambi Al Harisserta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  

Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel tampak didampingi Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Dr. Ekowati Retnaningsih,SKM., M. Kes, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Kepala Dinas Kominfo Sumsel H.Achmad Rizwan S.STP, dan Kepala Biro Humas Protokol Pemprov Sumsel Rika EfiantiSE. MM.*

Comments

By admin