LAYAK_ANAK2

Tabloid-DESA.com PEKANBARU – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil menyabet dua penghargaan tingkat nasional sekaligus yakni penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2017 dan Penghargaan Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Anak. 

Penghargaan tersebut merupakan penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia dan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise kepada Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza di Ballroom Hotel Swiss-Bel Pekanbaru, Sabtu (22/7) malam.

“Bagi Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan KLA, kami dari Kementerian PPP-A berharap bisa menjadi contoh dan dapat mengimbaskan program-program yang telah dijalankan ke daerah-daerah lainnya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise di sela Kegiatan Pemberian Penghargaan KLA dan Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Anak di Hotel Swiss-Bel Pekanbaru.

Yohana menuturkan, untuk mencapai KLA, sebuah Kabupaten/Kota harus memenuhi 31 indikator dirangkum dalam lima klaster pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Pertama, hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dasar, pendidikan dan kesejahteraan. Keempat, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. Kelima, perlindungan khusus bagi 15 kategori anak.

“KLA ibarat rumah bagi semua jenis intervensi pembangunan anak, baik dalam bentuk kebijakan program maupun kegiatan. Semua itu dikemas menjadi sebuah sistem pembangunan yang holistik, berbasis hak anak, yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak di era desentralisasi,” ujarnya.

Yohana mengatakan, Indonesia telah memiliki komitmen di tingkat internasional yang ditandai dengan diratifikasinya Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden 36/1990 dan dukungan terhadap gerakan dunia untuk menciptakan “World Fit for Children” (Dunia yang Layak bagi Anak).

LAYAK_ANAK1

“Ini diwujudkan melalui pengembangan KLA yang dilakukan pada era otonomi daerah, bagi daerah yang mendapatkan penghargaan KLA ini sudah melewati penilaian dengan standar yang sudah ditetapkan dari Tim Evaluasi yang tergabung dari 4 Kementerian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, kami minta ke depan tetap konsisten memenuhi hak dan perlindungan anak di daerahnya masing-masing,” urainya.

Sementata itu, Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex menyebutkan Kabupaten Muba akan terus berusaha memenuhi, melindungi, dan menjamin hak-hak anak di Muba khususnya.

“Saya berharap pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha serta para orang tua memiliki komitmen yang sama dan mau bekerjasama mewujudkan KLA,” kata Bupati yang baru menjabat dua bulan ini.

Ke depan, lanjutnya, Kabupaten Muba siap akan berkoordinasi dan mengimbaskan program-program KLA yang telah dijalankan kepada daerah-daerah lainnya khususnya di Provinsi Sumsel.

“Ya, Muba menjadi satu-satunya daerah di Sumsel yang berhasil meraih penghargaan KLA Indonesia 2017 dan Penghargaan Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Anak, kami siap bekerja sama dengan Kabupaten/Kota lain bertukar pikiran untuk menjalankan program KLA sehingga nantinya hak anak di setiap daerah bisa terjamin dengan baik,” pungkasnya.

Diketahui, Kabupaten Muba menjadi satu-satunya Kabupaten di Sumsel yang mendapatkan dua penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia.

Comments

By admin

Leave a Reply