Category Archives: PERKEBUNAN

Herman Deru Bangga Kopi Empat Lawang Dikenal Hingga Manca Negara

* Marsum Sarasehan HUT ke-15 Kabupaten Empat Lawang Bertema “Empat Lawang Menuju Kancah Nasional”

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru menjadi sebagai Narasumber pada acara Sarasehan HUT ke-15 Kabupaten Empat Lawang dengan tema “Empat Lawang Menuju Kancah Nasional” yang digelar secara virtual di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (11/5).

Herman Deru menilai tema “Empat Lawang Menuju Kancah Nasional” yang diselenggarakan oleh Harian Umum Sriwijaya Post itu sangatlah menarik. 

Bahkan Bapak Pembangunan Sumsel itu sangat meyakini Kabupaten Empat Lawang dapat dikenal di kancah nasional bahkan internasional,  dengan potensi yang dimiliki seperti sektor pertanian dan perkebunan. 

“Pertama yang perlu kita ingat adalah potensi. Artinya kelebihan kita dalam Sumber Daya Alam (SDA) itu apa. Tapi kita juga harus tau kekurangan kita apa,” tuturnya.

Namun ketika melihat potensi yang bisa dikembangkan di Empat Lawang sangatla cocok yakni sektor pertanian dan perkebunan ini. 

“Saya yakin nantinya Empat Lawang bisa manjadi lumbung pangan dengan meningkatkan pendukung infrastrukturnya” katanya.

Bicara potensi pangan kenapa Sumsel sangat mengandalkan persawahan karena kata Herman Deru saat ini minat masyarakat becocok tanam padi sawah  sudah semakin baik pasca diberikannya bantuan  alsintan ditambah lagi distribusi pupuk yang sudah semakin baik.

Apalagi Kabupaten Empat Lawang juga memiliki kopi yang tidak hanya dikenal di Sumsel tapi juga dikenal di penjuru manca negara.

“Potensi kopi Empat Lawang luar biasa tinggal saja kita tingkatkan jaringan pemasaran dan kemasanannya. Apalagi banyak inovasi dengan membuat grai-grai kopi sehingga tanpa disadari kopi ini semakin mendunia,” ujarnya.

Untuk menuju Kabupaten Empat Lawang yang lebih maju dan menuju kancah nasional bahkan internasional, Herman Deru mengajak semua jajaran di Kabupaten Empat Lawang untuk menyamakan persepsi dengan tidak  meninggalkan budaya lokal, hal ini yang harus dipertahankan.

“Pemprov Sumsel akan selalu backup Kabupaten Empat Lawang secara proporsional apa yang dibutuhkan,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Empat Lawang, H Joncik Muhammad, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru, Empat Lawang kanjut dia saat ini semakin maju tidak lepas dari dukungan dan suport dari Gubernur.

“Pak gubernur itu luar biasa mendukung Kabupaten Empat Lawang, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga mendotong sektor pertanian dan perkebunan,” katanya..

Dia mengatakan Empa Lawang ini memang dikenal dari pertanannya sebagi produk unggulan yaitu padi, kopi dan durian. 

“Lempok durian Empat Lawang juga sangat dikenal dan ini akan kami angkat. Kami bersyukur durian panen setahun dua kali. Untuk itu kami minta dukungan dari Pak Gubernur dan semua pihak dalam mendorong sektor pertanian,” ucapnya.

Sesuai dengan tema Empat Lawang Menuju Kancah Nasional, dengan potensi yang ada kam bisa apalagi kita ada kopi. 

Turut hadir, Direktur Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dedi Junaedi, Moderator Wenny, para Kepala OPD Sumsel dan Kabupaten Empat Lawang.*

Herman Deru – Kapolda Kompak Jalin Kerjasama Percepat Terwujudnya Sumsel Mandiri Pangan

# Tanam Jagung di 200 Hektar Lahan Milik Polda Sumsel

Tabloid-DESA.com BANYUASIN – Komitmen Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  dalam menjaga ketahanan pangan terus dibuktikan. Upaya tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti pada Rabu (16/3). Gubernur Sumsel H Herman Deru memulai launching penanaman jagung dalam rangka program ketahanan pangan nasional melalui  penanaman jagung  di lahan Sekolah Polisi Negara (SPN) Betung Kabupaten Banyuasin.

“Langkah ini merupakan semangat Sumsel untuk menjadi epicentrum jagung. Hal ini juga wujud Sumsel dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Herman Deru mengawali sambutannya.

Dia mengungkapkan, upaya itu juga merupakan bukti kolaborasi semua pihak yang ada di Sumsel, termasuk aparat penegak hukum seperti POLRI dan TNI.

