Prukades Akan Jadi Ledakan Ekonomi Baru

MENDES

Tabloid-DESA.com JAKARTA – Model bisnis Produk Kawasan Perdesaan (Prukades) akan menjadi sebuah ledakan ekonomi baru di Indonesia. Pasalnya, Prukades adalah program yang merealisasikan kemitraan antara masyarakat, pengusaha, dan pemerintah sekaligus.

“Ini akan saling melengkapi. Karena kita selaku pengusaha ingin sebenarnya. Tapi kalau tidak ada aturan yang benar kita sulit juga. Kali ini dengan ekonomi perdesaan ini saya harap bisa jadi sebuah ledakan ekonomi yang baru, ini luar biasa,” ujar Managing Director Sinar Mas Grup, Gandi Sulistianto, saat Launching dan Bedah Buku “Rural EKOnomics” di Jakarta, Kamis (30/11)

Sulis mengatakan, dalam Prukades tersebut pengusaha dituntut oleh pemerintah untuk membuat klaster-klaster produk unggulan di desa. Sinar Mas misalnya, telah menciptakan lahan baku untuk minyak goreng yang telah menjadi produk unggulan ekspor terbesar di Indonesia.

“Lahan tersebut bekerjasama dengan petani-petani kecil. Ini kita sebut inti plasna, inti adalah bapak angkat selaku perusahaan besar, plasma adalah perusahaan kecil yang diangkat supaya menjadi pengusaha besar. Ditambah dengan Prukades, kita akan tambah lahan produk unggulan did esa tersebut. Tidak harus produk utama seperti sawit, atau mungkin holtikultura misalnya,” terangnya.

Ia mengakui, kesenjangan ekonomi adalah hal yang tidak diinginkan para pengusaha. Untuk itu pengusaha besar di Indonesia ingin merangkul ekonomi menengah ke bawah untuk turut membesarkan mereka.

“Jangan mempunyai dikotomi kalau membesarkan mereka (pengusaha kecil) harus mengecilkan yang besar. Karena yang besar ini bersaing dengan Negara lain. Kita masih jauh bersaing dengan Cina, Amerika, kalau kita tidak bisa meningkatkan produktifitas dan efisiensi,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki ribuan desa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia juga mendukung program BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk dapat meningkatkan aktifitas ekonomi di desa. “Lebih ditajamkan lagi dengan adanya Prukades,” ujarnya.

Comments

comments