Category Archives: BERITA

Herman Deru Inginkan IBI Sumsel Gelar Kegiatan Langsung Menyentuh Masyarakat

# Meriahkan HUT IBI ke 72 Tahun 2022 

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengharapkan pada Rakerda VII dan HUT IBI ke 72 tanggal 3-4 Agustus 2022  mendatang dapat disisi dengan kegiatan yang langsung menyentuh pada masyarakat.

Harapan tersebut diungakapkannya saat menerima Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IDI) Sumsel diruangan audiensinya,  Selasa (10/5).

Bahkan Herman Deru menyambut baik kegiatan IBI. Terlebih hampir dua tahun terakhir menyelenggarakan acara formal ditengah pandemi Covid 19.

“Aar lebih terasa keberadaan IBI di tengah masyarakat  perlu digelar kegiatan bhakti sosial. Bila perlu kegiatan itu diperlombakan dan meraih piala Gubernur Sumsel seperti imunisasi, posyandu ataupun bayi sehat,” tegas Herman Deru.

Sebagai bentuk suport dan dukungan yang diberikan kepada IBI, Gubernur   Herman Deru akan segera mengirimkan surat kepada 17 Bupati/walikota se Sumsel sehingga acara menyambut HUT IBI akan semarak dan keberadaannyapun terasa di masyarakat.

“Saya dukung dan akan saya buatkan surat ke Bupati/walikota untuk kegiatan ini. Jadi tidak hanya seremonial saja melainkan keberadaan  IBI akan lebih dirasakan di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IBI Sumsel, Lisa Mora Braksan mengucapkan terima kasih atas suport dan dukungan Gubernur Herman Deru kepada IBI Sumsel.

“IBI akan ada Rekerda bersamaan HUT ke 72 pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2022 mendatang. Untuk hari pertama offline dan hari kedua oline dan di hadiri oleh pengurus IBI di 17 kabupaten/kota,” tutupnya.

Turut hadir, Plh. Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sumsel, Dharma Budi, Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy, Kadiskominfo, Ahmad Rizwab dan Stafsus Gubernur dan Kepala OPD/mewakili. Kemudian Wakil Ketua IBI Sumsel, Hj. Tuti Rusdiana, Waki Ketua II IBI Sumsel, Nesi Novita, serta Selretaris IBI Sumsel, Yusmawati Piagam.*

Komitmen dan Konsisten Terapkan Pengelolaan Keuangan yang Baik, Pemprov Sumsel Raih WTP Delapan Kali Berturut-turut

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2021.

Opini WTP kepada Pemprov Sumsel tersebut diberikan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan Pemprov Sumsel Tahun Anggaran  2021, Senin (25/4).

Diketahui, opini WTP kali ini juga merupakan prestasi yang didapat oleh Pemprov Sumsel untuk ke delapan kalinya secara berturut-turut.

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyebut opini WTP tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama semua jajaran.

Sebab itu, dia mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dalam pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.

“Opini WTP ini sebagai cerminan upaya yang konsisten dan berkesinambungan dalam mengelola keuangan Pemprov Sumsel sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan pemerintah dan berdasarkan regulasi yang berlaku. Semoga apa yang telah kita kerjakan ini memberikan sumbangsih positif terhadap kemajuan di Pemprov Sumsel,” kata Herman Deru.

Menurutnya, capaian WTP tersebut akan menjadi acuan untuk meningkatan kinerja jajarannya.

“Tentu ini akan menjadi acuan kita dalam pengelolaan keuangan daerah. Hasil audit BPK yang kami terima ini merupakan petunjuk bagi Pemprov untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan penggelolaan keuangan daerah yang pada gilirannya berpengaruh terhadap peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan,” paparnya.

Dia juga menuturkan, akan segera menindaklanjuti rekomendasi BPK yang juga dituangkan dalam LHP tersebut.

“Dalam menindaklanjuti catatan dan rekomendasi yang diberikan BPK RI, kami telah menyusun rencana aksi (Action Plan) yang dalam implementasinya tentu butuh bimbingan dan arahan dari BPK agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu,” tuturnya.

