Sultan HB X Minta Masyarakat Pesisir Memproduksi Garam

SULTAN

Tabloid-DESA.com GUNUNG KIDUL – Kelangkaan garam di pasar nasional membuat pemerintah daerah tidak tinggal diam. Seperti yang dilakukan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dirinya meminta kepada masyarakat Kabupaten Gunung Kidul untuk memanfaatkan potensi laut sepanjang 80 kilometer guna memproduksi garam.

“Kalau nelayan karena masalah cuaca tidak bisa melaut, maka gantinya membuat garam. Atau warga sekitar pantai yang selama ini hidup miskin, maka usaha pembuatan garam skala keluarga. Kalau ini dilakukan kesejahteraan masyarakat pesisir tentu akan lebih baik,” kata Gubernur DIY Sultan HB X ketika mengunjungi pembuatan garam di Pantai Sepanjang wilayah Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, Sabtu (12/8).

Dalam kunjungannya ini Gubernur DIY didampingi Bupati Gunung Kidul Badingah melihat secara langsung proses pembuatan garam secara tradisional menggunakan terpal ukuran empat meter kali enam meter.

Menurut Sultan, di wilayah Gunung Kidul, ada beberapa tempat didirencanakan untuk produksi garam, diantaranya Pantai Sepanjang, Pantai Nguyahan, dan Pantai Ngrenehan.

“Informasinya, kualitas paling baik garam di Pantai Sepanjang ini,” kata Sultan.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, akan memberikan pelatihan pembuatan garam bagi nelayan dan masyarakat sekitar pesisir di Gunung Kidul.

Bupati Gunung Kidul Badingah berharap agar masyarakat pesisir bisa menangkap peluang yang menurutnya sangat baik ini.

“Ini peluang bagus dan harus dimanfaatkan masyarakat. Proses pembuatan garam juga mudah. Air laut di taruh dalam kolam terpal dan ditunggu beberapa hari, sudah jadi garam,” katanya.

Comments

comments