Category Archives: KEHUTANAN

Herman Deru Siapkan Regulasi Pemanfaatan Lahan Tidur Atasi Karhutla

# Tinjau Posko Satgas Karhutla Ogan Ilir

Tabloid-DESA.com OGAN ILIR –  Pemerintah Provinsi Sumsel di akhir tahun 2021 direncanakan  akan segera membuat regulasi sebagai hukuman atau  punishment   bagi para  pemilik lahan tidur yang kerap  kali  terbakar  disaat  memasuki musim kemarau.

 “Segera kita bentuk tim untuk membuat aturan tentang pengelolaan dan kepemilikan lahan yang tidak di produktifkan. Mudah-mudahan di akhir 2021 ini bisa segera kita luncurkan regulasi tentang punishment bahkan sampai dengan pencabutan haknya,” tegasnya Gubernur Herman Deru  saat meninjau posko satgas karhutla, di Indralaya  Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (28/8) siang.

Menurut Herman Deru, Pemerintah Provinsi Sumsel memberi perhatian khusus  dalam hal pengendalian karhutla. Karena itu  Pemprov mengajak Kabupaten/kota kerjasama dan sinergi, dalam  membuat perencanaan dalam upaya  mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).  

“Perencanaan butuh gerak cepat, kita bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan  agar tidak terjadi,” imbuhnya.

Dia kembali mengingatkan para  pemilik lahan tidur baik perorangan maupun perusahaan untuk terlibat aktif mencegah terjadinya karhutla.

“Karena tidak ada yang menjaga atau karena kelalaian  sehingga  menjadi cikal bakal karhutla,” tegasnya.

Herman Deru menuturkan, Pemprov Sumsel juga menginisiasi  memberikan solusi agar lahan tidur dikelola dengan melibatkan pemerintah. Dimana Pemerintah Provinsi akan menyiapkan alatnya untuk  dikelola masyarakat desa sekitar dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif.

“Di sini penting kita libatkan masyarakat sekitar, peningkatan kesadaran masyarakat betul-betul bisa kita kerjakan. Mengedukasi masyarakat akan pentingnya antisipasi  karhutla,” imbuhnya.

Ikut mendampingi Gubernur saat meninjau posko Satgas Karhutla Kab. OI kali ini Bupati OI Panca Wijaya Akbar dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Efektifkan Pencegahan Karhutla di Ogan Ilir, Mawardi Yahya Instruksikan Pembentukan Satgas Tingkat Desa

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya menghimbau Pemkab Ogan Ilir untuk membentuk Satuan Tugas Karhutla untuk Desa yang sering berpotensi kebakaran Hutan. Hal tersebut dihimbaunya untuk meminimalisir kebakran hutan yang disebabkan oknum-oknum yang sengaja membakar.

Hal tersebut dengan tegas ia katakan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian kebakaran Hutan Bersama Jajaran Pemkab Ogan Ilir, di Auditorium Bina Praja, Jumat,  Sore (06/08).

“Kita efektifkan untuk pencegahan karhutla di Ogan Ilir ini dengan membentuk satgas hingga tingkat Desa, ini tertuju untuk desa-desa yang sering berpotensi kebakaran hutan, imbuhnya.

Wagub Menilai, dengan dibentuknya Satgas tingkat Desa ini kiranya lebih bisa efektif mencegah kebakaran hutan daripada sebelumnya.

“Sengaja kita bentuk satgas sampai tingkat desa agar kita bisa meminimalisir, kebakaran hutan, saya rasa juga ini akan lebih efektif karena satgas yang bertugas nantinya kita pilih orang yang paham titik-titik rawan kebakaran hutan,” katanya

Saat ini jelas MY, Ogan Ilir memang kabupaten yang sering berpotensi kebakaran hutan, meskipun kebakaran yang sering terjadi merupakan titik api yang kecil. Untuk itu MY meminta Satgas yang bertugas nanti dilapangan untuk berjaga  standby 24 jam.

“Saya ingin orang yang dipilih untuk bertugas sebagai satgas nantinya yang memang paham akan titik-titik rawan kebakaran bahkan, dan tidak jauh dari posko jaga karena saya ingin satgas nanti standby 24 jam,” tuturnya.

Dibentuknya Satgas tingkat Desa ini untuk menjadi pertolongan pertama dilapangan nanti, satgas yang bertugas juga nantinya akan dibekali alat untuk bertugas dilapangan.