“Ini selaras dengan arahan pak Presiden Joko Widodo. Pak presiden menginginkan agar ketahanan pangan melalui komoditas jagung segera dilakukan. Upaya ini tentu kita apresiasi karena dilakukan secara serentak di jajaran Polda Sumsel,” paparnya.

Apalagi, lanjutnya, penanaman jagung tersebut digadang-gadang merupakan pertama kali dilakukan pihak kepolisian di Indonesia.

“Ini merupakan kerjasama antara Pemprov Sumsel dan Polda Sumsel. Saya juga bangga karena Polda Sumsel yang melaksanakan program ketahanan pangan. Ini juga merupakan tindak lanjut dari kerjasama Menteri Pertanian dan Kapolri,” terangnya.

Dia pun menjelaskan, penanaman jagung tersebut ditargetkan akan dilakukan di 200 hektar lahan kosong milik Polda Sumsel  salahsatunya  di sekitar lingkungan SPN Betung Kabupaten Banyuasin.

“Tujuan dari upaya ini untuk menekan impor jagung dan perlahan-lahan Sumsel akan meningkatkan ekspor komoditas jagung ini,” imbuhnya.

Kendati begitu, dia mengingatkan, upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas komoditas jagung yang dihasilkan.

“Peningkatan kualitas harus dilakukan. Karena jagung ini merupakan pangan prioritas selain beras. Manfaatnya juga sangat banyak, termasuk juga untuk pakan ternak,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Tony Harmanto mengatakan, langkah penanaman jangung di lahan milik Polda Sumsel tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

Dimana, dia berkomitmen, budidaya tersebut akan dilakukan di 200 hektar lahan milik Polda yang tersebar di 17 Polres yang ada di Sumsel.

“Selain di SPN, budidaya jagung ini juga dilakukan di lahan-lahan yang ada di Polres-Polres jajaran. Kepolisian siap mendukung pemerintah. Pertanian jagung ini akan dikelola Bhabinkamtibmas,” katanya.

Dia mengungkapkan, di SPN sendiri, pertanian memang telah lama dilakukan. Sedikitnya ada 130 hektar lahan di SPN Betung yang dimanfaatkan untuk pertanian.

“Kita memang telah lama memanfaatkan lahan kosong di SPN ini untuk pertanian. Termasuk perkebunan buah dan lainnya,” paparnya.

Dia berharap, penanaman jagung sebagai bentuk dukungan dalam menjaga ketahanan pangan tersebut dapat memantik pihak lainnya untuk turut melakukan aksi serupa.

“Kita harapkan ini dapat menjadi contoh pihak lainnya. Melalui hal ini juga kita mengedukasi masyarakat soal bagaimana membudidayakan tanaman jagung dengan benar,” tuturnya.

Diketahui, penanaman jagung di lahan SPN Betung milik Polda Sumsel itu ditandai dengan penandatanganan akte kesepahaman antara Gubernur Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Tony Harmanto dan penandatanganan Nota Kerjasama Gubernur Herman Deru dengan Bank Sumsel Babel serta PT Pusri.

Selain penanaman jagung tersebut, Gubernur Herman Deru dan Kapolda Irjen Pol Tony Harmanto berkesempatan melepas benih ikan di waduk Bintara di kawasan SPN Betung.

Hadir dalam penanaman jagung tersebut, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Bupati Banyuasin Askolani Jasi, Kepala Dinas Pertanian Sumsel R Bambang Pramono, dan semua pihak terkait, termasuk perwakilan Bank Sumsel Babel dan PT Pusri.*

Menko Perekonomian Airlangga Hartato Puji Komitmen Herman Deru Sejahteraan Petani Sawit Sumsel

# Dampingi Menko Perekonomian RI Bantuan Program Replanting Sawit di Muara Enim

Tabloid-DESA.com MUARA ENIM –Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato, Menteri Perindutrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf  menyerahkan bantuan  untuk  peremajaan sawit bagi petani di Kabupaten Muara Enim yang dipusatkan di Desa Kencana Mulia Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, Jumat (4/3) pagi. 

Dalam kegiatan penyerahan  bantuan  peremajaan sawit yang digelar PBNU tersebut,   dinilai Gubernur Herman Deru sangat tepat diberikan oleh pemerintah pusat, sebab melalui program replanting diharapkan akan menjaga keberlangsungan  pendapatan petani sawit di Sumsel. Bahkan dengan adanya bantuan sebut lanjut Herman Deru akan sangat membantu bagi kalangan petani khususnya petani non plasma.

“Hari ini sangat istimewa bagi kita karena mendapatkan bantuan peremajaan sawit yang disebut replanting. Kami mohon kepada Pak Menko untuk dapat memperluas lagi program replanting ini untuk petani sawit  Sumatera Selatan,”   harap Herman Deru.

Herman Deru menilai  bantuan yang diberikan pemerintah melalui program replanting  akan berdampak   luar biasa bagi kesejahteraan petani.

