MASYARAKAT

Tabloid-DESA.com BANYUASIN – Dengan adanya peraturan dan larangan pembakaran lahan tanpa terkecuali membuat masyarakat di kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin merasa resah, sebab menurut mereka semenjak adanya aturan tersebut mereka tidak bisa mengolah lahan pertanian mereka, sehingga akibatnya terjadi gagal panen dan hasil pertanian mereka turun drastis. 

Menanggapi hal itu Arisa Lahari Ketua Komisi II DPRD kabupaten Banyuasin akan berkordinasi dengan Bupati Banyuasin serta Kapolres Banyuasin agar memberikan sedikit kelonggaran kepada para petani untuk mengolah lahan pertanian.

“Kita secepatnya akan menindak lanjuti persoalan ini, karena peraturan itu sangat bertentangan dengan instruksi pemerintah pusat agar meningkatkan hasil pertanian, dengan adanya aturan tersebut justru mempersulit masyarakat,” ujar Arisa Lahari kepada wartawan, Minggu (27/8).

Lanjut dia seharusnya masyarakat diberi solusi bukan ditekan seperti ini, kalau membikin peraturan haruslah pikirkan sebab dan akibatnya.

“Kita Akan berusaha agar masyarakat secepatnya mendapatkan solusinya, karena sebagai wakil rakyat apa yang menjadi persoalan mereka sudah menjadi persoalan kita juga,” imbuh Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Banyuasin ini.

Sementara itu Rusmin (50) warga Srikaton Kecamatan Air Saleh kabupaten Banyuasin menjelaskan bahwa semenjak adanya larangan untuk membakar sampah pertanian masyarakat menjadi was-was akibatnya dirinya selalu gagal panen karena telat menabur benih.

“Tahun ini dari empat hektar sawah yang saya miliki hanya dua hektare yang hasilnya maksimal, semua itu di akibatkan telat nabur karena lahan yang seharusnya bersih karena di bakar namun semenjak adanya larangan itu kami jadi bingung harus bagaimana,oleh sebab itu kami mengadu kepada pak Dewan dengan harapan di carikan solusinya,” terangnya.

Comments

By admin

Leave a Reply