“Saya juga instruksikan inspektur Provinsi dan para Kepala Perangkat Daerah, agar beberapa catatan dan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK yang tertuang dalam LHP ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan VII BPK RI Dr. Hendra Susanto, S.T., M.Eng., M.H., CFrA., CSFA mengatakan, opini WTP tersebut diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan LKPD Sumsel tahun 2021. 

“Capaian opini WTP ini karena Pemprov Sumsel menunjukkan komitmen dan upaya nyata untuk terus mendorong perbaikan pengelolaan keuangan dengan menerapkan praktik-praktik  pengelolaan keuangan yang baik,,” kata Hendra.

Kendati begitu, Hendra mengatakan terdapat beberapa catatan dan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti agar kinerja dalam pengelolaan keuangan tersebut dapat lebih baik.

“Ada beberapa poin yang kita rekomendasikan untuk ditindaklanjuti sehingga kedepannya pengelolaan keuangan dapat lebih baik. BPK juga berupaya agar LHP yang disampaikan ini dapat membawa manfaat bagi pemangku kepentingan yang berimbas pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui, rapat paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel Hj Anita Noeringhati itu di hadiri juga oleh Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel Harry Purwaka, Auditor Utama Keuangan Negara V Akhsanul Khaq, dan sejumlah anggota dewan DPRD Sumsel serta Kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumsel.

Sebelumnya, DPRD Sumsel juga menggelar rapat paripurna XLIII dengan agenda laporan hasil pembahasan dan penelitian pansus DPRD Sumsel terhadap LKPJ Gubernur Sumsel tahun 2021.

Pada rapat paripurna tersebut, lima pansus di DPRD Sumsel memahami LKPJ Gubernur Sumsel tahun 2021. Seperti yang disampaikan juru bicara pansus 1 DPRD Sumsel Juanda Hanafia.

“Kita memahami LKPJ Gubernur Sumsel. Hanya saja setiap OPD harus melakukan peningkatan kinerja serta koordinasi sehingga pengelolaan keuangan daerah menjadi akuntabel,” pungkasnya.

Turut hadir dalam patiprna kali ini para Forkopimda, Sekda Sumsel S.A Supriono, para Asisten, Staf Ahli dan Staf Khusus, kepala OPD Sumsel*

GUBERNUR Yakin, Kabupaten PALI Bisa Jadi Kawasan Segitiga Emas di Sumsel

#Hadiri Rapat Paripurna HUT PALI ke 9

Tabloid-DESA.com PALI – Gubernur Sumsel H Herman Deru terus mendorong agar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi salah kawasan segitiga emas di Sumsel. Sebab itu, berbagai langkah dilakukan orang nomor satu di Bumi Sriwijaya agar keinginannya terwujud. Salah satunya melalui  percepatan pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten PALI, Kabupaten Musi Rawas, dan Kota Lubuklinggau.

“Jalan penghubung tersebut memang terus kita prioritaskan. Dibangunnya jalan penghubung ini juga salah satunya masukan dari pak Bupati. Kabupaten PALI seyogyanya segitiga emas dan ini harus direalisasikan. Nanti Pali akan menjadi pusat ekonomi karena aksesnya dekat dengan Mura, Lubuk Linggau dan Muba,” kata Herman Deru ketika menghadiri rapat paripurna HUT ke 9 Kabupaten PALI, Jum’at (22/4).

Dengan begitu, lanjutnya, Kabupaten PALI akan mampu menjadi kawasan ekonomi baru.

“Inilah yang harus kita upayakan dan manfaatkan agar PALI ini menjadi zona tertentu khususnya kawasan transaksi ekonomi masyarakat. Secara geografis PALI ini bisa jadi salah satu pusat perdagangan di Sumsel,” terangnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga harus didorong mulai dari hal kecil seperti menjaga keamanan.

“Faktor keamanan sangat penting dijaga sehingga masyarakat nyaman. Selain itu, kerukunan juga harus jadi prioritas karena itulah modal kita,” paparnya.

Diakuinya, saat ini Kabupaten PALI mulai ada perkembangan. Termasuk juga perkembangan infrastruktur yang terus membaik.

“Tidak ada keluhan soal infrastruktur di PALI ini. Semua progres pembangunan berjalan baik. Pemprov Sumsel juga masih terus memberikan bantuan pembangunan karena memang ini kebutuhan,” ujarnya.