“Bantuan yang diberikan untuk penanaman ini merupakan angin segar bagi keberlangsungan kebun sawit  petani  karena setiap hektarnya mendapatkan modal 30 juta rupiah. Atas nama petani dan seluruh masyarakat saya sampaikan ucapan terimakasih  pak Menteri,” imbuh Herman Deru.

Dilain pihak  Kemenko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato mengatakan tanaman sawit menjadi komoditas utama bagi  Indonesia, bahkan dari komoditi   sawit ini mampu  menghasilkan devisa negera  Rp. 30 miliyar USD pada tahun 2021.  Komitemen Pemprov Sumsel terhadap kesejahteraan petani  khususnya petani sawit juga mendapatkan apresiasi dari Menko Prekonomian,

“Meski dimasa pandemi covid-19, mokoditi  sawit terus memberikan keuntungan bagi negera. Diperkirakan sawit ini terus akan  dibutuhkan bukan hanya di Indonesia tapi juga di pasar global,” ungkapnya.

Dalam program  peremajaan sawit, lanjut Airlanggga ini pemerintah sudah menyiapkan sebanyak 180 ribu hektar. Bahkan melalui program ini perhektarnya akan diberikan dana sebesar Rp. 30 juta. Dia juga melihat potensi sawit Sumsel  sebagai salah satu provinsi sebagai penghasil terbesar di Indonesia.

“Tadi ada yang 4 hektar Rp. 120 juta, kemudian 70 hektar bahkan ada yang 200 hektar, artinya kalau lebih dari 100 hektar bisa menerima Rp. 6 hingga Rp. 7 miliyar. Dan pemerintah menyiapkan 180 ribu hektar setiap tahun,” katanya.

Pada kesempatan ini, sebagai Ketua Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Airlangga Hartato mengaku bangga melihat warga NU karena disini banyak kebun warga NU dan program pemerintah ini harus berjalan dan dananya sudah disediakan dan dari bantuan penanaman awal tadi bisa dilanjutkan KUR bahkanKUR naik 30 persen, kalau tahun kemarin Rp. 283 triliun dan tahun ini Rp. 337 triliun.

“Kami harap program ini terus di berbagai daerah dan kerjasama seluruh pihak hingga Pemerintah Pusat, daerah termasuk perbakan dan lembaga lainnya. Kita akan terus lakukan program ini sehingga target 180 ribu hektar bisa dilakukan tahun ini dengan begitu petani bisa berjaya dan sejahterah kembali bangkit dari pasca covid-19,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa peremajaan sawit rakyat ini upaya NU untuk ikut mendukung progam-program pemerintah yang diperuntukan bagi rakyat.

“Kita tau pemerintah terus ingin membut kesejahteraan rakyat maka itu NU ikut membantu agar program tersebut terwujud. Ini salah satu kerjasama PBNU dengan pemerintah dan ini akan terus kita kembangkan,” pungkasnya. 

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Wakil Ketua PBNU, KH. Nusron Wahid, Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB.H. Ace Hasan, Anggota Komisi III DPR RI, Kahar Muzakir.

Kemudian Direktur Utama BPDP-KS Eddy Abdurrachman, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto, Ketua DPRD Sumsel, Hj. R.A Noeringhati, Ketua PWNU KH. Amiruddin Nahrawi serta Bp Bupati Muara Enim H Nasrun Umar, kepala OPD Sumsel dan Kabupaten Muara Enim.*

Berawal Coba-Coba, Kini Wujudkan Kemandirian Pangan dari Halaman Rumah

# Dukung Gerakan SMP Herman Deru 

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Ditemani putri bungsunya, hari Minggu (6/2) pagi Mushaful Imam, 49, warga Lorong Peristiwa Kecamatan Alang-Alang Lebar terlihat asyik mengurus tanaman cabai rawit di pekarangan rumahnya. Cabai-cabai ini mulai terlihat matang menguning dan begitu segar. 

Sudah hampir tiga bulan belakangan ini, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai fotografer freelance itu menghiasi halaman rumahnya dengan beberapa tanaman kebutuhan pokok. Selain mangga, Ia iseng menanam cabai untuk mengisi waktu sekaligus mengisi kekosongan lahan di halaman rumahnya.

Cabai yang Ia tanam ini merupakan cabai rawit dan cabai burung. Tak kurang ada 10 batang cabai yang tumbuh subur. Dari 10 batang itu sudah 4 batang yang bisa dipanen.  

Tak tanggung-tanggung sekali panen Ia bisa mendapat 0,5 Kg cabai. Selain untuk konsumsi sendiri, cabai-cabai ini menurutnya juga kerap diberikan ke tetangga yang membutuhkan. 