Dirinya juga meminta, Camat dan Kepala Desa untuk sering memantau kerja Satgas dilapangan, tak hanya itu MY juga meminta BPBD Kabupaten OI, dan BPBD Provinsi terus pantau bila ada terjadi titik api yang besar.

“Untuk Camat dan Kepala Desa juga saya mintak sering untuk memantau petugas dilapangan nanti, BPBD kabupaten dan BPBD Pemprov Sumsel dalam hal ini pasti juga akan memantau dengan tugasnya masing-masing,” pungkasnya.

Dilain pihak, Sekretaris Daerah Ogan Ilir, H. Muhsin dalam hal ini mewakili Bupati Ogan Ilir,  melaporkan bahwa Satgas tingkat Kecamatan di Ogan Ilir ada 64 orang yang selama ini bertugas bila ada kebakaran hutan di Ogan Ilir. Tercatat dalam data di Pemkab Ogan Ilir saat ini kebakaran hutan terjadi 39 kali.

“Upaya yang kami lakukan saat terjadi kebakaran hutan, turun bersama dari pihak Polri, Danrem, bahkan masyarakat wilayah setempat, satgas kecamatan, dan satgas BPBD untuk menindak lanjuti lahan yang terbakar,” kata Muhnis.

Muhnis juga melaporkan  saat  sudah ada tiga posko yang tersebar di kabupaten OI. Saat ini upaya Pemkab Ogan Ilir juga tengah serius dalam mencegah kebakaran hutan di OI.

“Kebakaran hutan ini merupakan salah satu kasus yang kami serius dalam menanganinya, tidak hanya itu kami juga sering meminta Satgas yang bertugas memaksimalkan kerja dilapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Prov Sumsel H. Iriansyah, S.sos, SKM, M.Kes pihaknya selalu memantau terjadinya Karhutla dengan Helikopter.

“Ini perlu upaya khusus dari pembkab OI untuk mencegah Karhutla di OI, kami bersama jajaran yang bertugas juga akan melaksanakan semaksimal mungkin dalam hal ini,’ ujar Iriansyah.

Iriansyah juga melaporkan  BPBD Pemprov Sumsel bersama BPBD Kabupaten OI terus melakukan kerja sama.  Dalam hal itu juga Iriansyah mengindikasikan bahwa BPBD selalu bersedia membantu dan mencegah. Saat ini  BPBD Prov Sumsel memiliki 5 Helikopter Water Bombing yang memantau lahan yang berpotensi kebakaran.

“BPBD terus berupaya memantau baik dari kejauhan dan memantau mengunakan helikopter water bombing milik BPBD, melihat lahan yang kemungkinan akan terbakar,” tandasnya.

Dari Raport Pemerintah Pusat, Sumsel Masuk Provinsi yang Berhasil Atasi Karhutla

rakor2Tabloid-DESA.com JAKARTA – Provinsi Sumatera Selatan termasuk daerah yang dinilai berhasil dalam penanggulangan kasus Karhutla sepanjang Tahun 2020.  Hal itu sesuai dengan hasil raport yang dirilis pemerintah pusat  dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021, yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin 22 Februari 2021.

“Dari raport seluruh provinsi tadi masih, Sumsel masuk yang terkecil kasus Karhutla  di tahun 2020. Saya sebagai Gubernur,  Pangdam, Kapolda dan  bupati/wali kota akan bekerja secara maksimal dalam menekan karhutlah di tahun 2021,” tegasnya Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri dan Pangdam II/ Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suhardi  dan Bupati OKI, Iskandar SE, usai hadiri Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021.

Dikatakan, segala  upaya dilakukan  pihaknya daerah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara permanen, utamanaya  didaerah yang dinilai   rawan karhutla.

“Pencegahan karhutlah secara permanen sangat mungkin dilakukan. Apalagi kita memiliki pengalaman untuk mengatasi terjadinya karhutla tersebut. Terbukti di tahun 2020 kemarin, Sumsel tercatat sebagai daerah relatif bebas asap meskipun ada beberapa titik hot spot saja,” kata Herman Deru.

Bahkan, menurut HD  dengan pengalaman yang ada, Sumsel sendiri sangat siap melakukan upaya pencegahan karhutla secara permanen. Hannya saja dibutuhkan pengelolaan yang baik terhadap lahan yang dinilai rawan tersebut. Utamanya saat menghadapi musim kemarau di tahujn 2021. HD optimis Sumsel kembali menjadi daerah yang bebas asap akibat  karhutla.

rakor4

“Dari hasil pemantauan, karhutla ini kerap terjadi di lahan-lahan yang tidak terkelola. Di Sumsel sendiri, dari 1,3 juta hektar lahan, lebih dari 50 persennya  merupakan hutan kawasan dan sebagiannya tidak produktif. Sebab itu, kita ingin ada rekomendasi pusat agar lahan tersebut dapat dikelola sehingga karhutla semakin dapat kita tekan,” tambahnya.