Dikesempatan HUT ke 9 Kabupaten PALI tersebut, Herman Deru juga menyarankan agar dapat menjadi refleksi sehingga upaya untuk memajukan Kabupaten tersebut kedepannya dapat lebih baik.

“HUT ini sarana untuk introspeksi diri. Sehingga kita paham apa yang mulai dilakukan, yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan untuk kemajuan kabupaten ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo mengatakan, HUT tersebut merupakan momentum untuk mengingat awal terbentuknya Kabupaten PALI.

“Tentu ini menjadi momen kita merefleksi perjuangan yang kita lakukan untuk membangun kabupaten ini. Upaya yang dilakukan tersebut menjadi referensi kita untuk melakukan pembenahan,” kata Heri.

Sejauh ini, imbuhnya, pembangunan di PALI sudah mengalami peningkatan. Hal itu tak lepas dari semangat Gubernur Herman Deru yang terus memberikan bantuan untuk pembangunan di Kabupaten PALI.

“Perkembangan Kabupaten PALI ini karena adanya dukungan dari pak Gubernur. Bantuan terus diberikan sehingga Kabupaten kita PALI menjadi seperti sekarang ini,” paparnya.

Dia menyebut, bantuan yang diberikan Gubernur Herman Deru terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Pada tahun 2019 bantuan yang diberikan kurang lebih Rp51 milyar. Lalu pada tahun 2021, bantuan tersebut meningkat menjadi Rp84,5 milyar. Tentu kami sangat berterima kasih karena pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui rapat paripurna dalam rangka HUT Kabupaten PALI tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten PALI Asri AG. Hadir pula dalam rapat paripurna tersebut Wakil Bupati PALI Sumarjono, Forkopimda Kabupaten PALI dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel dan Pemkab PALI.*

Launching Desa Qur’an RTYD, Herman Deru : Ini Bukti Sumsel Cetak Generasi Berakhlak

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Upaya Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menjadikan Sumsel sebagai daerah religius dengan masyarakat yang berakhlak terus mendapat dukungan berbagai pihak.

Kembali, bapak pembangunan Sumsel tersebut melaunching Desa Qur’an yang merupakan gagasan dari Yayasan Rumah Tahfidz Yatim Duafa (RTYD) Palembang, Kamis (14/4).

“Awalnya saya sempat kaget karena di tengah kota ada desa qur’an yang digagas para ustad. Ini merupakan bukti jika semua pihak menginginkan Sumsel menjadi religius dan memiliki generasi berakhlak,” kata Herman Deru.

Apalagi, sambungnya, konsep tempat pendidikan tersebut berbeda dari yang lain. Dimana, desa Qur’an RTYD merupakan tempat pendidikan agama Islam terpadu bertemakan alam.

“Biasanya tempat pendidikan agama Islam itu konsepnya Arabian. Namun untuk tempat pendidikan ini sangat berbeda dan ini menandakan jika Islam itu agama yang tidak kaku. Kita tentu mengapresiasi langkah yang dilakukan berbagai pihak ini,” tuturnya.

Selain tempat untuk belajar agama Islam, Desa Qur’an RTYD juga memiliki kegiatan ektrakurikuler yang produkif.

“Banyak kegiatan positif yang dilakukan Desa Qur’an RTYD ini. Salah satunya pengembangan ektrakurikuler produktif di bidang ketahanan pangan. Dan hal itu tentu selaras dengan program Pemprov Sumsel,” terangnya.

Untuk itulah, dia menekankan agar pihak terkait seperti Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian khusus.

“Lembaga seperti ini memang harus mendapatkan perhatian sehingga dapat berkembang pesat,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Yayasan RTYD mengatakan, Desa Qur’an RTYD merupakan tempat edukasi pendidikan agama Islam dan memiliki berbagai kegiatan formal maupun informal. Selain di bidang agama, Desa Qur’an RTYD juga konsen mencetak generasi Al-Qur’an yang memiliki jiwa kemandirian pangan.

“Selain belajar agama Islam, kita juga konsen mencetak generasi yang memiliki jiwa mandiri pangan melalui kegiatan ektrakurikuler,” katanya.