Awalnya Ia mengaku iseng melihat lahannya kosong begitu saja. Berbekal biji cabai yang didapat dari sisa masak istrinya yang dikeringkan dan bibit oleh-oleh liputan ke berbagai daerah seperti Mariana Banyuasin, Semendo Lahat hingga Bengkulu. Iapun mulai bercocok tanam. 

“Iseng Saya tanam saja di depan, rupanya tumbuh subur. Dan sekarang mulai kelihatan cabainya juga tumbuh bagus-bagus. Ini sudah menguning, mungkin sebentar lagi bisa diambil,” ujarnya. 

Sebagai penggemar makanan pedas, Iapun menyadari bahwa keisengannya itu justru menguntungkan. Karena dengan tambahan cabai hasil panen nanti, praktis istrinya tak perlu lagi membeli cabai dalam jumlah banyak di warung. 

“Kalau dipanen nanti Saya kira lumayan banyaknya hasilnya. Sebab ini ada 4 batang. Mungkin kalau biasanya beli 250 gram untuk kebutuhan 3-4 hari bisa dikurangi cukup 100-150 gram saja, jadi hemat 100-150 gram setiap kali beli cabai” tambahnya. 

Melihat hasil itu Iapun berencana menambah banyak tanaman cabainya.

“Kalau bisa untuk penuhi kebutuhan di rumah kenapa tidak. Selisih pengeluaran kan bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Soalnya cabai ini pokok sekali. Gak enak makan gak pedas. Ini baru semai lagi biar tambah banyak,” ujarnya. 

Selain untuk menambah rasa pedas pada sambal, cabai rawit ini selalu dikonsumsi untuk membuat sambal kecap pada menu ikan bakar yang jadi menu wajib keluarganya setiap akhir pekan. 

“Iya jadi gak usah beli lagi. Cabainya diiris-iris dicampur bawang merah dan kecap. Dimakan dengan ikan gabus bakar sedap sekali,” jelasnya. 

Karena sudah mengalaminya sendiri, pria yang kerap mendapat penghargaan lomba foto tingkat nasional hingga internasional inipun sangat mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang digagasan Gubernur Sumsel H. Herman Deru sejak akhir tahun 2021. 

“Selama inikan kita beli, tapi setelah kita coba tanam sendiri sekalian memanfatkan halaman rupanya seru juga. Bukan hanya asyik bercocok tanam tapi juga membantu meringankan pengeluaran sehari-hari,” ujarnya. 

Karena itu pula, Ia mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam kebutuhan. Tak harus cabai tapi bisa juga seperti daun bawang, seledri, tomat cherry, bahkan sayur katuk dan lainnya. 

“Coba dulu nanti bisa merasakan langsung hasilnya,” ucapnya bersemangat. 

Sebelumnya pasca dilaunching 2 Desember 2021, Gubernur Sumsel H.Herman Deru memang terus menggalakkan GSMP kepada masyarakat. Melalui gerakan ini, Ia ingin masyarakat Sumsel tidak lagi pusing saat harga berbagai kebutuhan pokok naik terutama cabai. 

“Cabai inikan sudah menjadi kebutuhan pokok. Setiap hari pasti kita gunakan saat masak. Dan sebenarnya kan bisa kita tanam sendiri di rumah sehingga bisa menghemat pengeluaran. Bahkan kalau harganya sedang tinggi kita tidak sulit lagi,” jelasnya. 

Melalui gerakan ini Herman Deru mengajak masyarakat untuk mulai berpikir menjadi produsen dalam kata lain penghasil bukan hanya menjadi konsumen saja. 

Untuk menggerakkan program ini Pemprov Sumsel menggandeng sejumlah BUMN dan BUMD untuk menyalurkan CSR-nya. Tak hanya bibit tapi juga prasarana pendukung untuk berkebun dan beternak ikan dan lainnya di 17 kab/kota se Sumsel.*

Sumsel Optimis Tetap Masuk Dalam 10 Besar Nasional Daerah Penghasil Jagung

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) setempat optimis  akan mencapai target swasembada jagung  dengan produksi satu  juta  ton jagung pipilan kering di tahun  2021 ini. Dimana pada awal tahun 2021 lalu   Sumsel  masih masuk 10 besar nasional sebagai daerah penghasil jagung.

Wakil  Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya didampingi  Kadis TPH Provinsi Sumsel Bambang Pramono saat dibincangi usai hadir secara virtual pada  panen raya jagung nusantara yang dilakukan secara serentak se Indonesia bersama menteri pertanian RI Dr H. Syahrul Yasin Limpo  menyebutkan,  untuk wilayah Sumsel ada sejumlah Kabupaten/ kota yang menjadi sentra tanaman jagung masing-masing Kabupaten  Musi Rawas, OKU Timur  dan Banyuasin.

“Ketiga daerah tersebut baru saja melakukan masa panen jagung,” ucap Mawardi.