Upaya lainnya tang  telah dilakukan diantaranya mengalokasikan dana khusus untuk urusan pencegahan karhutla, dimana pada tahun 2020 lalu,   sedikitnya Rp45 milyar digelontorkan bagi 10 kabupaten yang rawan karhutla. Bahkan Sumsel  saat itu tercatat sebagai Provinsi pertama yang memberikan bantuan dana penanganan karhutla ke kabupaten/kota. Sedangkan di  tahun 2021 ini, Pemprov Sumsel menganggarkan Rp30 milyar untuk pencegahan karhutla.

“Tahun ini kita anggaran Rp30 milyar dan dikelola Pemprov. Dana tersebut diperuntukan membuat  skat kanal, sumur bor dan peralatan lainnya di daerah yang rawan karhutla,” tuturnya.

Dia mengakui, selain upaya masif seperti sosialisasi serta penyebarluasan maklumat larangan membakar lahan, aktivasi posko pencegahan hingga patroli rutin, faktor cuaca juga menjadi penentu Sumsel bebas asap di tahun sebelumnya.

“Kedepan kita akan lebih fokus untuk membuat Teknologi Modifikasi cuaca. Itu akan menjadi andalan. Kita juga akan lebih awal menetapkan siaga karhutla. Kita harus terus bersinergi baik TNI, Polri, Kejati dan pihak lainnya dalam pencegahan karhutla ini. Mudah-mudahan kerja komprehensif ini dapat mencegah karhutla di tahun-tahun mendatang,” paparnya.

Sukses Tekan Karhutla, Herman Deru Diapresiasi Badan Restorasi Gambut RI

karhutla1

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Upaya Satuan Tugas (Satgas) yang dikomandoi langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel dinilai sukses.  Dimana selama sepanjang   tahun 2020 ini, tidak terjadinya  karhutla yang berujung pada bencana kabut asap.

“Saya sangat apresiasi peran semua pihak baik yang masuk dalam struktur kesatgasan maupun yang tidak masuk sehingga pencegahan karhutla di Sumsel ini berhasil. Angka Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) tetap diangka normal,” kata HD disela Syukuran dan Penutupan Posko Penananganan dan Pencegahan Karhutla 2020 di Griya Agung Palembang, Senin (30/11).

Menurutnya, penanganan dan pencegahan karhutla bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Selain memantau titik api yang berpotensi karhutla, tim satgas juga harus menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“Pencegahan karhutla ini tidak mudah, protokol kesehatan juga tidak boleh dilanggar. Namun berkat kerjasama yang baik, pencegahan ini berjalan lancar,” tuturnya.

karhutla2

Dikatakannya, keberhasilan dalam penanganan karhutla di Sumsel ini tak lain adalan kerjasama semua pihak, termasuk juga masyarakat.

“Masyarakat juga berperan sehingga karhutla ini tidak terjadi. Kesadaran masyarakat akan dampak buruk karhutla ini sudah meningkat. Ini juga karena bimbingan Badan Restorasi Gambur (BRG) yang membimbing kita dan BNPB yang telah mengeluarkan pendaaan yang tidak sedikit dalam upaya penanganan ini,” terangnya.

Kendati begitu, HD mengakui, tetap ada kendala yang dihadapi. Dimana kebakaran lahan dalam skala kecil tetap muncul, namun hal itu dapat diatasi karena pencegahan terhadap karhutla di Sumsel ini memang dilakukan sejak dini.

“Kendala yang tidak mudah bagi kita adalah di satu sisi kita memerangi asap, namun di sisi lain ada aturan kearifan lokal yang tidak melarang membakar tidak lebih dari 2 hektar. Itu yang kerap disalah artikan. Aturan itu hanya untuk perorangan bukan korporasi,” bebernya.

Saat ini, katanya, baik korporasi maupun masyarakat sudah mulai sadar. Edukasi terkait hal itu terus dilakukan secara masif.