Dia menyebut, hingga saat ini sudah ada 400 orang anak yang tercatat sebagai santri di Desa Qur’an RTYD tersebut yang terdiri dari 54 anak yatim piatu dan 346 duafa.

“Kita memang khususkan untuk duafa dan yatim piatu. Ini juga sebagai dukungan kita dalam membekali generasi muda dalam menghadapi bonus demografi mendatang,” pungkasnya.

Hadir dalam launching tersebut, Plt Kakanwil Kemenag Sumsel H Deni Priansyah, Wakil Ketua IV Baznas Sumsel Ahmad Marjundi, Deputi Kepala BI Sumsel Nur Cahyo Heru Prasetyo, Kepala Desa Qur’an RTYD Muhammad Safii, Pewakaf Tanah RTYD H Lakoni, Camat Kalidoni Rama Cahya Putra dan sejumlah pimpinan BUMD serta BUMN di Sumsel.*

Tekan Peredaran Narkoba, Herman Deru Ajak BNN Gunakan Pendekatan Jalur Agama, Pendidikan dan Penegahan Hukum

# HUT BNN ke 20, Herman Deru Musnahkan BB Narkotika Bersama Forkopimda 

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Perang terhadap peredaran narkotika di Sumsel perlu dilakukan semua pihak mulai dari satuan terkecil yakni keluarga dan tingkat RT/RW. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri Peringatan HUT BNN RI ke-20 secara virtual dan pemusnahan barang bukti narkotika di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (22/3) pagi. 

Menurut Herman Deru saat ini peredaran narkoba bukan hanya menyasar anak-anak dan remaja saja namun sudah merambah pula ke para ibu-ibu. 

“Jadi aparat dan semua pihak terkait jangan salah bidik karena sekarang masalahnya ada ibu-ibu juga yang menjadi pengguna. Dan ini harus diselesaikan secara komperhensif. Ini bukan hanya tugas BNNP dan Polisi tapi tugas kita semua,” tegas Herman Deru. 

Menurut Herman Deru semua harus berpikir keras dan bekerja keras  mengatasi hal ini agar bonus demografi Sumsel 30 tahun kedepan tidak sia-sia. Karena peredaran narkotika di Sumsel masuk dari berbagai arah baik darat maupun perairan. 

“Makanya Saya selalu tekankan upaya pencegahan mulai dari satuan terkecil RT/RW dan tak kalah penting di lingkungan keluarga agar peluang orang untuk menjadi pengguna dapat dipersempit,” jelasnya. 

Menurutnya sah saja pencegahan dilakukan melalaui sosialisasi seperti pemasangan baliho dan lainnya namun itu saja tentu tidak cukup karena perlu upaya yang konkrit. Ia menilai perlu juga dilakukan pencegahan melalui upaya pendekatan dari jalur keagamaan maupun atau pendidikan formal dan non formal hingga penegakan hukum agar memberikan efek jera. Karena itu pula Ia tak bosan menghimbau para pejabat terkait untuk tidak hanya menitikberatkan pada penindakan namun lebih kepada penanganan pencegahan. 

“Boleh saja sosialisasi tapi tindaklanjutnya seperti apa itu yang penting. Dan ini harus kita kerjakan bersama BNN, Disdik dan pihak terkait lainnya sampai ke kab/kota,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu Herman Deru juga mendukung rencana pembangunan pusat rehabilitasi narkoba di Kota Pagaralam. Namun sebelum itu menurutnya perlu dilakukan perhitungan fisibility study dan lainnya. 

Dalam kesempatan itu Herman Deru juga mengomentari mengapresiasi kinerja pengungkapan narkotika di Sumsel oleh BNNP Sumsel. 

Di tempat yang sama Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi SH. MH mengatakan sangat mengapresiasi atas perhatian yang diberikan Gubernur Sumsel. 

Dia menjelaskan bahwa saat ini prevalensi penggunaan narkotika di Sumsel ada di urutan ketiga. Untuk itu pihaknya berencana melakukan penelitian khusus agar dapat memetakan mana daerah-daerah kategori hitam sampai hijau. 

Terkait hal itu BNNP menurutnya mengaku telah menerapkan strategi yakni melalui pendekatan pencegahan pemberdayaan dan rehabilitasi. Kemudian yang kedua melalui pendekatan dengan pemberantasan tanpa pandang bulu hingga ke akarnya  serta pendekatan dengan smart approach dengan menggunakan teknologi. 