Dikatakan, untuk luasan  panen jagung Sumsel hingga 28 September 2021   112 hektar atau setara 707.546 ton jagung pipilan kering. Karena itu pihaknya optimis  Sumsel akan mencapai target  1 juta ton jagung pipilan kering  hingga akhir tahun 2021. Mengingat sebelumnya di tahun 2020 produksi jagung Sumsel  mencapai 927 ribu ton pipilan kering. 

“Kita masih ada waktu 3 bulan untuk panen lagi, mudah-mudahan dengan produktivitas panen jagung Sumsel yang berada di atas nasional yaitu 6,7 ton per hektar, hal ini dapat tercapai,” katanya. 

Diungkapkannya, bahwa sejak 2019, Sumsel sudah masuk 10 besar skala nasional sebagai daerah penghasil jagung.

“Sumsel juga telah melakukan upaya ekstensifikasi melalui  upaya meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan untuk tanaman   padi dan jagung  khususnya  Kabupaten OKU Selatan, OKU Timur   dan Muba,” tandasnya.

Sementara itu Mentan Syahrul Yasin Limpo saat   panen raya jagung  di desa Grabobgan Jawa Timur  dalam rangka hari  tani nasional  mengapresiasi para kepala  daerah yang konsentrasi  dengan upaya peningkatan produksi pertanian. Bahkan berdasarkan catatan lanjutnya sektor ini menjadi sektor yang paling tangguh dimasa pandemi dan banyak menyerap  lapangan kerja baru.

“Saya  apresiasi para  kepala daerah yang peduli  pada  pertanian. Sektor ini juga  paling banyak  membuka lapanga pekerjaan,” ucap Mentan.

Sejumlah daerah yang melakukan panen  jagung secara serentak di Indonesia kali ini  diantaranya Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten  Bengkulu Selatan, Kabupaten   Jeneponto, Kabupaten  Enrekang, Kabupaten  Boalemo, Kabupaten   Pahuwato, Kabupaten   Sumbawa, dan Kabupaten Bantaeng.*

Herman Deru Jadikan Food Estate Sumsel Percontohan

# Serahkan Bantuan Alsintan dan Canangkan Penanaman Padi IP 300 di Seluruh Sumsel. 

Tabloid-DESA.com OKUT – Gubernur Sumsel menyerahkan bantuan alat mesin pertanian pra oanen dan pasca panen bagi petani dan korporasi petani di Desa Sabahlioh, Kecamatan Bunga Mayang di Kabupaten OKU Timur Tahun 2021, Selasa (7/9). Penyerahan Bantuan Alat Pertanian, Benih Jagung dan Bibit Padi ini adalah bentuk fasilitasi pemerintah dalam upaya melaksanakan Program Strategis Nasional “Food Estate”. 

Dengan mengawal pelaksanaan Program Strategis Nasional “Food Estate” ini dengan baik diharapkan Sumsel dapat menjadi percontohan untuk pelaksanaan kegiatan Food Estate di Indonesia. 

Dikatakan HD konsep Food Estate Sumsel yang ingin diwujudkannya adalah penumbuhan dan pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi melalui kegiatan pendampingan, pengawalan pertanaman komoditi pangan dan hortikultura dan komoditi pertanian lainnya sesuai rekomendasi teknis, spesifik lokasi dan berdasarkan kebutuhan petani mulai dari hulu sampai kehilir yang akan menumbuhkan dan meningkatkan kemandirian petani.

Menurut HD Ia tak pernah pilih kasih dalam mengguyurkan bantuan ke daerah. Namun  melihat dan menganalisa terlebih dulu potensi tiap-tiap daerah. 

“Kan tidak mungkin Saya memberikan bantuan alat pertanian ini ke perkotaan yang lebih banyak mengandalkan sektor jasa. Makanya Saya kasih daerah memang punya potensi pertanian, perkebunan dan perikanan. Inilah namanya kerja konkret,” ujar HD. 

Selain memberikan bantuan alsintan, benih padi dan jagung, dalam kesempatan itu HD juga sekaligus mencanangkan program Penanaman Padi IP 300 di Seluruh Sumsel yang dimulai dari Kabupaten OKU Timur. Diharapkan dengan pencanangan dan pemberian bantuan ini dapat menjadi penyemangat masyarakat untuk mencapai prestasi di bidang pertanian dan perkebunan. Iapun menginginkan agar sektor pertanian menjadi Icon di Provinsi Sumsel. 

“Makanya saya Ingatkan agar Bupati OKUT jangan disorientasi, jangan latah dan ikut-ikutan. OKUT ini potensinya pertanian, perkebunan. Tidak usah bicara potensi yang lain, inilah yang terus digali, bila perlu untuk mengedukasi generasi muda ini bisa dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Lebih jauh HD mengatakan, pada tahun 2060 mendatang, berdasarkan kesepakatan sejumlah negara di dunia semua akan dilarang menggunakan energi fosil, melainkan diganti dengan energi terbarukan. 