“Saat ini tersangka pembakaran lahan semakin minim. Artinya, semakin minim tersangka itu, semakin membuktikan edukasi yang diberikan berjalan baik. Tapi kesabaran masyarakat saja yang masih perlu dilatih. Sebab, karena tidak sabar membuka lahan membuat masyarakat itu membakarnya,” paparnya.

karhutla3

Kedepan, dia meminta satgas untuk konsisten melakukan penanganan dan pencegahan karhutla tersebut.

“Kita tidak boleh berbangga diri sehingga kinerja menurun. Harus tetap konsisten agar lebih meningkat,” imbuhnya.

Selain itu, di tahun 2021 mendatang, HD juga berencana akan mengembangkan potensi kerbau rawa guna menjaga produktifitas rawa yang ada di Sumsel.

“Kita akan gelar rembuk untuk mempertahankan kearifan lokal kerbau rawa tersebut. Kita harus memanfaatkan ini untuk menjaga alam kita,” jelasnya.

Sementara itu, Kapala Badan Restorasi Gambut (BRG)  RI,  Nazier Fuad mengatakan, keberhasilan tersebut murni karena konsistensi Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam penanganan dan pencegahan karhutla.

“Faktor cuaca juga mendorongnya. Tapi peran besar dan kerjasama dari satgas yang diketuai pak Gubernur juga menentukan. Karena lanina juga muncul pada awal Oktober kemarin,” kata Nazier.

HD Gelontorkan Bantuan Rp 45 Miliar ke 10 Kabupaten Untuk Cegah Karhutla 

#Apel Siaga Siaga di Tengah Kebun Raya

karhutla3Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru  terus menunjukkan perhatiannya dalam menangani dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  di Sumsel. Tahun 2020 ini, Herman Deru Menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 45 Miliar untuk mencegah karhutlah kepada 10 kabupaten yang kerap terjadi karhutla

Ia juga menginstruksikan agar kabupaten yang berpotensi karhutla untuk membentuk satuan tugas dan menyiapkan peralatan sebagai upaya penanggulangan.

“Baru tahun ini pemprov Sumsel memberikan bantuan senilai Rp 45 milyar untuk kabupaten terdampak guna membeli alat yang tidak habis pakai,” kata HD, usai menjadi Irup Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutlah Provinsi Sumsel di di Lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6).

Dimana 10 kabupaten yang mendapatkan bantuan anggaran penanggulangan karhutla tersebut yakni, Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muba, OKI, OKUT, Muratara, Muara Enim, Musi Rawas, OKUS.

“Besaran anggaran yang diberikan untuk tiap kabupaten tersebut jelas berbeda. Itu akan ditentukan dari luas lahan di kabupaten tersebut,” paparnya.

Tidak hanya itu, dia menyebut juga ada emapat kabupaten yang diberikan layar informasi indeks standar pencemaran udara (ispu).

“Ada empat kabupaten yang mendapatkab layar informasi ispu tersebut. Dengan begitu bupati maupun masyarakatnya bisa tahu kondisi indeks pencemaran udaranya berapa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemprov Sumsel juga saat ini mendorong perusahaan khususnya di bidang perkebunan untuk turut membantu dalam penanggulangan karhutla yang terjadi setiap tahun ini.

karhutla4

“Bukan hanya bantuan moril kepada masyarakat. Kita juga mewajibkan perusahaan tersebut dalam hal penanganan. Dan ini dibuktikan oleh perusahaan tersebut salah satunya bantuan helikopter untuk memonitor lahan-lahan yang rawan terbakar. Karhutlah ini juga ditentukan oleh curah hujan. Jika curah hujan rendah maka potensi karhutlah cukup tinggi, begitupun sebaliknya. Sebab itu kita butuh pengawasan bersama,” jelasnya.

Disinggung soal kemungkinan bertambahnya bantu anggaran dari Pemprov Sumsel ke kabupaten rawan karhutla, HD dengan optimis mengiyakannya.

“Apalagi ini pertama kali, tentu penambahan bantuan sangat memungkinkan. Mungkin tahun ini anggaran tersebut tidak cukup, tapi jika kinerja mereka terlihat tentu bantuan ini akan bertambah,” bebernya.

Terlebih, selain bantuan anggaran Rp 45 miliar untuk kabupaten, Pemprov Sumsel sendiri masih memiliki anggaran lebih dari Rp 100 milkar yang diperuntukkan untuk penanggulangan karhutlah.

“Provinsi memiliki anggaran itu, jumlahnya sekitar Rp 100 miliar. Tentu itu digunakan untuk penanggulangan karhutlah ini,” imbuhnya.

Dengan bantuan anggaran tersebut dia berharap, Sumsel dapat terbebas dari karhutlah yang selalu menjadi ancaman setiap tahunnya.