Selain itu menurut Joko pihaknya juga terus menggencarkan program  pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sebuah upaya  menghindarkan masyarakat dari resiko penyalahgunaan adiksi narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. 

“Rencana aksipun sudah kita buat dan juga merumuskan rencana aksi dan rencana kerja. Bahkan melibatkan PKK untuk  kegiatan pencegahan,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu dilakukan juga  penyerahan penghargaan dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru atas pengungkapan kasus-kasua peredaran narkotika dengan Barang Bukti 26 Kg sabu, 50.000 butir ekstasi dan 65 Kg ganja dari lahan seluas 1 hektar. 

Dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj. RA. Anita Noeringhati, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Djoko Prihadi SH. MH, dan sejumlah Forkopimda lainnya dan penandatanganan berkas acara pemusnahan Barang Bukti. 

Barang Bukti itu sendiri dimusnahkan dengan cara diblender dicampur dengan bubuk  deterjen dalam drum-drum kecil berwarna biru.*

Feby Deru Pacu GSMP Merata di Penjuru Sumsel Melalui Teknologi Digital Farming

# Panen Bersama di Kluster Cabai Merah Mitra Binaan UPTB Science Techno Park Balitbangda Sumsel

Tabloid-DESA.com OGAN ILIR – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang dicanangkan Gubernur Sumsel Herman Deru terus diupayakan semua pihak. Demikian  halnya dengan  Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia  HD  terus bersinergi dengan mitra terkait guna mensukseskan GSMP tersebut.

Diantaranya dengan  melakukan   panen bersama di kluster cabai merah mitra binaan UPTB Science Techno Park Balitbangda Sumsel, di Sriwijaya Science Techno Park (SSTP), Indralaya Utara Kabupaten  Ogan Ilir, Kamis (10/3).

Dikesempatan tersebut Feby Deru  mengatakan, panen bersama kluster cabai merah sangat erat kaitannya dengan GSMP dan program UP2K PKK. Karena   cabai merah merupakan salah satu komoditi yang sangat berpengaruh pada inflasi daerah. Inovasi pertanian terpadu menggunakan teknologi pada budidaya cabai merah tersebut kerjasama dengan  pola kemitraan dengan  pemberdayaan masyarakat.

“Saya mendorong agar GSMP terlaksana dengan baik dan merata ke berbagai daerah di Sumsel, dengan teknologi digital farming. Untuk saat ini sementara kita terapkan di sini dahulu. Selanjutnya akan diaplikasikan ke kabupaten/kota,”  jelas Feby.

Penerapan teknologi digital farming lanjut Feby diyakini akan mampu  memdorong perbaikan kehidupan masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun finansial. Sekaligus mengubah budaya dari pembeli menjadi penghasil atau produsen.

Diungkapkan Feby, ada 3 peran utama Science Tekno Park (STP), yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan,  menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi, serta menumbuhkan industri.

“Dengan hadirnya STP para anggota PKK dapat melakukan pelatihan dan praktek mengenai berbagai keetrampilan terutama tentang pertanian terpadu. Hal ini dapat memotivasi para anggota PKK untuk membuka usaha dalam upaya membantu menambah penghasilan keluarga,” terangnya.

Panen bersama kluster cabai merah ini menurut Feby dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan seluruh stakeholder terkait agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan lingkungan yang ada di sekitar untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga menambah pendapatan keluarga.

Di tempat yang sama Plt. Kepala Balitbangda Sumsel Alamsyah mengatakan panen bersama kluster cabai merah mitra binaan UPTB STP Balitbangda sebagai wadah percontohan bagi petani di Sumsel. Panen yang dilakukan kali ini merupakan panen siklus kedua.

“Kluster cabai merah ini berada di lahan seluas 2 hektar dan ada 3 varietas cabai merah yang ditanam, dengan masa tumbuh tanaman mencapai usia 7 hingga 9 bulan”, bebernya.

Penerapan digital farming memberikan kemudahan bagi petani dalam bercocok tanam. Pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan bagi petani, yang kemudian diverifikasi, serta menggunakan sistem terintegrasi.