Jika diihitung dari sekarang maka waktu yang tersisa kata HD sekitar 39 tahun lagi. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk menata dan mewariskan energi terbarukan bagi anak cucu. 

“Solusinya tidak ada pilihan lain selain pertanian dan perkebunan. Kalau kita bergerak hari ini artinya kota telah berinvestasi membuat energi terbarukan di masa depan. Karena nanti bisa saja tebu bukan hanya menghasilkan gula tapi menjadi bahan bakar dan lainnya” terang HD. 

Terkait penyerahan bantuan alat pertanian itu, HD juga memgingatkan agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin karena tentu telah melewati seleksi yang ketat. Sehingga diharapkan penerima tak hanya punya tanggungjawab secara materi tapi juga moril bagi perkembangan pertanian di OKUT. 

Sementara itu dalam kegiatan tersebut Gubernur HD didampingi Bupati OKUT H. Lanosin, Ketua DPRD Kab OKUT Beny Davidson melakukan serangkaian kegiatan di antaranya melakukan tanam Jagung bersama petani serta menyaksikan percepatan tanam padi  bersama petani, di Desa Sabahlioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kab OKU Timur, Selasa (7/9). 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Herman Deru juga berkesempatan menyerahkan bantuan mesin alat pertanian berupa traktor roda 4 ke beberapa kelompok petani, traktor roda 2, pompa air 3 inch, kultivator. Serta bantuan alat mesin petanian pada korporasi petani, berupa traktor,  kultivator. Bantuan benih padi dan jagung serta POC. 

Di tempat yang sama Bupati OKU Timur H. Lanosin mengatakan mewakili masyarakatnya mengaku sangat senang dengan  bantuan yang diguyurkan ini.

Seban bantuan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat karena harapannya bantuan ini membuat eknonomi OKUT semakin menggeliat. Saat ini saja kata Lanosin, meskipun di masa pandemi dengan mengandalkan sektor pertanian  secara statitistik perekonomian OKUT  masih menjadi yang membanggakam di Sumsel. 

“Karena itu kami mohon Gubernur juga dapat menuntun kami untuk jadi daerah percontohan di Sumsel. Terkait food estate OKUT saat ini kita masih eksis dengan kuota 15.000 hektare,” jelas Lanosin. 

Tak hanya sektor pertanian, saat ini kata Lanosin mereka juga tengah fokus menggarap potensi lainnya seperti perkebunan dan perikanan. Terbaru dengan program Kampung Patin, OKUT menargetkan menjadi kabupaten penyangga kebutuhan ikan di Sumsel. 

“Selain target produksi Gabah Kering Giling (GKG) 1 juta ton, kita juga fokus di bidang perikanan,” ucapnya. 

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel R. Bambang Pramono mengatakan saat ini di OKUT sudah ada 6 korporasi petani berbadan hukum yang telah terbentuk. Pembentukan ini merupakan implementasi pelaksanaan kick of food estate yang dicanangkan di Pemulutan oleh Menteri Pertanian (Mentan) beberapa waktu lalu. 

Dijelaskan Bambang bahwa di OKU Timur terdapat kuota 15.000 hektare mendapat paket lengkap mulai dari benih padi, pupul, pestisida dan bantuan pengolahan lahan. 

“Nilainya sekitar Rp90 miliar dengan rincian Rp6 juta perhektarnya untuk 15.000 hektare ha. Ada juga bantuan asporasi Almarhum Percha Leanpuro berupa pompa dan lainnya. Serta bantuan Mentan pada koorporaso petani food estate. Semoga dengan ini food estate di Sumsel juga di OKUT dapat menjadi percontohan di Indonesia,” tegasnya. 

Saat ini kata Bambang Pemprov Sumsel tengah melakukan percepatan tanam untuk menggenjot sektor produksi.yang sempat terkendala kehilangan luas tanam lantaran adanya rehab irigasi. Percepatan tanam untuk meningkatkan produksi padi itu dilakukam dengan mencanangkan penanaman Padi IP 300 di seluruh Sumsel langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

Herman Deru Semangati Warga Olah Cabai Lado Gerakkan Ekonomi di Desa-Desa

# Panen Cabai Lado Bersama Petani OKU Timur 

Tabloid-DESA.com OKUT –  Banyak cara dilakukan Gubernur Sumsel H. Herman Deru untuk meningkatkan perekonomian warganya di tengah pandemi Covid 19. Salah satunya dengan menyemangati warga agar lebih giat menanam aneka kebutuhan pokok sehari-hari seperti sayuran, umbi-umbian dan terutama cabai serta mengolahnya menjadi barang kebutuhan pokok sehari-hari. 

