Catatan Kecil Untuk Satria Muda FC di Turnamen Soeratin U15: Terus Berjuanglah Berlatih dan Membina Diri Menuju Prestasi Tertinggi

TABLOID DESA.COM,  INDRALAYA  I  Hidup ini kadang seperti mimpi. Semua peristiwa berlalu dengan cepatnya. Realita seperti itulah yang juga kualami hari-hari ini. Hal itu berkaitan dengan digelarnya Turnamen Soeratin U15 Zona Sumatera Selatan  Tahun 2022 yang di Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Atas prakarsa teman-teman dari Mirasi Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, baik itu Mas Rudi Hartono,  Nazlie, Sahibul Hairi, Rumaidi, Surahman dan Arifin Adam sang pelatih sepakbola dan sahabat lainnya. Mereka  menghubungiku via Whatshap dan menginformasikan  bahwa dirinya dan kawan-kawan  akan mengirimkan Tim Satria Muda FC usia 15 tahun akan mengikuti turnamen tersebut di Indralaya.

“Mohon dibantu yang mas. Untuk penginapan dan lainnnya,” ujar Rudi via telpon dan wa.

Sebagai sesama putra asal Mirasi Tugumulyo Musi Rawas Sumsel akupun mengiyakan dengan senang hati. Untuk penginapan dari awal sampai akhir InsyaAllah aku bersedia menanggulangi karena ada bedeng 5 pintu milik kami di belakang Perumahan Permata Hitam  Indralaya Utara yang bisa mereka tempati.

Bedeng ini kembali sepi hening setelah beberapa hari hiruk pikuk menjadi tempat istirahat para pemain Satria FC U15.

Kesibukanku pun mulai. Bedeng lima pintu masing-masing berukuran 4,5 x 9 meter itu pun bergegas aku bersihkan. Maklum kurang lebih setahun  aku tak sempat lagi membersihkannya. Padahal dulunya bedeng itu bersih kanan kiri dan sekelilingnya asri dan menghijau karena akau tanami ubi dan sayuran.

Setahun tak diurus maka tumbuhan semak pun meninggi termasuk jalan masuk nyaris tertutup ilalang. Maka dengan semangat semuanya kutebas dan bersihkan. Kamar tiga pintu juga kubersihkan. Lantai yang tadinya tebal oleh debu kusapu dan bersihkan hingga bersih dan nyaman untuk ditempati. Tak jarang aku mandi keringat olehnya.Semua hal aku upayakan agar tamuku para satria muda jago sepakbola itu nyaman istirahat di sana.

Rabu (7/12/2022) malam rombongan tim Satria Muda FC bertolak dari Tugumulyo dengan dua kendaraan roda 4. Lewat subuh dini hari mereka sampai di Permata. Tubuh-tubuh letih setelah menempuh perjalanan lebih kurang 9 jam itu kupersilahkan masuk. Lalu kupersiapkan air putih dan jamuan ala kadarnya. Usai sarapan karena keletihan yang luar biasa tim yang saat itu berjumlah lebih kurang 12 orang tertidur pulas.

 

Di ruang tengah kediaman kami Coach atau Pelatih Arifin Adam selalu memompakan semangat kepada para anak asuhnya Tim Satria Muda FC.

Para pemain Satria Muda FC di antaranya Brilian Muhammad Iqbal, Wahyu Aditia Pratama, Andre Pratama, Prabu Triladewa, Dearly Pascha Afrliansyah, M Haryo Bayu Saputra, Rizki Akbar Farmanda, Tegar Depriansyah, Kaysan Nawfal Alim , Ade panca Andrean Yunus, M Hafidz Raihan, Nabil Alfredo, Rehan Putra Irawan, Reksa Nurwenda, Satria Tegar Saputra, Damar Fajar Subki, dan Deni Firgiawan didampingi pelatih  Arifin Adam, Asisten Pelatih Nazli dan official  Sahibul Hairi  tampak  segar kembali setelah beristirahat dan mandi.

Kediamanku yang biasanya sepi karena putri sulungku Hidayati Fadhilah , S.Tr Keb (24) yang berprofesi sebagai bidan lebih banyak di lokasi tempat tugasnya di sebuah desa di Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI). Begitu juga putra keduaku Muhammad Harits SH (22) lebih banyak tinggal di Palembang karena kesibukannya bekerja di Astra. Sementara Ahmad Najih Ainan (19) putra bungsuku masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) hanya pulang saat libur panjang.

Otomatis hari-hari yang biasanya rumah ini sepi mendadak ramai. Suasana hiruk pikuk tak terhindarkan. Celoteh anak seusia SMP kadang mengundang gelak tawa.

Sore harinya mereka harus pindah ke bedeng agar menempati ruangan yang lebih leluasa. Di tempat itulah Coach Arifin Adam terus membekali mental mereka dengan gemblengan fisik dan kejiwaan. Saat azan subuh berkumandang bergegas mereka menuju Masjid di RM Pagi Sore Indralaya Utara untuk shalat dan bemunajat.