“Pemeliharaan tanaman dapat diatur melalui aplikasi. Petani dapat mengetahui kondisi cuaca dan lahan. Dari 2 hektar lahan cabai merah ini ditargetkan bisa mencapai 24 ribu kilogram cabai,” kata Alamsyah.

Sementara Kepala Perwakilan BI Sumsel R. Erwin Soeriadimadja mengungkapkan digital farming merupakan salah satu sistem untuk mendorong strategi distribusi penjualan dan meningkatkan pemasaran. Sejak tahun 2020 BI telah bekerjasama dengan pemerintah daerah dan ikut terbantu  dengan mewujudkan program-program pangan.

“Digital farming ini sangat baik untuk transfer knowledge kepada para petani. Kerjasama BI dalam melaksanakan program pangan pun telah menyentuh kluster bawang merah, cabai merah, dan ternak ayam,” tegasnya.

Penerapan digital farming sambung Erwin bisa direplikasi ke 17 kabupaten/kota di Sumsel guna mendukung GSMP yang dicetuskan Gubernur Herman Deru.

Tampak hadir pada kegiatan panen bersama cabai merah, Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Sumsel Ekowati Retnaningsih, Wakil Ketua TP PKK Ogan Ilir Faizah Ardani, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel Nurcahyo Heru Prasetyo, jajaran pengurus TP PKK Sumsel dan  TP PKK Ogan Ilir, serta Kepala SMKN 1 Gelumbang.*

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni Puji Keseriusan Herman Deru Bangun Sumsel di Segala Bidang

* Sejumlah Tokoh Terima Anugerah Lintas Politika Award 2022

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru menyerahkan pengargaan kategori legislator kepada sejumlah anggota dewan pada malam Anugerah Lintas Politika Award 2022, Rabu (2/3).

Diketahui, Anugerah Lintas Politika Award 2022 tersebut terbagi dalam lima kategori diantaranya, kategori Life Achievment Award, kategori Institusi dan Organisasi, kategori Legislator, kategori Tokoh Masyarakat, dan kategori Tokoh Inspiratif.

Dimana, penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi dalam kemajuan daerah khususnya Sumsel.

Menurut Gubernur Herman Deru, dirinya yakini sejumlah pihak yang mendapatkan penghargaan tersebut   sudah melalui proses penilaian yang selektif dari lembaga survey Lintas Politika Indonesia.

“Kita melihat tidak ada yang protes terhadap hasil penjurian ini. Artinya, penilaian terhadap nominator sangat koperhensif dan independen,” kata Herman Deru.

Dia mengatakan, dalam menentukan pemenang, Lintas Politika tentu memandang dari segala aspek.

“Kita akui, Lintas politika memandang dari segala arah dalam melakukan penilaian terhadap orang-orang yang layak mendapatkan penghargaan ini. Ini patut kita apresiasi,” tuturnya.

Kendati berbangga atas penghargaan tersebut, namun Herman Deru berpesan agar para penerima penghargaan tersebut harus terus melakukan upaya yang terbaik sehingga berdampak bagi masyarakat luas.

“Tentu kita semua bangga mendapatkan penghargaan ini. Tidak penting seberapa bagus penghargaannya, tapi kita harus lihat apa yang telah dilakukan orang yang mendapatkannya,” terangnya.

Dia juga berpeaan bagi penerima penghargaan untuk tidak jumawa melainkan harus meningkatkan prestasi karena memiliki beban moril terhadap publik.

“Tapi pemerima juga tentu memiliki beban moril. Orang-orang hebat ini harus melangkah lebih hati-hati dan berikan kontribusi terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia Kms Khoirul Mukhlis mengatakan, Lintas Politika Award 2022 dengan tema “Malam Sejuta Impian Untuk Negeri” digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh yang telah berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk negeri.

“Bangsa ini memiliki mimpi besar untuk terua maju. Sebab itu, sesama anak bangsa kita harus belajar saling mengapresiasi bukan justru sebaliknya. Kita lanjutkan upaya membangun negara ini,” katanya.

Pada malam Anugerah Lintas Politika Award 2022, Lintas Politika Indonesia juga menobatkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni sebagai tokoh inspiratif.