“Sekarang Saya tanya, siapa yang bisa makan tanpa cabai di rumah? Rata-rata semua butuh cabai kan. Makanya tanam sendiri. Manfaatkan pekarangan di sekitar rumah sehingga kita tidak perlu membeli lagi,” ujarnya usai panen Cabai Lado bersama petani di Desa Sukanegara Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur. 

Menurut HD hal-hal kecil seperti itu kadang tak terpikirkan. Padahal jika ditekuni, menanam cabai bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Apalagi selain digunakan untuk memasak sambal sehari-hari, cabai bisa diolah dalam berbagai bentuk misalnya bumbu pecel, bahkan diolah menjadi bumbu masak lain misalnya bubuk cabe kering. 

“Jadi kita jangan ikut-ikutan. Orang tanam karet lalu berduyun-duyun menanam karet. Ada orang justru kaya karena bumbu pecel. Makanya petani juga harus jeli melihat bagaimana suplai dan demand ini,” jelas HD. 

Inisiatif kreativitas seperti ini kata HD memang membutuhkan pemantik seperti misal Kepala Daerahnya atau pejabat. Maka dari itu Dia menghimbau agar Bupati OKU Timur mulailah menggerakkan ini untuk mendongkrak perekonomian warga. 

“Suatu daerah itu dikatakan mampu kalau biaya hidupnya murah. Nah kita inikan ada semua, cabai, ubi, sayur, padi semua ada. Mari kita gerakkan ini agar kita jadi daerah yang mandiri,” tambahnya. 

Di era seperti sekarang sudah  tidak ada alasan lagi bagi warga untuk tidak berkembang. Apalagi saat ini Pemprov juga terus mengupayakan internet desa bagi warganya. Dengan internet masyarakat bisa mempelajari peluang apa saja yang dapat meningkatkan kesejahteraannya. 

Terlebih saat ini sudah ada tenag Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (P2EP) yang disebar ke daerah-daerah untuk membantu memajukan para petani. 

“Kalau tidak tahu dan butuh informasi apa saja terkait peningkatan ekonomi pertanian bisa tanya ke petugas. Mereka wajib tahu. Jadi bapak ibu tidak perlu ragu lagi jika ada yang butuh ditanyakan,” papar HD. 

Dikatakan HD, cabai merupakan salah satu komoditi hortikultura dari jenis sayuran yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu komoditas strategis nasional karena memiliki banyak manfaat serta bernilai ekonomis tinggi sehingga sering menjadi salah satu komoditi pertanian di Indonesia yang sering mengalami inflasi terkait ketersediaannya di pasaran termasuk di Provinsi Sumatera Selatan.  

Selama ini harga cabai mengikuti pola pertanaman yang mengacu pada musim tanam.  Pada saat memasuki musim kemarau, maka harga cabai akan mengalami penurunan akibat ketersediaan cabai yang berlimpah dipasaran.  Hampir sebagian besar petani cabai melakukan budidayanya di musim ini.  Tetapi apabila memasuki musim penghujan, maka harga cabai akan mengalami peningkatan akibat ketersediaannya yang terbatas.  Terbatasnya ketersediaan cabai dipasaran disebabkan karena pada saat musim penghujan, maka petani akan lebih ektra memelihara pertanaman cabe dan tanaman cabe pun akan lebih rentan terhadap serangan penyakit.  

Diperlukan sentuhan teknologi budidaya yang bisa menjaga dan melindungi pertanaman cabai dilapangan khususnya pada saat penanaman di musim hujan karena pada saat inilah apabila petani berhasil melewatinya maka akan meningkatkan pendapatan mereka dari berjualan cabai. 

Berbagai jenis dukungan teknologi yang bisa diberikan ke petani seperti penggunaan varietas cabai yang tahan penyakit dan lebih adaptif ditanam dimusim penghujan. 

“Cara lain adalah dengan menggerakan penanaman cabai sebagai tanaman dipekarangan selain tidak membutuhkan lahan luas, tanaman cabai bisa lebih terpelihara dan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga dan mengantisipasi terjadinya inflasi akibat terbatasnya ketersediaan di lapangan. ” jelasnya. 

Sementara itu Bupati OKU Timur H. Lanosin mengatakan saat ini pihaknya memang terus mengembangkan sektor pertanian tak terkecuali cabai. 

“Hari ini kita panen cabai varietas Lado. Ada 15.000 hektare kebun cabai yang kota panen yang tersebar di beberapa titik,” jelasnya. 

Menurut Lanosin masyarakat juga sangat bergembira atas kehadiran Gubernur Herman Deru yang ikut panen langsung bersama petani. 