“Namun ini juga harus ada peran dari masyarakat. Sejauh ini kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan secara ilegal dengan cara membakar sudah cukup tinggi. Kalau pun nantinya masyarakt ingin membuka lahan baru bisa berkomunikasi dengan Gapoktan yang telah dibentuk untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada Dinas Pertanian untuk peminjaman alat membuka lahan baru seperti eskavator. Dengan kerjasama demikian maka kami yakin karhutlah tidak akan terjadi lagi,” timpalnya.

karhutla2

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di Halaman Griya Agung, Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel  kali ini dipusatkan di Lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur Sumsel dengan memberikan bantuan penanggulangan karhutlah. Dimana kabupaten OKI yang memiliki lahan yang berpotensi terbakar paling luas sangat membutuhkan bantuan itu.

“OKI mendapatkan bantuan Rp 8 milyar karena pak Gubernur tahu betul OKI ini memiliki wilayah paling luas,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut salah satunya akan diperuntukan untuk pengadaan alat baru dalam penanggulangan karhutlah.

“Yang jelas utamanya untuk peralatan dan sarana prasarana. Saat inu kami telah membentuk satuan tugas dibeberapa desa yang dinilai luas dan rawan karhutlah. Seperti di Desa Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pedamaran dan Mesuji,” pungkasnya.

Sedangkan, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menilai langkah dan kebijakan Gubernur Herman Deru dengan memberikan bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan kepala dalam menyikapi persoalan karhutlah.

Sebab itu, sebagai institusi yang terlibat dalam penanggulangan karhutlah di Sumsel, pihaknya menurunkan sedikitnya 1000 personel untuj melakukan pencegahan, pengawasan di titik-titik rawan karhutlah.

“Tentu ini langkah serius dari Gubernur dan haru didukung penuh. Karena itu, kita pun sudah siapkan seribu personil untuk pengawasan dan penanggulangan. Kalau kurang, kita tambah lagi. Tapi intinya kita sudah menyiapkan. Terlebih kita juga sudah membentuk subsatgas di kabupaten/kota, dan ini tinggal berjalan saja,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengatakan Karhutla ini sudah setiap tahunnya terjadi. Maka itu dalam menanggulanginya dibutukan edukasi serta ajakan secara masif ke masyarakat agar tidak membuka lahan secara ilegal.

karhutla1

“Beberapa hari kamarin saya sudah mengecek kekuatan personil dan ketersedian peralatan untuk digunakan Karhutla namun alat ini sebagai konsep terakhir dengan harapan karhutlah tidak terjadi tahun ini,” katanya.

“Pencegahan ini kita bisa lakukan secara bersama. Kami juga sudah menyebarkan maklumat kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya Karhutla. Bahkan kami juga sudah membentuk relawan peduli karhutla,” papar Kapolda.

Untuk diketahui, apel akbar yang diikuti ribuan personil gabungan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan pihak lainnya tersebut yang digelar di Kebun Raya Sriwijaya tersebut merupakan simbol dari keseriusan dan kesiapan pemerintah dalam penanggulangan karhutlah di Sumsel baik kesiapan personil maupun peralatan yang akan digunakan.

Wagub Sumsel Ajak Antisipasi Karhutla Sejak Dini Sampai Tingkat Desa

rapat1

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI/Polri dan stakeholder telah mengambil langkah untuk mengatasinya dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Penanganan Karhutla Provinsi Sumsel di Ruang Catur Prasetya Polda Sumsel, Rabu (17/6). Continue reading Wagub Sumsel Ajak Antisipasi Karhutla Sejak Dini Sampai Tingkat Desa

500 Personil Gabungan Diterjunkan Atasi Karhutla di OKI

satgas5

Tabloid-DESA.com PALEMBANG –  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya pemantauan terhadap  sejumlah lokasi lahan yang berpotensi terbakar   menyusul  kondisi cuaca  panas yang ektrim diwilayah  Sumsel saat ini belum juga kunjung berakhir. Continue reading 500 Personil Gabungan Diterjunkan Atasi Karhutla di OKI

Herman Deru Ajak Mahasiswa Sholat Istisqo Atasi Karhutla

#Gubernur Tinjau Sejumlah Titik Lokasi Karhutla di Kab. Ogan Ilir

karhutla3Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Usai meninjau sejumlah titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menemui para mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (17/9) petang. Continue reading Herman Deru Ajak Mahasiswa Sholat Istisqo Atasi Karhutla