Dimana crazy rich Tanjung Priok Jakarta itu dinilai telah berkontribusi dan membuktikan jika sebuah mimpi sangat bisa diraih.

Hal itu dibuktikannya dengan kesuksannya saat ini. Bukan hanya sebagai politikus, tapi juga sebagai pebisnis handal sehingga menginspirasi banyak orang khususnya kaum milenial.

“Banyak billboard saya mimpi jadi presiden. Itu memang mimpi saya, tapi bila tidak bisa, jadi gubernur DKI juga tidak apa-apa,” candanya.

Dia menuturkan, ungkapan sebuah mimpi merupakan hak semua orang.

“Mimpi itu hak semua orang. Namun ide cemerlang dari mimpi itu harus dituangkan agar mimpi jadi kenyataan,” paparnya.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni  memuji keseriusan Gubernur Herman Deru dalam membangun Sumsel. Sebab itu, dia mendorong agar Herman Deru diberikan waktu lebih lama sebagai seorang Gubernur sehingga Sumsel semakin maju.

“Apa yang dilakukan pak Gubernur saat ini harus diselesaikan. Sumsel ini harus memiliki orang yang memiliki gagasan untuk memajukan Sumsel, termasuk pariwisatanya sehingga makin dikenal,” paparnya.

Apalagi, sambungnya, tahun 2022 ini Sumsel telah menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang tentunya akan semakin mendorong tumbuhnya pariwisata di Sumsel.

“FORNAS ini olahraga masyarakat yang tentunya sangat menguntungkan Sumsel khususnya Palembang. Berbagai olahraga tradisional disajikan. Jadi selain olahraga, ini upaya kita untuk mempertahankan budaya. Bahkan, olahraga tradisional itu harus dipatenkan agar tidak hilang,” pungkasnya.

Hadir dalam acara itu, Anggota DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Wakil Ketua DPRD Sumsel H Muchendi Mahzareki, Pembina Lintas Politika Indonesia Iwan Asari, serta Ketua KORMI Sumsel Hj Samantha Tivani Herman Deru.*

Herman Deru Puji Kinerja Enos-Yudha, Mampu Lanjutkan Estafet Pembangunan OKU Timur

# Hadiri Paripurna HUT Ke-18 Kabupaten OKU Timur 

Tabloid-DESA.com OKU TIMUR – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menilai pembangunan  di OKU Timur  dari waktu-kewaktu semakin baik,  mulai dari sarana  infrastruktur yang kian mantap termasuk juga terjadi peningkatan dalam  pelayanan kemasyarakat. 

Karena itu sebagai Gubernur Sumsel sekaligus selaku mantan   Bupati OKU Timur dua periode 2005-2015, Herman Deru  memberikan apresiasi dan pujian atas  kepemimpinan Bupati OKU Timur, H Lanosin dan Wabup HM Adi Nugraha Purna Yudha yang telah  mampu meneruskan estafet kepemimpin di Bumi Sebiduk Selahaluan  tersebut. 

“Pak Bupati dan Wabup satu bulan kedepan genap satu tahun. Saya melihat dan suprise karena kalian bisa meneruskan estapet itu dengan baik, artinya kalian menujukan kekompakan yang baik dalam membangun daerah,” ucapnya saat memberikan arahkan pada  Sidang  Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten OKU Timur dalam rangka Memperingati Hari Jadi ke-18 Kabupaten OKU Timur yang digelar di   Gedung  DPRD OKU Timur, Senin (17/1).

Gubernur Herman Deru  dalam sambutannya juga menyampaikan  kilas balik perjalan panjang terbentuknya  Kabupaten OKU Timur  sebagai kabupaten baru yang diawali keinginan dorongan keinginan  kuat dari  masyarakat. Hal itu lanjutnya tidak lain masyarakat ingin pelayanan yang cepat dari pemerintah. 

“Berbagai inovasi kita lakukan untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat yang bermukim di daerah terluar perbatasan dengan kabupaten tetangga. Seperti  halnya kecamatan Semendawai Timur yang bebatasan dengan Cempaka dan OKI. Mereka ingin membuat KTP. Dari situlah kita  buat  inovasi palayanan jemput bola dalam hal pembuatan akte kelahiran dan KTP,” paparanya.

