Sumsel Targetkan Hilirisasi Perikanan 2017

PANEN

PROVINSI Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan hilirisasi sektor perikanan pada 2017 dengan menghasilkan suatu produk kemasan yang mampu diekspor ke sejumlah negara.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Galamda Israk mengatakan, saat ini pemerintah provinsi mendorong terciptanya suatu produk kemasan yang berbahan ikan patin karena produksi sudah mencapai 150 ribu ton per tahun.

“Sudah ada beragam produk seperti kerupuk tulang patin, abon, sosis, hingga pindang patin tulang. Tinggal lagi, bagaimana mendorong kalangan UMKM mau melakukannya karena bahan bakunya sudah ada,” demikian kata Galamda Israk.

Galamda mengemukakan, guna mendorong industri hilirisasi ini, DKP Sumsel akan menggandeng instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah terkait dengan investasi.

Kemudian Pemprov Sumsel menargetkan pada 2017 sudah ada produk turunan ikan patin yang dilepas ke pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
”Tentunya, Sumsel tidak ingin sebatas menjual barang mentah, ingin juga menghasilkan produk jadi. Dengan begitu banyak nilai tambah yang didapat, tidak sebatas menjual ke pasar untuk konsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Jika hilirisasi ini berjalan dengan baik maka harga di sektor hulu (pembudidayaan) akan terjaga karena adanya kestabilan permintaan.
”Memang saat ini harga ikan patin, bisa dikatakan sesuai, dalam arti tidak terlalu murah sehingga bagus untuk pembudidaya dan tidak terlalu mahal sehingga baik untuk pembeli. Tapi, tetap ini belum cukup karena sejatinya yang terbaik itu sektor hulu dan hilir itu sama-sama bergerak,” dijelaskannya.

 

Teks. :Chandra Wahyudi
Editor: Rinaldi Syahril Djafar

Comments

comments