nasrun

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Mempertimbangkan tentang Angkutan Batubara dari berbagai masukan dan apa yang menjadi aspirasi masyarakat terutama pada jalan yang dilewati sehingga Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menghentikan angkutan Batubara.

Demikian disampaikan Sekda Sumsel Nasrun Umar dalam keterangan pers, selasa ((06/11/2018) menegaskan setelah mendiskusikan bagaimana solusi angkutan batubara ini harus diatasi hingga pada akhirnya semalam kurang lebih pada pukul 22.00 WIB dengan pertimbangan yang sangat matang maka Pergub 23 tahun 2012 tentang cara tentang tata cara pengangkutan batubara di jalan umum itu dicabut.

Pengangkutan batubara di jalan umum dicabut terhitung mulai tanggal 8 November 2018 mulai pukul 00.00 wib, setelah itu tentu pemerintah mempunyai konsekuensi bahwa angkutan dikembalikan kepada yang diatur di dalam Perda Nomor 5 tahun 2011 di mana di dalamny disebutkan pengangkutan batubara dilaksanakan melalui jalur khusus angkutan batubara.

“Selanjutnya akan diatur lebih lanjut yang merupakan kewenangan  yang bersangkutan tentu dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan dengan berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kepala dinas ESDM kemudian,” ungkap Nasrun.

Terhadap angkutan batubara ini konsekuensi dari ditutupnya dijalan umum untuk pengangkutan batubara di Sumatera Selatan akan melakukan pengawasan pengaturan atas operasional di Jalan Raya.

“Jadi harus betul-betul di buktikan pada tanggal 8 pada pukul 00.00 wib di jalan umum tidak ada lagi angkutan batubara dan ini tentu berkoordinasi. Oleh sebab itu dikoordinasikan dengan pihak Perhubungan dan Dirlantas Polda Sumatera Selatan dalam rangka mengamankan ini semua nanti,” tutupnya. (wan)

Comments

By admin

Leave a Reply