• Tue. Aug 9th, 2022

PETUGAS1 Tabloid-DESA.com SEKAYU – Pj Bupati Musi Banyuasin H Yusnin membuka secara langsung sosialisasi dan pelatihan petugas pendaftar dalam rangka persiapan pelaksanaan mekanisme pemutakhiran mandiri (MPM) di Kabupaten Muba, di Wisma Atlet Sekayu, Selasa (21/2).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Muba Ir Sulaiman Zakaria MT, Staf Ahli Bupati Muba Bidang Pembangunan Ali Badri ST MT, Organisasi Perangkat Daerah Muba, narasumber dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Hastamik Purbatin Wahyuningsih, serta peserta pelatihan petugas pendaftar persiapan pelaksanaan MPM.

Setelah menyematkan tanda peserta dan penyerahan nota kesepahaman kerja sama dengan TNP2K, Pj Bupati Muba H Yusnin mengatakan perlu menjadi perhatian bersama, bahwa data yang diperoleh nanti sangat berguna dalam menentukan sasaran program di Kabupaten Muba, serta sangat dibutuhkan keterlibatan dan dukungan penuh dari aparat kelurahan dan desa dalam mensukseskan pemutakhiran data kemiskinan ini.

Selanjutnya diharapkan dari TNP2K untuk senantiasa mendukung pelaksanaan MPM Kabupaten Muba, sehingga Kabupaten Muba menjadi daerah percontohan pelaksanaan pemutakhiran data mandiri bagi kabupaten lainnya.

PETUGAS2

Untuk mencapai hal tersebut, H Yusnin berpesan kepada para peserta pelatihan agar dapat mengikuti dan memahami sosialisasi dan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, kepada narasumber dan pelatih kiranya dapat memberikan materi dengan sabar dan terperinci sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh peserta.

“Semoga yang kita dapati data yang akurat, dibandingkan dengan data sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muba Drs H M Yusuf Amilin mengungkapkan Kabupaten Muba merupakan salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota se Indonesia yang ditunjuk menjadi pilot project pendataan mandiri.

“Peserta berjumlah 165 orang yang terdiri dari Kasi Kesos Kelurahan dan Kaur Umum Desa, yang diambil dari 10 Kecamatan, dari 14 Kecamatan, dimana empat Kecamatan lainnya telah dilatih dapa tahun 2016 lalu,” ungkap Yusuf.

Sosialisasi dan pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 21-22 Pebruari 2017.

Comments

Leave a Reply