Dia menyebutkan pada saat menjadi Bupati OKU Timur periode pertama,  APBD  daerah itu tidak lebih dari Rp 240 Miliyar. Akan tetapi anggaran yang sedikit tidak menjadi masalah selama  terjalin kekompakan   di internal pemerintahan maupun dengan lembaga legislatif dan unsur muspida lainnya.

“Kok kita bisa menjadi maju,  jawaban cuma satu yakni kompak. Kemudian kita tidak lari dari orientasi. Artinya kita tidak disorientasi tapi kita tau potensi, dan kita lihat adalah perkebunan yang bisa kita kembangkan secara maksimal dengan cita-cita menjadi sebagi lumbung pangan,” ucapnya.

Menurut Herman Deru di usia 18 tahun  merupakan usia belia  bagi sebagai  daerah otonomi. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk tidak membandingkan dengan daerah lainnya terutama yang ada di pulau jawa yang sudah ada sejak dari  dulu pada masa kerajaan.

“Kita jangan pernah perbandingkan dengan daerah di jawa. Karena jawa itu sejak zaman Majapahit sudah ada Bupati berarti daerah sudah ada pembangunan,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Bapak Pembangunan Sumsel itu Kabupaten OKU T imempunyai APBD Rp 1,6 triliun. Karena itu dia menginatkan  tidak ada alasan  bagi Kabupaten OKU Timur untuk tidak terus bergerak maju.

“Manfaatkan APBD itu dengan seefektif mungkin dan gunakan semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tuturnya.

Herman Deru mengingatkan  momen hari jadi yang diperingati setiap tahunnya  tidak saja sebagai tanda bertambahnya usia semata namun lebih dari itu sebagai sarana intropeksi diri  terkait dengan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan dimasa akan datang.

“Pesan saya kepada jajaran  Pemkab OKU Timur teruslah  kompak satu visi dalam melaksanakan program pembangunan. Mudah-mudahan diera kepemimpinan Bupati dan Wagub saat ini kekompakan bisa menjadi sinergitas yang mengahasilkan sejahteran mayarakat,” pungkasnya. 

Sementara itu Bupati OKU Timur, H Lanosin  menegaskan dalam kurun waktu 18 tahun, daerah  yang dipimpinnya itu telah banyak  menorehkan   prestasi   yang ditandai dengan diterimanya penghargaan diberbagai bidang pembangunan. Hal itu lanjut dia tidak terlepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita pertahankan, bahkan kita tingakatkan lagi kedepan. Momen ini mari jadikan refleksi dan introkpeksi dalam melakukan  perbaikan ke masa depan,” ucap Lanosin.

Disisi lain Enos mengatakan ,Kabupaten OKU Timur telah melakukan berbagai program yang pro rakyat diantaranya pendirian UPTD Dukcapil, pemberian santunan kematian serta insentif bagi guru agama informal dan penjaga makam, berobat gratis cukup dengan KK/KTP untuk layani kesehatan tingkat pertama.  Kemudian bedah rumah dan penyedian air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemberian beasiswa dan perlengkapan sekolah bagi siswa tidak mampu yang berprestasi dan bantuan hukum gratis untuk masyarakat tidak mampu. 

Disamping itu, adapun capaian makro pembangunan OKU Timur diantaranya di tahun 2021  OKUT angka kemiskinan terendah di Sumsel dengan 10, 60 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69,58 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,18 persen dan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi 0,14 persen. 

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU Timur tertinggi di Sumsel pada tahun 2020. Dengan semua capaian ini tentu bukanlah tujuan akhir tapi ini sebagai motivasi kedepan,” tutupnya.

Usai paripurna dilakukan pemorongan nasi tumpeng oleh Gubernur Herman Deru diampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD, Bupati OKU Timur H Lanosin,  Wabup OKUT HM Adi Nugraha Purna Yudha, Ketua DPRD OKU Timur, H Beni Defitson, Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur  Shella Noberta, Wakil Ketua TP PKK kabupaten OKUT,Nur Inayah, Mantan Bupati OKU Timur periode 2016-2021 HM Kholid Mawardi, Forkopimda OKU Timur, serta para Kepala OPD Pemprov Sumsel dan Kabupaten OKU Timur serta tamu undangan penting lainnya.*