SEMRAWUT DAN RAWAN KECELAKAAN: Itulah kondisi ruas jalan di depan Kampus Unsri Indralaya Ogan Ilir Sumsel. Agar tak terus menerus jatuh korban karenanya butuh perhatian pihak terkait untuk membenahi kondisi kronis tersebut.
TABLOID-DESA.COM, INDRALAYA OGAN ILIR SUMSEL – Ruas Jalan Palembang–Prabumulih KM 32 tepat di depan Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya menuai sorotan. Jalan yang padat lalu lintas ini kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari akibat minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) serta belum tersedianya trotoar bagi pejalan kaki. Ironisnya, banyak korban kecelakaan berasal dari kalangan mahasiswa Unsri.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga sekitar dan civitas akademika Unsri. Mereka menilai, ruas jalan strategis tersebut sudah seharusnya diperlebar menjadi dua lajur serta dilengkapi fasilitas penunjang keselamatan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa:
Pasal 25 ayat (1) menyebutkan, penyelenggara jalan wajib melengkapi jalan dengan perlengkapan jalan, termasuk rambu, marka, alat penerangan jalan, serta fasilitas pejalan kaki.
Pasal 26 ayat (1) menegaskan, penyelenggara jalan wajib melakukan pemeliharaan jalan agar selalu berfungsi dengan baik.
Pasal 45 ayat (1) menyebutkan, setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan fasilitas pendukung bagi keselamatan dan keamanan, termasuk jalur pejalan kaki (trotoar).
“Kalau malam hari sangat berbahaya, gelap sekali dan kendaraan melaju kencang. Mahasiswa sering jadi korban karena harus berjalan di pinggir jalan tanpa trotoar,” ujar salah satu warga Indralaya.
Warga dan civitas akademika berharap pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan pelebaran menjadi dua lajur, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta pembangunan trotoar. Selain demi keselamatan dan kenyamanan, langkah ini juga akan mendukung keindahan kota Indralaya sebagai kawasan pendidikan yang representatif.
Kontributor: Tino Sujadi
Editor: Sarono P Sasmito