“Kehadiran Pak Gubernur semakin menyemangati kami. Di sela kesibukannya beliau mau menyempatkan diri kesini,” tutup Lanosin. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel R. Bambang Pramono, Wakil Ketua DPRD Kab OKU Timur, Rio Susanto dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Gerakan “Stek” Satu Juta Batang Kopi, Diyakini Akan Tingkatkan Kualitas Kopi Sumsel

# Wagub Launching Gerakan Satu Juta Stek Batang Pucuk Kopi  di Pagar Alam

Tabloid-DESA.com PAGARALAM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya guna meningkatkan kualitas tanaman kopi. Salah satunya dengan melakukan gerakan tanam  sambung “stek” batang pucuk tanaman kopi.

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan, program sambung pucuk tersebut dilakukan agar kualitas kopi khususnya dari daerah Pagaralam dapat semakin meningkat dan dikenal luas.

“Pagaralam ini merupakan daerah penghasil kopi terbaik di Sumsel. Oleh karena itu, agar hasil kopi dari Pagaralam ini dapat terus bersaing, maka kita harus kita tingkatkan sehingga semakin dikenal,” kata Mawardi ketika melaunching gerakan sejuta batang sambung pucuk tanaman kopi bantuan Gubernur Sumsel tahun 2021 di Desa Rempasai Kelurahan Panjang Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sabtu (4/9).

Bahkan, agar untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sumsel memberikan bantuan satu juta batang bibit kopi untuk dilakukan sambung pucuk melalui bantuan Gubernur Sumsel.

“Program sambung pucuk ini untuk menghasilkan kualitas kopi terbaik. Sambung pucuk ini akan mengubah kualitas kopi biasa menjadi kualitas yang baik,” terangnya.

Upaya tersebut, lanjut Mawardi, tentu akan turut didukung berbagai pihak. Termasuk juga PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang akan menjadi penyuplai pupuk untuj tanaman kopi tersebut.

“PT Pusri tentu akan mendorong langkah ini. Sambung pucuk ini harus juga menggunakan pupuk agar kualitas yang dihasilkan semakin baik,” ujarnya.

Mawardi memastikan, program sambung pucuk tanaman kopi tersebut akan dilakukan secara berkesinambungan.

“Semaksimalnya kita akan terus membantu agar upaya ini dapat berjalan maksimal, baik bantuan yang berasal dari pusat maupun provinsi. Kita yakin upaya ini dapat bermuara terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena 65 pesen penduduk Sumsel ini merupakan petani,” bebernya.

Diketahui, langkah yang dilakukan Pemprov Sumsel tersebut membuat Sumsel dan Pagaralam dianugrahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan itu juga diterima langsung oleh Mawardi Yahya.

Tidak hanya itu, di tempat yang sama, Mawardi juga memberikan bantuan kepada sejumlah kelompok tani di kawasan tersebut.

Selain itu, kesempatan itu juga dimanfaatkan Mawardi untuk meninjau posko karhutla yang tak jauh dari lokasi. Mawardi berpesan agar posko tersebut dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat meminimalisir kebakaran lahan.

Bantuan yang diberikan itu meliputi, meain pencacah limbah kopi, mesin penepung kopi, alat pencacah rumput, bantuan irigasi perpompaan, timbangan duduk, alat rosting, KUR cluster bawang merah, KUR cluster jeruk.

Di lain pihak, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan, komoditas kopi memang sangat potensial di Kota Pagaralam. Sebab itulah, agar kopi asal Pagaralam tersebut dapat semakin dikenal luas, peningkatan kualitas harus terus dilakukan.

“Peningkatan kualitas terhadap kopi ini memang harus dilakukan. Program satu juta batang sambung pucuk ini memang terus dianggarkan setiap tahun. Ini sudah tahun ke empat,” katanya.

Namun, sambungnya, di tahun 2021 ini jumlah bibit kopi untuk sambung pucuk mengalami peningkatan. Sebab pada tahun 2021, Gubernur Sumsel membatu sebanyak satu juta bibit.

“Tahun ini sambung pucuk ini dilakukan untuk dua juta batang kopi. Gubernur Sumsel tahun ini membantu satu juta bibit,” tuturnya.

Dia menargetkan, lima tahun kedepan program sambung pucuk tersebut diharapkan telah merata diseluruh lahan kopi di Kota Pagaralam.

“Kita berharap kerjasama pengelolaan kopi dengan BUMD terus dilakukan dan dimaksimalkan agar target peningkatan kualitas ini berjalan baik,” pungkasnya.

Turut hadir Bupati Musi Rawas Ratna Machmud, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin, Direktur Keuangan dan Umum PT. Pusri Saifullah Lasindrang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia I Gede Arnawa, Customer Relation Manager MURI Indonesia Andre Purwandono, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi

Sumsel Novian Andesti dan sejumlah kepala OPD lainnya di lingkungan Pemprov Sumsel serta Kota Pagaralam.