ipal1

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (ipal) skala perkotaan di kawasan Sungai Selayur, Palembang, yang menyerap dana hibah Pemerintah Australia, telah memasuki tahap sosialisasi untuk memindahkan warga yang berada di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) dan Perumahan Kota Palembang Saiful di Palembang, Rabu (15/2), mengatakan sosialisasi itu dilakukan ke warga yang lahannya masuk dalam lokasi rencana pembangunan ipal perkotaan.

“Untuk lahan sudah siap, tinggal memindahkan warga saja, seperti yang sosialisasi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Sukarami, Selasa (14/2). Jika berjalan sesuai rencana, maka tahun ini sudah ada pengerjaan fisik,” kata Saiful seperti dikutip sumsel.antaranews.com.

Ia mengatakan proyek bernilai total hampir Rp500 miliar di atas lahan seluas enam hektare itu, direncanakan berjalan hingga 2022 menggunakan skema pendanaan yang telah disepakati antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Beberapa tahapan telah dirampungkan, di antaranya Detail Engineering Design untuk membuat 12.000 sambungan rumah tangga dalam konteks semakin meningkatkan akses air bersih masyarakat perkotaan.

Kemudian yang tak kalah penting dalam tahapan itu yakni kesepakatan mengenai skema pendanaan sistem reimburse. Untuk itu, pendanaan akan menggunakan kombinasi antara dana APBD dan APBN untuk kemudian diganti oleh Australia setelah menyelesaikan proses pelaporan.

“Dengan hadirnya ipal perkotaan ini diharapkan air sungai menjadi lebih jernih karena telah melalui proses penyaringan sebelum dibuang ke sungai. Dampak positif lainnya, pekerjaan PDAM Tirta Musi akan lebih ringan dalam permurnian air bakunya,” kata dia.

Sebelumnya, Australia sangat merespon positif keinginan Pemerintah Indonesia yang menargetkan akses air bersih menjadi 100 persen pada 2019 dan masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang.

Australia telah memberikan bantuan teknis senilai Rp150 miliar untuk mengembangkan Pengelolaan Air Limbah Rencana Induk di delapan kota, termasuk di Palembang.

Kota Palembang terpilih karena 96,07 persen warganya telah mengakses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi warganya terkait dengan penanganan drainase, limbah dan sampah, dengan menganggarkan dana APBD sebesar Rp150,56 miliar lebih atau mencapai 10,43 persen dari belanja sejak 2015.

Negara donor menilai hingga kini sanitasi di kota Palembang masih belum memadai sehingga harus dilakukan perbaikan untuk skala pemukiman (kawasan) hingga perkotaan.

“Seperti dapat dilihat di sepanjang aliran Sungai Musi, sanitasi warga masih jauh dari yang diharapkan. Masih ada yang buang air besar langsung ke sungai, atau jika pun ada WC namun belum ada septitanknya,” kata dia.

Terkait itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan masyarakat dunia saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan serius akibat kerusakan lingkungan hidup karena tingkah polah manusia.

“Kini, persoalan lingkungan pada suatu negara sejatinya juga menjadi persoalan di negara lain,” kata Harnojoyo.

Comments

By admin

Leave a Reply