Restorasi Gambut Sukses Bila Warga Peroleh Penghasilan dari Hutan

Tanam

KEPALA Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, mengatakan restorasi gambut dapat dilakukan dengan menanami lahan gambut dengan tanaman yang secara ekologi dapat tumbuh dengan baik di lahan gambut basah. Selain itu, tanaman tersebut sebaiknya juga memiliki nilai ekonomi.

“Jadi masyarakat sekitar atau ada sektor swasta yang ingin terlibat dalam kegiatan restorasi lahan gambut ini dengan menanam tanaman yang hasilnya bisa dipanen. Kami juga menginginkan pembangunan pabrik pengolahannya juga dekat dengan lokasi penanaman. Jadi, keluar dari provinsi, sudah ada nilai tambahnya,” paparnya.

Nazir mengatakan BRG akan bekerjasama dengan masyarakat untuk merestorasi lahan gambut sehingga dari program ini masyarakat juga mendapatkan tambahan penghasilan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Menurut Nazir, restorasi gambut bisa sukses karena masyarakat mendapat penghasilan dari menjaga hutan.

Nazir  yang pernah menjabat sebagai Direktur Konservasi WWF (World Wildlife Fund) mengapresiasi upaya restorasi lahan gambut seluas 20 hektar di hutan konservasi Plasma Nutfah Sepucuk yang terletak di Jalan Kayuagung-Sepucuk Km 10, Kelurahan Kedaton, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

“Saya sangat apresiasi disini ada beberapa jenis tanaman yang sudah diteliti oleh para ahli. Luar biasa apa yang telah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir. Tanaman yang digunakan sudah tumbuh dengan baik, dan saya akan melihat. Di sini ada tanaman jelutung, gelam, dan beberapa jenis lainnya,” kata Nazir, Selasa (5/4/2016))

Menurutnya, restorasi  lahan yang terbakar di wilayah itu menjadi model bagi BRG dalam merestorasi 2 juta hektar gambut di Indonesia juga dengan melibatkan masyarakat. BRG dibentuk  Presiden Jokowi untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut pada Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

Bupati OKI,  Iskandar,  SE menyambut baik  upaya BRG untuk merestorasi gambut yang ada di wilayah tersebut.  Menurut Iskandar tata kelola kanal amat penting dalam merestorasi gambut.

”Harus ada sistem pengelolaan kanal yang baik dan terintegrasi.  Kita minta perusahaan untuk duduk bersama dalam pengelolaan air ini dan yang paling penting jangan mengganggu pertanian” ungkapnya.

Iskandar juga meminta BRG menerapkan restorasi lahan gambut di daerah lainnya seperti halnya dengan di hutan konservasi plasma nutfah Sepucuk. (RED/CAN)

 

 

Comments

comments