 

Coach  Arifin Adam, Sarono P Sasmito, Nazlie dan Sahibul Hairi  Tim Satria Muda FC  yang kompak  saling mendukung di lini masing-masing. 

“Ibadah itu kebutuhan kita. Apalagi waktu subuh memberikan banyak keutamaaan,” ujar  Arifin Adam pelatih senior yang terbukti telah banyak melambungkan prestasi berbagai klub itu.

Tak jarang pelatih asal  Ternate Provinsi Maluku itu juga memberikan petuah dan memotivasi anak-anak di rumah. Kondisi mental penuh itulah juga dan pertolongan Allah itulah yang menjadikan Satria Muda mampu mengejutkan tim lain lain bisa mencetak skor 4:1 saat laga perdana berhadapan dengan Farmell Hatta.

Hari-hari terus berjalan, mereka tetap menginap di bedeng dan melakukan ibadah solat wajib dengan semangat dan tertib ke masjid. Hingga pada laga berikutnya saat berhadapan dengan PS Palembang, Minggu (11/12/2022) mereka bermain solid dengan penuh kekuatan tetapi atas kehendak Allah maka di menit-menit terakhir mereka harus kebobolan  1 gol.

Akibatnya, perjuangan Satria Muda FC dari Musi Rawas kandas dan harus mengakui keunggulan PS Palembang yang berhasil menyarangkan 1 gol ke gawang  Satria Muda Musirawas 1-0 dalam lanjutan Turnamen Piala Soeratin U15 zona Sumatera Selatan grup Minggu (11/12/2022) pagi di Stadion Caram SEGUGUK Ogan Ilir.

Kemenangan itu memastikan PS Palembang menjadi juara grup dengan poin 6, sedangkan Satria Muda FC Musirawas harus menunggu hasil PPLP-D Musi Banyuasin vs OI United yang bertanding  sore  harinya. Ternyata saat  OI United dan PPLP-D  bertanding mereka draw  kondisi itu menjadikan Satria FC harus ikhlas mengubur harapan sebagai juara dan runner-up terbaik. Hal itulah yang menjadikan mereka harus undur diri pamit dari rumah dan bedengku di Indralaya.

Ada rasa haru yang membuncah di diriku. Bisa menyambut dan menjamu mereka ala kadarnya adalah sebuah kebahagiaan. Namun ada juga rasa sesal ketika diriku tak bisa maksimal mendampingi mereka pada semua keadaan karena kesibukanku yang tak bisa kutinggalkan.

Kebersamaan ini akan jadi kenangan sepanjang masa.

Lebih  dari itu akupun belum sempat melakukan dialog dan pendekatan intensif dengan para pemain Satria Muda FC diantaranya Brilian Muhammad Iqbal, Wahyu Aditia Pratama, Andre Pratama, Prabu Triladewa, Dearly Pascha Afrliansyah, M Haryo Bayu Saputra, Rizki Akbar Farmanda, Tegar Depriansyah, Kaysan Nawfal Alim , Ade panca Andrean Yunus, M Hafidz Raihan, Nabil Alfredo, Rehan Putra Irawan, Reksa Nurwenda, Satria Tegar Saputra, Damar Fajar Subki, dan Deni Firgiawan.

Di sisi lain aku tetap intensif dialog dan diskusi dengan pelatih  Arifin Adam, Asisten Pelatih Nazli dan official  Sahibul Hairi  dan selalu aku ekspos pemberitaannya. ITu juga kulakukan sebagai bagian untuk memotivasi mereka dan warga di tanah kelahiranku Mirasi Tugumulyo Musi Rawas sana. Aku juga bersyukur ketika sahabat seperantauan Ibu Dewi Irawati, SPd turut menyambut dan menjamu mereka di Ayam Gepuk Pak Gembus di Indralaya yang memacu semangat mereka.

Selamat pulang kembali ke kediaman masing-masing anakku. Sebagai Satria Muda tetaplah berlatih menjadi pemain yang matang dan makin banyak jam terbang menjuarai berbagai kompetisi nanti. Terimakasih Coach Arifin Adam, Mas Nazli sahabat satu sekolah saat aku di SMAN Tugumulyo. Mas Sahibul Hairi  atau Sohib juga sahabat se SMP dan SMAN-ku saat di Tugumulyo. “Tanpa dirimu tak akan rame”. Karena dirimu selalu bisa mencairkan suasana. Terimakasih semua driver handal yang telah hilir mudik di lokasi ini dan pulang kembali. Moga ini adalah rintisan prestasi yang akan mengantarkan anak-anak it uterus berjuang melambungkan asa menjadi para kampiun sepakbola. Insya Allah. Wallahu a’lam bishowab. (Sarono P Sasmito)