Warga Mulak Ulu Harap Penyuluh Pertanian Lebih Aktif

Musim kering berkepanjangan yang mengancam gagal panen padi juga mempengaruhi produksi tanaman pangan petani di Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat. Masyarakat Mulak Ulu mengaku produksi padi sawah yang biasanya mencapai 1 ton lebih per hektar menurun drastis pada tahun ini.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pengentaan Mulak Ulu Susanto mengatakan, produksi padi pada tahun ini menurun drastis mencapai 6 – 7 ratus ton per hektar, padahal pada musim tanam sebelumnya juga lebih dari itu.

“Petani desa Pengetaan dan juga  desa tetangga lainnya di Mulak Ulu berharap penyuluh pertanian lebih aktif. Sekali-kali turun ke sawah membina para petani di sini, jangan hanya duduk di kantor,” katanya.

Romel, seorang petani desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu memiliki harapan yang sama tentang lebih aktifnya penyuluh pertanian. “Para petani belajar sendiri. Kalau ada masalah padi di sawah, kami bingung karena tidak mendapat pembinaan dari penyuluh pertanian,” katanya.

Romel merasa potensi lahan sawah di Mulak Ulu belum maksimal memberi manfaat kepada petani. “Kalau saya dengar di daerah lain, produksi padi per hektanya jauh lebih tinggi dari di Mulak Ulu,” katanya.

Pada musim kemarau tahun ini, masa tanam padi di Mulak Ulu tertunda. Keterbatasan  pasokan air pun membuat beberapa lahan pertanian padi ditanami kopi.  Karena wilayah tersebut memiliki iklim yang juga cocok untuk tanaman kopi, dengan ketinggian kisaran 200 – 1.400 m dpl (diatas Permukaan Laut). (wdg)

 

 

Comments

comments